Penyebab Alat Tes Kehamilan Menunjukkan Hasil yang Salah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda mendengar istilah false positive atau false negative saat menggunakan alat tes kehamilan (test pack) di rumah? Terkadang alat tes kehamilan yang kita gunakan menjadi salah tafsir. Walaupun alat tes kehamilan dengan urin mempunyai keakuratan sebesar 97%, tetapi kesalahan hasil mungkin saja terjadi. Sebenarnya Anda hamil, tetapi alat tes kehamilan menunjukkan bahwa Anda tidak hamil, atau sebaliknya.

Hal-hal seperti itu kadang kita temui, memang menjengkelkan, sehingga alangkah baiknya jika Anda mengetesnya dua kali atau lebih, atau jika perlu ke dokter untuk memastikan hasilnya.

Penyebab hasil positif palsu (false positive)

Ini mungkin jarang terjadi, tetapi bisa saja terjadi pada Anda. Alat tes kehamilan menunjukkan bahwa Anda positif hamil, padahal Anda sebenarnya tidak hamil. Inilah yang dinamakan sebagai false positive.

False positive mungkin saja terjadi pada Anda yang bisa disebabkan oleh:

1. Kehamilan kimia

Sekitar 25% kehamilan berakhir dengan kehamilan kimia atau biasa dikenal sebagai keguguran awal. Hal ini terjadi ketika kehamilan Anda menghilang tidak lama setelah sel telur yang telah dibuahi oleh sperma menempel pada dinding rahim (implantasi). Karena alat tes kehamilan sekarang ini semakin sensitif, sehingga Anda dapat mendeteksi kehamilan Anda pada tahap sangat awal. Alat tes kehamilan Anda sempat mendeteksi bahwa Anda hamil, padahal calon bayi Anda sudah meninggal sebelum berkembang.

2. Terlambat melihat hasil

Menggunakan alat tes kehamilan yang tidak sesuai petunjuk juga dapat membuat hasil yang ditunjukkan oleh alat tes kehamilan menjadi salah. Anda harus mengikuti petunjuk pemakaian alat tes kehamilan dengan benar. Dalam kemasan pasti ada petunjuk berapa lama Anda harus menunggu sampai hasilnya keluar. Jika Anda membaca hasilnya dalam jangka waktu yang sudah lewat melebihi petunjuk yang diberikan, maka hasilnya mungkin menjadi tidak benar.

3. Ada bahan kimia yang mengganggu

Bahan kimia dari obat-obatan dapat mengganggu hasil tes kehamilan, misalnya saja methadone. Selain itu, jika Anda sedang menjalani perawatan kesuburan dan mengonsumsi obat kesuburan yang mengandung HCG (Human Chorionic Gonadotropin), ini juga dapat mengganggu hasil tes. Hormon  HCG ini memicu Anda melepaskan sel telur. Melakukan tes kehamilan di rumah tidak lama setelah Anda mengonsumsi obat kesuburan yang mengandung HCG dapat membuat alat tes kehamilan menunjukkan hasil positif padahal Anda sedang tidak hamil. Tunggulah 14 hari sampai kadar HCG dalam tubuh Anda benar-benar hilang, barulah Anda bisa melakukan tes kehamilan di rumah.

4. Ada garis uap muncul

Beberapa alat tes kehamilan meninggalkan garis uap pada alat karena urin melewati daerah hasil. Garis uap ini biasanya sangat samar dan berwarna keabuan pada daerah hasil di alat tes kehamilan. Beberapa wanita menganggap hasilnya positif karena terdapat garis uap ini, padahal warna garisnya berbeda dari warna garis seharusnya (sesuai petunjuk).

Penyebab hasil negatif palsu (false negative)

Berlawanan dengan false positive, false negative menunjukkan hasil tes kehamilan yang negatif, padahal sebenarnya Anda sedang hamil. Hal ini bisa saja terjadi, yang disebabkan oleh:

1. Melakukan tes terlalu dini

Semakin dini Anda melakukan tes kehamilan di rumah setelah Anda terlambat mengalami menstruasi, maka semakin sulit alat tes kehamilan untuk mendeteksi HCG yang menandai Anda sedang hamil. Alat tes kehamilan di rumah merupakan tes kualitatif yang mengukur ada atau tidaknya hormon HCG dalam urin. Sebaiknya Anda melakukan tes kehamilan satu minggu setelah Anda terlambat datang bulan. Pada saat ini, kadar HCG dalam urin Anda sudah dapat dideteksi oleh alat tes kehamilan. Jika Anda sudah tidak sabar mengetahui apakah Anda sedang hamil atau tidak, sebaiknya kunjungi dokter Anda untuk pemeriksaan yang lebih akurat.

2. Terlalu cepat melihat hasil tes

Melihat hasil tes yang terlalu cepat (tidak sesuai petunjuk dalam kemasan) juga dapat menyebabkan Anda salah tafsir. Alat tes kehamilan memerlukan cukup waktu untuk menunjukkan hasilnya pada Anda. Sebaiknya jangan terburu-buru, tunggu sampai hasilnya benar-benar keluar. Ikuti petunjuk yang tertera pada kemasan dan jangan lupa untuk selalu mengecek tanggal kedaluwarsa alat tes kehamilan.

3. Menggunakan urin yang terlalu cair

Alat tes kehamilan yang Anda gunakan di rumah menggunakan urin sebagai media untuk mendeteksi kehamilan. Jika urin Anda terlalu cair, maka akan menyulitkan alat tes kehamilan untuk mendeteksi kehadiran HCG dalam urin. Sebaiknya gunakan urin pagi Anda untuk hasil tes yang lebih akurat karena urin pagi mempunyai konsentrasi yang paling tinggi.

Jika Anda merasa mengalami gejala yang menandakan bahwa Anda hamil, tetapi alat tes kehamilan menunjukkan hal yang berbeda atau sebaliknya, sebaiknya segera kunjungi dokter Anda dan lakukan tes darah untuk memastikan kehamilan Anda.

BACA JUGA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hati-hati, Pelumas Seks Bisa Bikin Susah Hamil

Sedang mencoba hamil tapi belum berhasil juga? Hal ini kemungkinan disebabkan pelumas seks alias lubrikan yang membuat susah hamil.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesuburan, Kehamilan 9 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Bagaimana Cara Bayi Bernapas Saat Masih dalam Kandungan?

Pernapasan pertama yang bayi lakukan adalah saat bayi menangis ketika dilahirkan. Lalu bagaimana caranya bayi bernafas dalam kandungan?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Perkembangan Janin, Kehamilan, Hidup Sehat, Fakta Unik 1 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Bolehkah Ibu Menjalani Diet Saat Hamil?

Sebagai perempuan, Anda memiliki rasa kekhawatiran akan penampilan Anda meski saat hamil. Namun, bolehkah ibu menjalani diet saat hamil?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

Yang Harus Dilakukan Saat Kepala Bayi Terbentur

Kebanyakan kasus kepala bayi terbentur tidak bersifat fatal. Untuk membantu pemulihan dan menangani luka yang muncul di rumah, perhatikan panduan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 18 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

minum antidepresan saat hamil

Minum Antidepresan Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
korset perut setelah melahirkan

Perlukah Memakai Korset Perut Setelah Melahirkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit
perkembangan janin 14 minggu

Kapan Boleh Mencoba Hamil Lagi Setelah Keguguran?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kecemasan ibu hamil menjelang persalinan

Menghadapi 7 Kecemasan Ibu Hamil Menjelang Persalinan

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10 September 2020 . Waktu baca 5 menit