Bagaimana Cara Merencanakan Kehamilan Selepas Pil KB?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Anda telah bertahun-tahun menggunakan pil KB, namun sekarang Anda berencana untuk menghentikan resepnya karena Anda sudah mantap merencanakan kehamilan. Berjuta pertanyaan kini mondar-mandir dalam pikiran Anda: Apakah setelah tahunan mengonsumsi kontrasepsi hormon kesuburan saya akan terganggu? Apakah saya bisa langsung hamil?

Pil KB tidak akan mempengaruhi kesuburan Anda

Pil KB tidak mempengaruhi kesuburan Anda sehingga Anda akan kembali ke berapapun tingkat kesuburan normal Anda dalam beberapa bulan. Faktanya, Dr. Jennifer Landa, MD, Kepala Dinas Kesehatan BodyLogicMD, dan penulis The Sex Drive Solution for Women: Dr. Jen’s Power Plan to Fire Up Your Libido, dilansir dari Everyday Family, mengatakan bahwa dalam beberapa kasus tertentu, pil KB justru dapat memperkuat kesuburan, terutama pada mereka yang memiliki siklus tidak beraturan yang kini menjadi lebih teratur setelah kontrasepsi oral.

Pil KB bekerja dengan cara mencegah pembuahan — tanpa sel telur, Anda tidak bisa hamil. Setelah Anda menghentikan dosis Anda, tubuh akan membersihkan hormon dengan cepat, biasanya dalam beberapa hari. Kondisi ini akan “mengagetkan” tubuh Anda dan normal bagi Anda untuk mengalami bercak perdarahan non-menstruasi, sebagai efek dari perubahan hormon dalam sistem. Ketika hormon hilang, tubuh Anda perlu mulai dari awal lagi untuk dapat kembali berfungsi normal — seperti tombol restart pada komputer. Ini berarti tubuh akan mulai memproduksi folikel lagi, yang akhirnya membawa Anda ke ovulasi.

Akan tetapi, jika Anda memiliki masalah dengan ovulasi sejak sebelum Anda memulai pil maka masalah yang sama mungkin akan kembali ke permukaan. Beberapa wanita mengonsumsi kontrasepsi oral untuk mengatasi periode mentruasi dan ovulasi yang tidak beraturan, dan Anda tidak dapat mengharapkan kondisi ini untuk berubah total setelah Anda menghentikan pil KB.

Anda bisa langsung hamil setelah berhenti minum pil KB

Tidak peduli berapa lama Anda mengonsumsi pil, enam bulan atau 10 tahun, Anda dapat kembali berovulasi dengan normal. Meskipun Anda mungkin tergoda segera berhenti minum pil begitu Anda memutuskan sudah tiba saatnya untuk mencoba hamil, ini bukan cara terbaik untuk melakukannya.

Ketika membicarakan penghentian kontrasepsi hormonal, langkah terbaik yang bisa Anda lakukan adalah melengkapi siklus Anda saat ini dan lalui bercak perdarahan seperti biasa sampai mereda sendirinya. Kemudian jangan lanjutkan dosis baru. Anda dapat kembali memiliki siklus menstruasi normal Anda satu bulan ke depan setelahnya — kecuali Anda sudah mengalami ovulasi sementara itu.

Tubuh setiap orang memiliki sistem yang berbeda, tetapi umumnya tubuh akan kembali “normal” dalam waktu kurang dari 2-3 bulan setelah Anda menghentikan pil. Tidak ada patokan pasti untuk memperkirakan berapa lama yang dibutuhkan bagi Anda untuk hamil setelah menghentikan pil KB. Beberapa wanita bisa segera hamil; lainnya mungkin perlu beberapa bulan untuk hamil. Poin penting lain untuk dipertimbangkan: jika pernah mengalami kehamilan atau keguguran sebelumnya, tunggu sekitar tiga bulan untuk memberikan tubuh kesempatan untuk pulih.

Kuncinya: seks sebelum Anda berovulasi

Anda dapat meningkatkan peluang Anda untuk hamil jika Anda tahu kapan Anda sedang berovulasi (kurangi 14 hari dari panjang siklus menstruasi Anda) dan melakukan hubungan intim di sekitar waktu itu. Secara umum, pertengahan bulan adalah momen potensial untuk ovulasi dan konsepsi yang paling mungkin membuahkan hasil, sehingga jendela subur optimal adalah beberapa minggu setelah berhenti kontrasepsi.

Yang perlu dipahami, sperma dapat bertahan dalam rahim dan tuba fallopi Anda selama tiga hari, namun sel telur Anda hanya mampu bertahan hidup 12-24 jam setelah dilepaskan. Maka dari itu, berhubungan intim dengan pasangan sebelum Anda ovulasi meningkatkan kemungkinan bahwa akan ada sperma dalam rahim untuk “menyambut” kedatangan sel telur Anda saat dilepaskan.

Untuk siklus regular 28-hari — di mana puncak ovulasi Anda berada di hari ke-14 — ini yang perlu Anda lakukan:

  • Mulai berhubungan seks beberapa kali seminggu begitu menstruasi Anda usai. Frekuensi hubungan seks yang tinggi memastikan Anda tidak melewati masa subur Anda, terutama jika panjang siklus Anda bervariasi dari bulang ke bulan.
  • Buat “aturan” untuk berhubungan seks setiap dua hari sekali mulai dari hari ke-10.
  • Saat hasil dari alat prediksi ovulasi (OPK) menunjukkan hasil positif, sekitar hari 12, lakukan hubungan intim tepat di hari itu dan dua hari berikutnya berturut-turut — ini adalah hari-hari terbaik Anda dari satu bulan penuh untuk sukses hamil.

BACA JUGA:

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sederet Cara Melancarkan Jadwal Haid Agar Kembali Teratur

Haid yang tidak teratur dapat membuat rencana liburan dan program hamil sulit terwujud. Berikut cara melancarkan haid yang bisa Anda coba.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Wanita, Menstruasi 21 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Memakai Test Pack

Tes kehamilan bisa dilakukan di rumah menggunakan test pack. Namun, perhatikan petunjuk penggunaan karena bisa saja Anda salah menggunakan test pack.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Masalah Kesuburan, Kesuburan, Kehamilan 21 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Apa Bedanya Bercak Darah Tanda Hamil atau Menstruasi?

Apa bedanya bercak darah dari tanda hamil atau menstruasi? Pasalnya, keduanya cukup mirip. Temukan ciri dan perbedaan flek darah yang terjadi pada Anda!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit