Mungkinkah Tauge Berhasil untuk Program Hamil (Promil)?

    Mungkinkah Tauge Berhasil untuk Program Hamil (Promil)?

    Tingkat kesuburan dapat menentukan peluang terjadinya kehamilan. Ada banyak makanan yang dipercaya bisa meningkatkan kesuburan tubuh, di antaranya yaitu tauge. Banyak orang yang menggunakan tauge untuk program hamil (promil). Namun, apakah benar tauge bisa untuk promil?

    Tauge untuk promil, apakah bisa?

    manfaat toge

    Toge alias tauge atau taoge termasuk ke dalam jenis sayur-sayuran yang dipercaya bisa membantu keberhasilan program hamil (promil) saat merencanakan kehamilan.

    Hal tersebut dapat didukung oleh sejumlah studi yang pernah dilakukan untuk membuktikan manfaat tauge bagi tubuh.

    Tauge yang dimaksud dapat berasal dari beberapa jenis kacang-kacangan, yang meliputi kacang hijau, kacang kedelai, kacang tunggak, kacang merah, dan kacang lentil.

    Tauge dari kacang-kacangan tersebut mengandung sejumlah vitamin dan mineral yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh.

    Di antara kandungan di dalam tauge, vitamin dan mineral yang diketahui memiliki manfaat untuk kesuburan yaitu vitamin E, protein, serat, dan asam folat.

    Kandungan-kandungan tersebut dapat memengaruhi tingkat kesuburan, baik pada pria maupun wanita.

    Manfaat tauge untuk promil

    cara cepat hamil bagi penderita endometriosis

    Kandungan dalam tauge, seperti yang telah disebutkan di atas, memang sangat penting untuk menentukan tingkat kesuburan tubuh.

    Oleh karena itu, banyak yang telah membuktikan bahwa promil tauge ada potensi bisa berhasil. Nah, berikut ini manfaat tauge untuk membantu program promil.

    1. Meningkatkan kualitas sperma pada pria

    Vitamin E yang terkadung di dalam toge berfungsi sebagai zat antioksidan. Zat ini bisa melindungi sperma dari serangan radikal bebas.

    Hal tersebut bisa membantu meningkatkan kualitas dan umur hidup sperma.

    Dengan begitu, tauge berpotensi membuat pria lebih subur karena sperma jadi memiliki kesempatan yang lebih besar untuk dapat membuahi sel telur di dalam rahim.

    2. Mencegah nyeri PMS

    Pada wanita, vitamin E dalam tauge bisa membantu meredakan nyeri yang timbul saat pramenstruasi (PMS) dan selama menstruasi.

    Namun, tak hanya itu, vitamin E juga bisa meningkatkan kesuburan pada wanita.

    3. Menjaga keseimbangan kadar hormon tubuh

    Tauge dari kacang-kacangan merupakan sumber serat dan asam folat yang baik. Kedua zat tersebut sangat penting untuk menjaga keseimbangan hormon di dalam tubuh.

    Kandungan protein pada kacang-kacangan tersebut juga bisa membantu menghasilkan sel telur yang lebih sehat pada wanita.

    Selain itu, kacang lentil mengandung polyamine spermidine yang tinggi. Senyawa ini bisa membantu proses pembuahan sel telur oleh sperma.

    Inilah salah satu manfaat tauge untuk program hamil (promil).

    4. Mencegah gangguan ovulasi

    Gangguan ovulasi merupakan kondisi ketika proses pelepasan sel telur (ovum) dari indung telur (ovarium) terganggu atau tidak berjalan lancar.

    Kondisi ini merupakan penyabab paling umum ketidaksuburan atau infertilitas pada wanita.

    Protein nabati yang terkandung di dalam tauge diketahui bisa menurunkan risiko terjadinya gangguan ovulasi.

    Dilansir dari Baby Center, penelitian dari Harvard Medical School yang melibatkan sekitat 18.555 wanita menunjukan bahwa wanita yang rutin mengonsumsi protein nabati setiap hari berisiko lebih rendah untuk mengalami ganggua ovulasi.

    Hasil penelitian tersebut juga membuktikan bahwa mengganti protein hewani dengan protein nabati bisa menurunkan risiko tidak subur.

    Bahkan, beberapa penelitian lain juga menunjukan penurunan risiko tersebut bisa mencapai 50%.

    Cara mengonsumsi tauge untuk promil

    kandungan toge

    Setelah melihat penjabaran di atas, Anda mungkin sekarang sudah tahu kalau tauge bisa jadi salah satu makanan untuk meningkatkan kesuburan dalam program hamil (promil).

    Namun, sama seperti bahan makanan pada umumnya, meski mengandung nutrisi yang baik, tauge juga bisa terpapar penyebab penyakit, seperti E. coli dan Salmonella.

    Ini karena tauge harus tumbuh di kondisi yang hangat dan lembap. Kondisi tersebut bisa memicu pertumbuhan bakteri.

    Selain itu, tauge yang ditanam oleh perkebunan yang besar berisiko terpapar air yang tercemar kotoran hewan.

    Saat dipanen dan dikemas, tauge juga masih bisa terpapar penyebab penyakit jika orang yang bertugas mengemas tauge tidak menjaga kebersihan dengan baik.

    Hal ini juga berlaku untuk tauge yang ditanam dan dipanen sendiri di rumah.

    Kacang-kacangan yang tumbuh menjadi biji tauge yang ditanam sendiri juga tetap bisa terkontaminasi kuman dan bakteri penyebab penyakit.

    Terlepas dari cara menanamnya, tauge dari biji yang terkontaminasi bakteri juga bisa menyebabkan gangguan kesehatan, bahkan hingga keracunan makanan.

    Untuk itu, penting agar memastikan tauge yang ingin dikonsumsi sudah bersih dari segala penyebab penyakit.

    Berdasarkan saran dari seorang ahli gizi, Mira Ilic, kepada Cleveland Clinic, cara yang paling aman untuk mengonsumsi tauge adalah dengan memasaknya.

    Artinya, sebaiknya jangan makan tauge saat masih mentah.

    Untuk sebagian orang, rasa tauge mungkin tidak akan seenak saat mentah karena sudah tidak garing. Namun, cara yang paling aman untuk makan tauge adalah dengan memasaknya.

    Mira Ilic kepada Cleveland Clinic

    Ia juga menambahkan, tauge mungkin akan kehilangan beberapa vitamin dan mineral saat dimasak.

    Namun, nutrisi yang hilang hanya sebagian kecil saja, sedangkan sebagian besar lainnya masih akan terkandung dalam tauge meski sudah dimasak.

    Tauge sendiri bisa dimasak dengan berbagai macam cara, misalnya direbus, ditumis, atau dikukus.

    Namun, sebelum dimasak, sangat penting untuk mencuci tauge terlebih dahulu. Cuci tauge dengan air mengalir yang terjamin kebersihannya.

    Sementara untuk menyimpan tauge, segera simpan di dalam kulkas.

    Pastikan hanya menggunakan dan menyimpan tauge yang masih segar. Tauge yang sudah layu, tidak garing, dan berbau apek sebaiknya jangan digunakan dan segera dibuang.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Damar Upahita

    General Practitioner · None


    Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 18/11/2022

    Iklan
    Iklan
    Iklan
    Iklan