backup og meta
Kategori

16

Tanya Dokter
Simpan
Cek Kondisi
Konten

Keluar Darah Setelah Berhubungan Saat Hamil, Bahayakah?

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita · General Practitioner · None


Ditulis oleh Indah Fitrah Yani · Tanggal diperbarui 2 minggu lalu

Keluar Darah Setelah Berhubungan Saat Hamil, Bahayakah?

Keluar darah setelah berhubungan saat hamil tentu bisa membuat Anda dan pasangan khawatir karena mungkin jadi pertanda Anda mengalami keguguran

Sebenarnya, apakah berhubungan saat hamil berbahaya bagi kandungan? Apa yang sebaiknya Anda lakukan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, simak penjelasan di bawah ini.

Apa penyebab keluar darah setelah berhubungan saat hamil?

Selama kehamilan, pasokan darah ke organ reproduksi wanita meningkat secara drastis. Darah akan menyalurkan oksigen dan gizi yang optimal bagi perkembangan bayi.

Untuk memenuhi peningkatan suplai darah ini, tubuh membentuk banyak pembuluh darah halus di sekitar vagina.

Banyaknya gerakan saat berhubungan intim bisa menyebabkan pembuluh darah halus tersebut pecah. Akibatnya, keluar sedikit bercak darah setelah berhubungan saat hamil.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), kondisi ini dapat terjadi pada 15–25% ibu hamil, terutama selama 12 minggu pertama kehamilan.

Anda tidak perlu khawatir berlebihan karena darah yang keluar setelah berhubungan bukan berasal dari janin yang mati di dalam kandungan, melainkan dari pembuluh darah.

Perdarahan seperti ini biasanya tidak berbahaya. Anda dan pasangan tetap boleh berhubungan intim selama masa kehamilan berlangsung.

Namun, sebaiknya sampaikan hal ini kepada pasangan agar ia lebih berhati-hati, apalagi bila keluarnya darah setelah hubungan intim terjadi saat hamil muda.

Selain itu, Anda dan pasangan bisa mencoba mengganti posisi bercinta saat hamil yang dirasa lebih nyaman. Jika Anda lebih rileks, potensi keluarnya bercak darah bisa lebih dicegah.

Vagina berdarah saat hamil, apakah artinya keguguran?

bercak darah saat tidak sedang haid

Salah satu kekhawatiran utama yang berhubungan dengan keluar darah setelah berhubungan saat hamil adalah keguguran.

Padahal, berhubungan intim saat hamil merupakan kegiatan yang aman dan boleh dilakukan secara rutin.

Kandungan Anda dilindungi dengan baik oleh kantong ketuban sehingga aman dari benturan dan tekanan yang berasal dari luar tubuh.

Lantas, apakah keluar darah saat hamil muda setelah berhubungan adalah tanda keguguran?

Dikutip dari Mayo Clinic, hal ini tidaklah benar. Pada dasarnya, penyebab keguguran bukanlah karena hubungan badan, melainkan perkembangan janin yang tidak normal.

Apalagi bila darah yang keluar hanya berupa bercak atau flek, sebenarnya Anda pun tidak perlu terlalu cemas.

Meski begitu, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk menunda hubungan intim bila Anda mempunyai riwayat melahirkan prematur, keguguran berulang, atau masalah plasenta.

Jika pernah mengalami kondisi-kondisi tersebut, ibu hamil disarankan menunda berhubungan intim selama trimester pertama untuk berjaga-jaga.

Artikel terkait

Perlukah memeriksakan diri ke dokter?

Meskipun wajar jika Anda keluar darah setelah berhubungan intim saat hamil, sebaiknya tetap laporkan hal ini kepada dokter kandungan.

Lebih amannya, laporkan setiap perdarahan vagina yang Anda alami pada setiap tahap kehamilan.

Walaupun kemungkinan keguguran kecil, perdarahan vagina setelah berhubungan intim selama kehamilan bisa menandakan masalah lain.

Keluarnya darah dalam jumlah banyak bisa saja disebabkan oleh komplikasi kehamilan serius, seperti terlepasnya plasenta dari dinding rahim (solusio plasenta).

Maka dari itu, sebaiknya Anda waspada bila darah yang keluar setelah berhubungan intim saat hamil diikuti oleh salah satu atau beberapa gejala berikut ini.

  • Kram perut yang terjadi terus-menerus.
  • Nyeri hebat di sekitar panggul dan perut bawah.
  • Darah dari vagina mengucur dengan deras, baik terasa sakit maupun tidak.
  • Cairan vagina mengandung gumpalan jaringan.
  • Demam tinggi lebih dari 38º Celsius (℃) dengan atau tanpa gejala menggigil.
  • Timbul kontraksi rahim setelah aktivitas intim tetapi tidak hilang bahkan setelah aktivitas ini telah lama usai.

Anda sebaiknya mengenakan pembalut tipis (pantyliner) ketika sering mengalami bercak darah. Tujuannya untuk melacak perdarahan, baik setelah berhubungan maupun tidak.

Perhatikan berapa banyak darah yang keluar, warnanya seperti apa, dan apakah darah mengandung gumpalan atau tidak.

Bahkan bila perlu, bawalah sampel darah tersebut untuk diperiksa lebih lanjut oleh dokter kandungan.

Namun, bila darah yang keluar setelah berhubungan intim saat hamil muda mengucur dengan deras, segeralah mencari pertolongan ke rumah sakit terdekat.

Kesimpulan

  • Darah yang keluar setelah berhubungan intim saat hamil biasanya berasal dari pembuluh darah halus yang pecah. Kondisi ini tidak berbahaya asalkan tidak disertai gejala serius.
  • Berhubungan intim saat hamil aman serta tidak berisiko memicu keguguran karena janin di dalam rahim dilindungi oleh kantong ketuban.
  • Segera hubungi dokter Anda bila perdarahan ini disertai gejala serius, seperti kram perut terus-menerus, nyeri hebat, demam tinggi, dan kontraksi yang tidak kunjung usai.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.



Ditinjau secara medis oleh

dr. Damar Upahita

General Practitioner · None


Ditulis oleh Indah Fitrah Yani · Tanggal diperbarui 2 minggu lalu

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan