Menghadapi Gejolak Emosional Ketika Pria Divonis Mandul

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 16 September 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sering ada kesalahpahaman dalam menentukan siapa yang divonis mandul pada pasangan. Umumnya, wanita sering dituduh atau dinyatakan sebagai orang yang bermasalah dalam ketidaksuburan. Namun, nyatanya tidak demikian. Pria juga bisa mengalami kemandulan karena alasan tertentu.

Menurut American Society of Reproductive Medicine, faktor risiko kemandulan antara laki-laki maupun perempuan punya porsi yang sama. Keduanya punya potensi tidak subur yang sama sebanyak 30%, dan sisanya disebabkan oleh faktor penyakit atau hal lain yang tidak bisa dijelaskan alasannya.

Beberapa hal yang menyebabkan pria mandul

Lebih dari 90% kasus pria mandul disebabkan oleh jumlah sperma yang rendah, kualitas sperma buruk, dan bahkan gabungan dari keduanya. Ketika pria divonis mandul, hal lain juga bisa memengaruhi seperti kondisi masalah anatomi tubuh yang bermasalah, hormon yang tidak seimbang, dan cacat bawaan.

Selain penyebab di atas, ada beberapa faktor risiko yang bisa membuat pria divonis mandul, antara lain:

  • Mengidap varikokel, yang merupakan kondisi adanya varises pada testis pria. Hal ini bisa menyebabkan pembengkakan pada bagian testis.
  • Penyakit menular seksual atau infeksi lainnya, yang bisa menyebabkan kerusakan pada sistem reproduksi pria atau mengganggu fungsi sperma.
  • Faktor gaya hidup seperti merokok dan penyalahgunaan zat.
  • Paparan radiasi, suhu panas, bahan kimia, obat-obatan, atau zat beracun dalam jangka panjang. 

Hal yang bisa Anda lakukan ketika divonis mandul

Ketika pria divonis mandul, hal itu pasti bisa membuatnya minder, malu, merasa tak berdaya, dan bahkan tidak bisa menerima kenyataan. Dikhawatirkan pria malah beralih ke hal-hal negatif seperti beralih ke alkohol atau obat-obatan terlarang. Untuk pasangannya, masalah kesuburan pria ini harus Anda dampingi dan kelola dengan baik. Berikut ada cara untuk mengatasi masalah pria yang juga bisa berdampak pada emosinya.

1. Curhat pada orang yang dipercaya

Divonis mandul tentunya akan membuat sedih mereka yang mendambakan anak. Ada baiknya Anda membicarakan mengenai perasaan Anda dengan orang terdekat Anda. Meredam perasaan sedih Anda bukanlah sesuatu yang sehat, apalagi hingga berlarut-larut. Sebaiknya minta tolong tenaga profesional bila perasaan Anda telah menghambat Anda dalam beraktivitas sehari-hari.

Ingat, curhat atau berkonsultasi ke psikolog bukan tanda bahwa pria itu lemah atau tidak jantan. Justru, mengungkapkan perasaan Anda sejujurnya adalah bukti keberanian Anda dalam menghadapi suatu masalah dan mencari jalan keluarnya.

2. Atur rencana selanjutnya

Daripada berlama-lama bersedih, Anda bisa menentukan langkah yang bisa diambil selanjutnya. Contoh, mungkin Anda dan pasangan bisa melakukan perawatan kesehatan tertentu, seperti IVF.

Berhubung perawatan mengenai kesuburan ini mengeluarkan biaya yang tidak murah, ada baiknya Anda memikirkan secara matang. Pasalnya, perawatan kesuburan di klinik juga bisa membuat Anda dan pasangan jadi stres karena biaya atau merasa tidak sabar.

3. Anda bisa mempertimbangkan pilihan lain

Selain melakukan perawatan kesuburan, Anda juga bisa menentukan alternatif lainnya. Contohnya seperti melakukan adopsi. Hal ini dapat mengurangi kecemasan dan rasa putus asa jika kehamilan alami tidak kunjung terjadi.

Sambil berusaha secara fisik dan materi, Anda bisa mencari kelompok, komunitas atau berbagi dengan orang-orang yang punya masalah sama dengan Anda. Kunjungi layanan-layanan konseling untuk membantu Anda bertahan dan meringankan beban selama melakukan usaha-usaha seperti yang telah dijelaskan di atas.  

4. Mengelola dan mengurangi stres

Latihan teknik mengurangi stress seperti melakukan yoga, meditasi, atau terapi pijat. Ekspresikan diri dengan cara lain, seperti jalan-jalan bersama pasangan untuk mengobati perasaan sedih, mendalami hobi, ataupun melakukan hal lain yang bisa membuat Anda senang.  

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

Hipertensi atau tekanan darah tinggi setelah melahirkan dikenal dengan istilah postpartum preeklampsia. Apa saja gejala dan bahayanya? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hipertensi, Kesehatan Jantung 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Muncul Garis Hitam di Perut Saat Hamil, Apa Sih Artinya?

Saat hamil, Anda mungkin akan menemukan garis hitam di perut pada usia kehamilan yang mulai besar. Tapi, tidak semua ibu hamil punya garis ini. Mengapa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Awas! Ini Bahayanya Jika Ibu Kekurangan Yodium Saat Hamil

Tidak sedikit wanita hamil yang belum mengetahui pentingnya yodium. Padahal, kekurangan yodium saat hamil memiliki dampak yang buruk bagi janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 7 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Kenapa Perlu Melakukan Pemeriksaan Kesehatan Pranikah (Premarital Check Up)?

Premarital check up adalah rangkaian pemeriksaan kesehatan yang penting dilakukan oleh pasangan yang akan menikah. Apa saja manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Penyakit Kelainan Darah, Thalasemia 5 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ibu hamil makan daging kambing

Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Apa yang Terjadi Pada Bayi Jika Ibu Stres Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
potret pasangan diskusi tentang persalinan normal dan caesar

Pahami Faktor Penentu Persalinan Caesar sebagai Persiapan Sambut si Kecil

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit