Refleksi Kaki Saat Hamil Bisa Redakan Lelah, Tapi Ada Syaratnya Supaya Aman

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30 September 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Ketika Anda pegal-pegal dan lelah, refleksi kaki memang kedengarannya bisa jadi solusi yang tepat. Namun, bagaimana kalau Anda sedang hamil? Apakah ibu hamil boleh melakukan pijat refleksi kaki?

Pijat refleksi sendiri merupakan suatu terapi tradisional yang berawal dari China sudah sejak berabad-abad lalu. Dengan memberi tekanan pada titik-titik tertentu dalam tubuh, pijat refleksi dapat memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh. Titik-titik yang ditekan pada saat kita menjalani pijat refleksi diyakini memiliki kaitan erat dengan organ-organ di dalam tubuh.

Pijat refleksi merupakan salah satu terapi tambahan yang dapat diberikan selama masa kehamilan. Pijat refleksi dapat mengurangi keluhan-keluhan seputar kaki yang sering kali dirasakan pada saat hamil.

Misalnya saja kaki pegal, kram pada kaki, maupun kaki yang bengkak. Selain itu, refleksi juga mampu membantu mengurangi beban pada sendi tubuh, memperlancar aliran darah, dan membantu proses relaksasi sehingga kualitas tidur akan menjadi lebih baik.

Pijat refleksi terbukti dapat mengurangi rasa lelah ibu hamil

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Clinical and Diagnostic Research pada tahun 2017, para ahli menemukan bahwa pijat refleksi pada telapak kaki dapat mengurangi rasa lelah yang dirasakan oleh ibu.

Penelitian ini melibatkan ratusan wanita berusia 18 hingga 35 tahun yang hamil pertama kalinya dengan usia kandungan antara 19 sampai 29 minggu. Para peserta kemudian dibagi menjadi dua, yaitu kelompok kontrol yang tidak mendapatkan perlakuan apa pun dan kelompok yang menerima pijat refleksi pada telapak kaki.

Pada penelitian ini, refleksi kaki dilakukan sebanyak dua kali seminggu selama lima minggu. Setiap sesinya berlangsung selama 30 sampai 45 menit. Setelah penelitian berakhir, para wanita hamil yang mendapatkan pijat refleksi menyatakan bahwa rasa lelah yang mereka rasakan berkurang secara signifikan jika dibandingkan dengan kelompok wanita hamil yang tidak mendapatkan pijat refleksi kaki.

Apakah refleksi kaki saat hamil aman?

Wanita pada trimester pertama atau trimester tiga kehamilan tentu harus lebih berhati-hati jika ingin melakukan pijat refleksi. Mengapa begitu? Ini karena penekanan pada titik-titik tertentu di kaki dapat meningkatkan aliran darah ke rahim, menyebabkan perubahan reaksi hormon,  hingga memicu terjadinya kontraksi rahim. Hal ini tentu bahaya kalau Anda masih berada dalam trimester pertama kehamilan.

Jadi, berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter kandungan untuk menilai keamanan kandungan Anda sebelum melakukan pijat refleksi. Ingat, sampaikan pada terapis yang akan memijat Anda bahwa anda sedang dalam kondisi hamil. Terapis yang sudah terlatih dan profesional biasanya akan langsung tahu titik-titik mana saja yang perlu dihindari saat memijat kaki ibu hamil.

Jadi, titik pijat mana saja yang harus dihindari pada saat hamil?

Apabila dokter telah mengizinkan Anda untuk melakukan refleksi kaki, tidak ada salahnya bagi Anda untuk memastikan lagi kepada terapis mengenai titik-titik yang sebaiknya dihindari pada saat hamil karena dapat merangsang munculnya kontraksi rahim.

Simak gambar berikut ini untuk mengetahui enam titik tekanan yang sebaiknya dihindari pada saat hamil karena dapat merangsang kontraksi pada rahim.

Sumber: Healthline

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Manfaat Minyak Kelapa untuk Bayi, Mulai dari Mengatasi Eksim Sampai Melebatkan Rambut

Minyak kelapa atau virgin coconut oil (VCO) memang sudah terkenal khasiatnya, bahkan untuk sang buah hati. Inilah berbagai khasiat minyak kelapa untuk bayi.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Mengenal 4 Tahap Perkembangan Jantung Janin di Tiap Trimester

Mendengar detak jantung janin merupakan hal berkesan bagi calon orangtua. Tapi seperti apa perkembangan jantung janin dalam kandungan? Intip di sini, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 2 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit

Kenapa Gerakan Janin Berkurang Menjelang Persalinan?

Memasuki minggu ke-16, janin akan semakin aktif bergerak. Namun, menjelang persalinan, gerakan bayi akan berkurang. Apa sebabnya, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Trimester 3, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 1 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Pengalaman 4 Kali Gagal Program Bayi Tabung, Kini Kami Dianugerahi 4 Bayi Kembar

Program kehamilan normal tak bisa kami jalani sebagaimana pasangan lainnya. Kami terpaksa mengikuti program bayi tabung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Menanti Momongan 1 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pijat payudara

Buat Para Suami, Ini 7 Tips Pijat Payudara untuk Seks yang Lebih Panas

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
demam tanda hamil

Apakah Demam Dapat Berarti Salah Satu Tanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Jessica Yulianti
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
cara membaca hasil usg

Agar Lebih Akurat, Begini Cara Membaca Hasil USG Kehamilan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 9 menit
hamil tua tapi belum kontraksi

Sudah Masuk Usia Hamil Tua, Tapi Kok Belum Kontraksi? Apakah Perlu Cemas?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit