home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Jongkok Lama Saat Hamil, Boleh Atau Tidak, Sih?

Jongkok Lama Saat Hamil, Boleh Atau Tidak, Sih?

Jongkok lama saat hamil, sebenarnya boleh atau tidak? Tidak jarang ibu hamil yang mempermasalahkan hal tersebut. Memang mudah melakukan jongkok ketika sedang tidak hamil, tetapi bagi ibu hamil melakukan jongkok tidak semudah itu. Apalagi, perutnya yang semakin membesar membuat ia kesusahan jongkok. Jadi, boleh atau tidak jongkok lama saat hamil? seberapa lama jongkok yang boleh dilakukan oleh ibu hamil? apakah ada efek sampingnya bagi kehamilan?

Jongkok lama saat hamil, boleh atau tidak?

Salah satu kegiatan yang membuat ibu jongkok lama saat hamil adalah ketika BAB. Rata-rata orang Indonesia sudah terbiasa menggunakan toilet jongkok, sehingga sebagian besar memang lebih memilih toilet jongkok dibandingkan dengan toilet duduk. Lalu apakah jongkok boleh dilakukan oleh ibu hamil?

Jawabannya adalah iya, jongkok lama saat hamil yang dilakukan ketika BAB tidak hanya memperlancar saluran sistem pencernaan serta mencegah konstipasi saja. Tetapi, menurut para ahli menyebutkan bahwa jongkok juga dapat menjadi latihan ibu untuk menghadapi persalinan kelak. Dengan jongkok lama saat hamil dapat memperkuat otot panggul yang sangat penting ketika menjalani persalinan normal. Walaupun begitu, ibu yang jongkok lama saat hamil harus tetap waspada, apalagi ketika BAB di toilet. Berikut adalah tips aman untuk ibu yang jongkok lama saat hamil, ketika sedang di toilet:

  • Periksa apakah toilet bersih, kering, dan tidak licin
  • Pakailah alas kaki yang memiliki bantalan untuk mencegah agar tidak tergelincir karena licin.
  • Pastikan juga kamar mandi memiliki ventilasi dan penerang yang cukup.
  • Jika Anda tidak nyaman dengan posisi jongkok tersebut karena ukuran perut yang semakin membesar, maka sediakan pegangan yang kuat agar Anda dapat memegang pegangan tersebut selama jongkok. Hal ini juga mencegah supaya Anda tidak tergelincir.
  • Apabila Anda mengalami sembelit, usahakan untuk tidak ‘ngeden’ terlalu keras, periksakan hal ini ke dokter agar sembelit Anda diobati.
  • Tetap waspada, jika mengalami gejala seperti lelah, pusing, atau sakit saat jongkok maka lebih baik untuk memeriksakan diri ke dokter.

Manfaat lain dari jongkok lama saat hamil

Selain untuk mempersiapkan proses persalinan agar lebih lancar, latihan jongkok lama saat hamil ini memiliki manfaat lain seperti:

  • Meningkatkan kekuatan otot panggul dan perut
  • Mencegah ibu mengalami sakit punggung dan panggul
  • Bokong menjadi lebih terbentuk

Bahkan dalam berbagai penelitian disebutkan bahwa latihan jongkok adalah olahraga yang paling bermanfaat untuk ibu hamil dan Anda sudah dapat melakukannya dari kehamilan berusia 5-40 minggu.

Lalu kapan ibu tidak boleh jongkok lama saat hamil?

Ada beberapa waktu tertentu yang membuat ibu tidak boleh jongkok saat hamil, yaitu

  • Posisi bayi sungsang dan usia kehamilan memasuki usia 30 minggu. Saat Anda mengetahui bahwa bayi yang Anda kandung sungsang – posisi kaki di bawah dan kepala di atas – maka Anda tidak diperbolehkan untuk jongkok. Jongkok hanya akan membuat posisi bayi yang sungsang semakin sulit kembali ke posisi normalnya.
  • Merasa nyeri. Apabila Anda merasakan sakit dan nyeri setelah jongkok maka Anda harus menghentikan latihan jongkok tersebut. lakukan latihan ini dengan perlahan dan biarkan tubuh Anda beradaptasi. Semakin sering Anda latihan jongkok lama saat hamil maka akan semakin kuat otot-otot tubuh Anda.
  • Memiliki kondisi medis tertentu. Apabila Anda mengalami kondisi medis tertentu dan disarankan untuk tidak jongkok, maka jangan melakukannya. Bahkan untuk BAB pun lebih baik menggunakan toilet duduk.

Jangan memaksakan diri, yang terpenting adalah melakukannya setiap hari. Walaupun Anda tidak dapat melakukannya terlalu lama, tetapi lakukan latihan jongkok ini secara rutin.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

American Pregnancy Association. (2013). Exercise During Pregnancy: Safety, Benefits & Guidelines. [online] Available at: http://americanpregnancy.org/pregnancy-health/exercise-during-pregnancy/  [Accessed 1 Feb. 2017].

Baby Center. (2017). Is it safe to use a squat toilet during pregnancy?. [online] BabyCenter. Available at: http://www.babycenter.in/x1022935/is-it-safe-to-use-a-squat-toilet-during-pregnancy  [Accessed 1 Feb. 2017].

Parents. (2017). Ins and Outs of Squatting Births. [online] Available at: http://www.parents.com/pregnancy/giving-birth/preparing-for-labor/squatting-birth/  [Accessed 1 Feb. 2017].

Scapens, L. (2014). Are Squats Safe to do During Pregnancy? | Pregnancy Exercise. [online] Pregnancy Exercise. Available at: http://www.pregnancyexercise.co.nz/dont-squat-during-pregnancy/  [Accessed 1 Feb. 2017].

 


Foto Penulis
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M
Tanggal diperbarui 09/02/2017
x