home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Jongkok Lama Saat Hamil, Boleh atau Tidak?

Jongkok Lama Saat Hamil, Boleh atau Tidak?

Memang mudah melakukan jongkok ketika sedang tidak hamil, tetapi rasanya akan berbeda saat sedang masuk fase kehamilan. Sebagian ibu hamil merasa khawatir dengan aktivitas jongkok, seperti sedang buang air besar. Seperti apa aturan jongkok saat hamil? Berapa lama waktu ibu jongkok saat sedang hamil? Berikut penjelasannya.

Jongkok lama saat hamil membantu persalinan

Sebagian besar orang Asia, terutama Indonesia, sudah terbiasa menggunakan toilet jongkok, sehingga sebagian lebih memilih toilet jongkok daripada duduk.

Posisi jongkok mungkin terlihat ketinggalan zaman, kuno, dan sangat primitif. Namun, bagi ibu hamil, posisi jongkok justru memiliki manfaat.

Hasil penelitian dari International Journal of Reproduction, Contraception, Obstetrics, and Gynecology menjelaskan manfaat jongkok lama saat hamil.

Peneliti dalam penelitian tersebut melakukan observasi pada ibu hamil usia 28-32 tahun. Responden terbagi menjadi dua kelompok, 50 ibu hamil sering menggunakan toilet duduk, 50 lainnya toilet jongkok.

Ada perbedaan kondisi kesehatan ibu hamil yang menggunakan toilet duduk dan jongkok, meski tidak terlalu besar.

Sebagai contoh, hanya 2 persen ibu hamil yang sering menggunakan toilet jongkok lama saat buang air mengalami sembelit. Sementara itu, 6 persen ibu yang memakai toilet duduk mengalami sembelit.

Selain itu, ibu yang menggunakan toilet jongkok menjalani proses kelahiran normal atau pervaginam sebanyak 94 persen. Sementara ibu yang menggunakan toilet duduk 86 persen.

Ibu hamil tidak perlu khawatir dengan posisi jongkok lama saat hamil karena baik untuk mencegah sembelit saat hamil dan posisi janin.

Mengutip dari American Pregnancy Association, jongkok saat trimester ketiga kehamilan atau jelang persalinan, mampu membuka panggul dan membantu janin untuk turun.

Selain untuk mempersiapkan proses persalinan agar lebih lancar, latihan jongkok lama saat sedang mengandung memiliki manfaat lain seperti:

Jongkok adalah olahraga yang paling bermanfaat untuk ibu hamil dan ibu sudah dapat melakukannya dari kehamilan berusia 5-40 minggu.

Hal yang perlu ibu hamil perhatikan saat jongkok lama

Walau begitu, ibu harus tetap waspada saat jongkok, terutama ketika buang air besar.

Berikut adalah tips aman untuk ibu hamil yang jongkok lama ketika sedang di toilet.

  • Periksa toilet dan pastikan dalam keadaan bersih, kering, juga tidak licin.
  • Pakai alas kaki yang memiliki bantalan agar tidak terpeleset.
  • Pastikan kamar mandi memiliki ventilasi dan penerangan yang cukup.
  • Sediakan pegangan yang kuat agar dapat memegang pegangan tersebut selama jongkok.
  • Kalau sembelit, usahakan untuk tidak mengejan terlalu keras untuk menghindari ambeien.

Segera periksa ke dokter jika mengalami gejala seperti lelah, pusing, atau sakit saat jongkok.

Kondisi yang membuat ibu tidak perlu jongkok lama saat hamil

Meski jongkok saat sedang mengandung memiliki manfaat untuk ibu dan janin, ada beberapa kondisi yang membuat ibu sebaiknya tidak terlalu lama jongkok.

Berikut beberapa waktu tertentu yang membuat ibu tidak boleh jongkok saat hamil.

Posisi bayi sungsang saat usia kehamilan memasuki usia 30 minggu

Saat mengetahui bahwa bayi yang ibu kandung sungsang (posisi kaki di bawah dan kepala di atas) saat kehamilan 30 minggu, dokter biasanya tidak memperbolehkan untuk jongkok terlalu lama.

Pasalnya, jongkok hanya akan membuat posisi bayi yang sungsang semakin sulit kembali ke posisi normalnya. Padahal, saat kehamilan 30 minggu, posisi janin masih bisa berubah.

Dokter akan membolehkan ibu untuk latihan jongkok ketika posisi janin sudah berada di bawah.

Memiliki kondisi medis tertentu

Kalau ibu mengalami kondisi medis tertentu, seperti ambeien, sebaiknya tidak jongkok terlalu lama. Bahkan untuk BAB pun lebih baik menggunakan toilet duduk.

Jongkok terlalu lama saat hamil bagi ibu yang memiliki ambeien, justru bisa memperparah benjolan pada anus tersebut. Bahkan, ambeien bisa pecah dan memicu perdarahan.

Selama menuju persalinan, hindari untuk memaksakan diri. Hal yang penting adalah lakukan rutin semampu ibu.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Exercise During Pregnancy: Safety, Benefits & Guidelines. (2018). Retrieved 12 April 2021, from https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/is-it-safe/exercise-during-pregnancy-5451/

Singh, P., Jain, S., Rajaram, S., Rathi, V., Gupta, B., & Kalra, K. (2020). Pregnancy and labor outcomes in squat versus western style sitting toilet users: a pilot study. International Journal Of Reproduction, Contraception, Obstetrics And Gynecology, 9(11), 4601. doi: 10.18203/2320-1770.ijrcog20204818

Exercise During Pregnancy. (2021). Retrieved 12 April 2021, from https://www.acog.org/womens-health/faqs/exercise-during-pregnancy?utm_source=redirect&utm_medium=web&utm_campaign=otn

Pregnancy exercises: Your how-to guide. (2021). Retrieved 12 April 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/multimedia/pregnancy-exercises/sls-20076779?s=2

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M
Tanggal diperbarui seminggu yang lalu
x