home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kapan Boleh Hamil Lagi Setelah Hamil di Luar Kandungan (Ektopik)?

Kapan Boleh Hamil Lagi Setelah Hamil di Luar Kandungan (Ektopik)?

Selama masa kehamilan, tak jarang Anda menemui berbagai komplikasi. Mulai dari yang ringan sampai komplikasi berat. Nah, salah satu permasalahan dalam kehamilan yang tidak biasa, yakni hamil di luar kandungan. Bila Anda pernah mengalami masalah ini, mungkin akan muncul banyak pertanyaan dalam benak Anda: “Mungkinkah saya masih bisa hamil lagi? Kapan waktu yang tepat untuk hamil lagi setelah hamil di luar kandungan?”. Cari tahu jawabannya di bawah ini.

Apa yang terjadi pada tubuh setelah hamil di luar kandungan?

Kehamilan membutuhkan serangkaian proses panjang. Pada proses yang ideal, sel telur yang siap untuk dibuahi akan berjalan keluar dari tuba falopi menuju ke rahim. Namun, dalam kasus kehamilan di luar kandungan atau yang biasa disebut sebagai kehamilan ektopik, sel telur yang telah dibuahi tidak menempel pada dinding rahim. Melainkan akan menempel pada rongga perut, tuba falopi, maupun leher rahim.

Padahal, sel telur yang telah dibuahi tidak mungkin menempel dengan baik bila tidak berada di dinding rahim. Dilansir dari Healthline, kehamilan di luar kandungan terjadi pada sekitar 1 dari 50 kehamilan hingga 20 dari 1.000 kehamilan.

Kehamilan di luar kandungan sering kali berujung pada abortus (keguguran). Sebab bila sel telur tumbuh di bagian selain rahim, janin tidak dapat berkembang dengan baik sehingga tak jarang menyebabkan kematian embrio ataupun janin. Bila kehamilan ini tidak ditangani dengan baik, Anda mungkin mengalami berbagai komplikasi dan masalah kesehatan.

Kapan waktu yang tepat jika ingin hamil lagi setelah hamil di luar kandungan?

Meski terlihat menakutkan, tapi ternyata masih ada kemungkinan untuk hamil lagi setelah hamil di luar kandungan sebelumnya. Yang Anda butuhkan adalah pemulihan diri dan kesiapan untuk mencoba hamil kembali.

Sebenarnya tidak ada bukti jelas yang menentukan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk bisa hamil lagi setelah hamil di luar kandungan. Statistik menunjukkan ada kemungkinan hamil kembali setelah hamil di luar kandungan, sebesar 65 persen jika Anda memberi jeda waktu 18 bulan pasca kehamilan ektopik.

Penelitian lain bahkan menunjukkan peningkatan presentase hingga 85 persen bila memberikan selang waktu selama 2 tahun setelah kehamilan ektopik.

Dilansir dari laman The Ectopic Pregnancy Trust, ahli medis menyarankan untuk menunggu selama 3 bulan atau sekitar dua kali siklus menstruasi. Hal ini dimaksudkan untuk memungkinkan siklus menstruasi Anda kembali normal dulu sebelum memulai kehamilan berikutnya.

Pada kasus lainnya, jika Anda mendapatkan suntikan methotrexate, Anda harus menunggu hingga kadar hCG (hormon yang diproduksi pada masa kehamilan) turun hingga di bawah 5 mlU per mililiter saat tes darah. Pasalnya, methotrexate dapat menurunkan kadar folat dalam tubuh yang sebenarnya berperan penting dalam proses tumbuh kembang bayi. Oleh karena itu, Anda dianjurkan untuk minum suplemen asam folat selama 12 minggu sebelum mencoba hamil kembali.

Apa kemungkinan yang terjadi setelah hamil di luar kandungan?

Sebenarnya kondisi yang ditimbulkan setelah hamil di luar kandungan tergantung pada kondisi organ reproduksi Anda. Bila kedua tuba falopi, atau bahkan tersisa satu, masih dalam keadaan baik, maka sangat mungkin bagi sel telur untuk dibuahi secara normal.

Tindakan operasi pada daerah perut dapat menyebabkan luka pada saluran tuba falopi. Maka hal ini juga memungkinkan kehamilan ektopik terjadi lagi. Untuk itu, ada baiknya Anda bicarakan dengan dokter bila perlu untuk melakukan perawatan kesuburan.

Apakah kehamilan ektopik bisa dicegah?

Sebenarnya tidak ada cara yang bisa menjamin 100 persen Anda tidak akan hamil di luar kandungan. Untungnya, Anda bisa mengurangi risiko kehamilan ektopik dengan cara melakukan perawatan kesehatan reproduksi dengan baik. Misalnya dengan tidak berganti-ganti pasangan seksual, sebab hal ini bisa menyebabkan penyakit kelamin hingga peradangan pada saluran tuba falopi.

Jangan lupa juga untuk rutin mengonsultasikan kesehatan Anda dengan dokter, termasuk melakukan pemeriksaan ginekologi (saluran reproduksi pada wanita). Anda juga perlu menerapkan gaya hidup sehat, berhenti merokok, mengonsumsi makan bergizi, olahraga teratur, istirahat yang cukup, serta mengelola stres.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Ectopic Pregnancy. https://www.healthline.com/health/pregnancy/ectopic-pregnancy Diakses pada 6 Maret 2018.

Trying to Conceive After an Ectopic Pregnancy. https://www.ectopic.org.uk/patients/trying-to-conceive/ Diakses pada 6 Maret 2018.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal diperbarui 22/03/2018
x