Tanda Gagal Ovulasi, Pembuahan, dan Implantasi yang Bikin Susah Hamil

Tanda Gagal Ovulasi, Pembuahan, dan Implantasi yang Bikin Susah Hamil

Ada banyak faktor yang membuat seorang wanita sulit mendapatkan kehamilan dan keturunan. Tiga dari semua faktor tersebut di antaranya kegagalan dalam ovulasi, pembuahan, dan implantasi. Adakah tanda ovulasi, pembuahan, dan implantasi gagal yang bisa diketahui?

Mengenal penyebab dan tanda ovulasi gagal

Ovulasi gagal adalah kondisi ketika sel telur tidak diproduksi dan dilepaskan (ovulasi) dari ovarium. Kondisi ini bisa disebut juga dengan anovulasi.

Biasanya, proses ovulasi terjadi pada hari ke-14 dari siklus menstruasi normal 28 hari. Namun, proses ovulasi ini bisa lebih cepat atau lama tergantung pada siklus menstruasinya.

Proses ovulasi itu sendiri dibutuhkan dalam proses pembentukan kehamilan. Telur yang dilepaskan dari ovarium akan dibuahi oleh sperma yang kemudian membentuk embrio dan selanjutnya janin.

Oleh karena itu, seorang wanita yang mengalami kegagalan ovulasi akan sulit mendapatkan kehamilan.

Bahkan, melansir Stanford University, gangguan ovulasi adalah salah satu alasan paling umum mengapa wanita tidak dapat hamil, dan merupakan 30% penyebab dari infertilitas wanita.

1. Penyebab ovulasi gagal

mengatasi nyeri ovulasi

Ovulasi yang gagal bisa terjadi karena berbagai penyebab. Berikut adalah berbagai penyebab dari kegagalan ovulasi pada wanita.

  • Sindrom ovarium polikistik (Polycystic Ovary Syndrome/PCOS), yaitu kondisi yang menyebabkan tubuh wanita membuat kelebihan hormon pria, sehingga mengganggu proses pematangan sel telur.
  • Kerusakan pada hipotalamus, yaitu bagian otak yang memicu proses pematangan sel telur di ovarium.
  • Kerusakan pada kelenjar hipofisis, yang berperan dalam produksi dan pelepasan hormon FSH dan LH untuk mematangkan sel telur.
  • Cedera pada ovarium, misal akibat operasi kista ovarium berulang.
  • Menopause dini.
  • Memiliki kekurangan atau kelebihan berat badan, termasuk obesitas.
  • Stres.
  • Aktivitas atau latihan fisik berat yang dilakukan secara teratur.

2. Tanda ovulasi gagal

Wanita yang mengalami ovulasi gagal akibat penyebab di atas umumnya menunjukkan beberapa tanda, ciri, atau gejala, seperti berikut ini.

  • Haid yang tidak teratur.
  • Tidak menstruasi pada satu atau lebih periode tanpa hamil (amenore).
  • Darah haid yang keluar sedikit atau sangat banyak.
  • Memiliki suhu basal tubuh (suhu saat benar-benar beristirahat) yang tidak teratur.
  • Lendir serviks tidak normal, misal kurang atau tidak keluar sama sekali.

Selain tanda di atas, wanita yang mengalami ovulasi gagal akibat PCOS juga mungkin memiliki gejala lainnya, seperti pertumbuhan rambut yang berlebih, terutama di bibir atas dan dagu.

Berbagai tanda pembuahan gagal yang bisa diketahui

Jika proses ovulasi tidak gagal, sel telur yang dilepaskan dari ovarium akan berjalan menuju tuba falopi.

Di tuba falopi inilah, sel telur yang sudah matang akan bertemu dan dibuahi oleh sperma yang kemudian berkembang menjadi embrio.

Meski begitu, pada beberapa wanita, embrio bisa tidak atau berhenti berkembang sehingga hanya meninggalkan kantung kehamilan yang kosong.

Ini artinya pembuahan telah gagal. Adapun kondisi ini bisa juga disebut sebagai blighted ovum.

Blighted ovum adalah penyebab paling umum dari keguguran. Baby Center menyebut, terhitung setengah dari semua keguguran pada trimester pertama terjadi karena kondisi ini.

Penyebab pembuahan gagal terkait blighted ovum tak diketahui secara pasti. Namun, para ahli menduga ini terjadi karena kelainan kromosom pada sel telur yang dibuahi.

Meski pembuahan gagal, wanita dengan blighted ovum biasanya memiliki hasil tes kehamilan positif dan merasakan tanda-tanda hamil yang umum, seperti berikut ini.

  • Mual dan muntah.
  • Payudara bengkak.
  • Kelelahan.

Setelah itu, beberapa wanita dengan pembuahan gagal juga akan mengalami tanda-tanda keguguran, seperti keluarnya bercak atau perdarahan dari vagina.

Beberapa gejala dan tanda lainnya juga mungkin akan dirasakan seiring dengan penurunan kadar hormon kehamilan, seperti berikut ini.

  • Kram perut.
  • Ukuran rahim tidak tumbuh.
  • Tidak ada detak jantung janin.
  • Hasil USG hanya menunjukkan kantung kehamilan kosong.

Memahami tanda-tanda implantasi gagal

pengalaman kehamilan ektopik

Pada proses pembentukan kehamilan, setelah ovulasi dan terjadi pembuahan, blastocyst (embrio yang berusia 5 – 6 hari) akan terbentuk.

Blastocyst ini kemudian akan menempel ke dinding rahim untuk membentuk kehamilan. Proses menempelnya embrio ke dinding rahim ini disebut juga implantasi.

Sama seperti ovulasi dan pembuahan, proses implantasi embrio ke dinding rahim juga bisa gagal sehingga kehamilan tidak bisa berlanjut.

Umumnya, kegagalan implantasi ini terjadi karena faktor kehamilan ektopik. Ini merupakan kondisi ketika blastocyst berimplantasi dan tumbuh di luar rongga utama rahim.

Wanita yang mengalami implantasi gagal akibat kehamilan ektopik umumnya juga akan merasakan tanda-tanda awal kehamilan, seperti telat haid, payudara bengkak, dan mual.

Selain itu, gejala atau tanda terkait kehamilan ektopik juga akan muncul, seperti di bawah ini.

  • Nyeri panggul.
  • Perdarahan ringan dari vagina.
  • Nyeri bahu.
  • Dorongan untuk buang air besar atau tidak nyaman saat buang air kecil dan buang air besar.
  • Kepala kliyengan hebat atau pingsan (tanda darurat).

Meski begitu, pada beberapa wanita, tanda implantasi gagal bisa tidak terasa.

Oleh karena itu, memeriksakan kondisi kehamilan Anda ke dokter penting untuk mengurangi risiko yang membahayakan kesehatan Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Anovulation. Fertility.womenandinfants.org. (2022). Retrieved 25 August 2022, from https://fertility.womenandinfants.org/services/women/anovulation

Anovulation: Signs, Symptoms, Causes & Treatment. Cleveland Clinic. (2022). Retrieved 25 August 2022, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21698-anovulation

Blastocyst. Mayo Clinic. (2022). Retrieved 25 August 2022, from https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/in-vitro-fertilization/multimedia/blastocyst/img-20008646

Blastocyst: Definition, Stage & Implantation. Cleveland Clinic. (2022). Retrieved 25 August 2022, from https://my.clevelandclinic.org/health/body/22889-blastocyst

Blighted ovum | BabyCenter. BabyCenter. (2022). Retrieved 25 August 2022, from https://www.babycenter.com/pregnancy/health-and-safety/early-pregnancy-failure-blighted-ovum_1355753

Blighted ovum: What causes it?. Mayo Clinic. (2022). Retrieved 25 August 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pregnancy-loss-miscarriage/expert-answers/blighted-ovum/faq-20057783

Ectopic pregnancy – Symptoms and causes. Mayo Clinic. (2022). Retrieved 25 August 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ectopic-pregnancy/symptoms-causes/syc-20372088

Ectopic pregnancy. nhs.uk. (2022). Retrieved 25 August 2022, from https://www.nhs.uk/conditions/ectopic-pregnancy/

How Does Pregnancy Happen? | Pregnancy Symptoms & Signs. Plannedparenthood.org. (2022). Retrieved 25 August 2022, from https://www.plannedparenthood.org/learn/pregnancy/how-pregnancy-happens

Failure of ovulation | The Shropshire and Mid Wales Fertility Centre. Shropshireivf.nhs.uk. (2022). Retrieved 25 August 2022, from https://www.shropshireivf.nhs.uk/about-fertility/causes-of-infertility/failure-of-ovulation/

What Causes Female Infertility?. Web.stanford.edu. (2022). Retrieved 25 August 2022, from https://web.stanford.edu/class/siw198q/websites/reprotech/New%20Ways%20of%20Making%20Babies/Causefem.htm

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ihda Fadila Diperbarui Sep 01
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto