Benarkah Sering Main HP Saat Hamil Mengganggu Perkembangan Janin?

    Benarkah Sering Main HP Saat Hamil Mengganggu Perkembangan Janin?

    Saat hamil, ibu biasanya merasa sulit bergerak sehingga lebih sering main HP atau ponsel. Alat elektronik yang satu ini bisa menjadi teman saat sepi. Sayangnya, terlalu sering main HP berisiko mengganggu kesehatan.

    Lantas, bagaimana dengan ibu hamil yang sering main HP? Adakah efek buruknya? Agar lebih jelas, berikut penjelasannya.

    Apakah sering main HP saat hamil berisiko bahaya?

    main HP saat hamil

    Selama masa kehamilan, ibu akan lebih banyak istirahat, terutama saat memasuki trimester tiga.

    Pada fase ini, perlu semakin membesar dan ibu agak sulit untuk beraktivitas seperti biasa.

    Saat istirahat, ibu akan menjadikan ponsel atau HP menjadi alat pengusir bosan. Sayangnya, hal ini justru dapat membahayakan kesehatan janin dalam kandungan.

    Penelitian terbitan Journal of Epidemiology and Community Health menunjukkan bahwa menggunakan ponsel yang berlebihan saat hamil bisa mengganggu keterampilan anak saat lahir nanti.

    Peneliti melakukan penelitian terhadap 4.389 pasangan ibu dan anak yang menjadi responden sejak pertengahan kehamilan, yakni sekitar tahun 1999 sampai 2008.

    Hasilnya, terdapat penurunan kemampuan bahasa anak dan keterampilan motorik pada anak usia 3 tahun yang lahir dari ibu sering main HP saat hamil.

    Meski begitu, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa penggunaan ponsel selama hamil dengan perkembangan saraf anak yang ibu kandung.

    Penelitian lain dari Scientific Reports menunjukkan hasil yang tidak jauh berbeda.

    Paparan HP sebelum dan sesudah melahirkan dapat mengembangkan masalah perilaku pada anak.

    Ambil contoh, anak menjadi hiperaktif, kurang perhatian, dan sering bermasalah dengan teman sebayanya.

    Hugh Taylor dari Yale University School of Medicine membuktikan hal ini dengan uji sampel tikus yang hamil.

    Peneliti mendekatkan ponsel aktif menerima sinyal kepada 42 sampel tikus.

    Sementara itu, 42 tikus hamil lain pada HP yang mati dan tidak bisa menerima sinyal selama dua minggu.

    Hasilnya, anak tikus yang induknya terpapar radiasi HP cenderung mengalami penurunan memori dan menjadi hiperaktif.

    Hugh Taylor menyerupai perubahan perilaku ini serupa dengan anak-anak yang mengalami ADHD atau ADD (attention deficit disorder) pada manusia.

    Pada otak janin yang sedang berkembang di dalam rahim, sel-sel janin mengalami replikasi yang cepat dan rentan terhadap gangguan dari luar, termasuk dari paparan radiasi dari HP.

    Bahkan sekitar 11 persen anak dengan kondisi ADHD memiliki ibu yang sering main HP saat hamil.

    Perlu penelitian lanjutan tentang bahaya sering main HP saat hamil

    Meski terdapat penelitian yang menunjukkan bahaya terlalu sering main ponsel saat hamil, topik ini masih perlu observasi lebih lanjut.

    Pasalnya, penelitian di atas belum cukup kuat untuk membuktikan bagaimana tepatnya HP bisa membahayakan bayi dalam kandungan.

    Memang, masih perlu studi lebih dalam dengan peserta yang lebih banyak untuk bisa menyimpulkan penggunaan HP berlebihan betul-betul bisa membahayakan bayi atau tidak.

    Akan tetapi, tak ada salahnya untuk menghindari risiko bahaya radiasi ponsel selama ibu sedang mengandung si kecil.

    Cara mengurangi efek negatif sering main HP saat hamil

    mengecek handphone

    Mengingat paparan radiasi ponsel tidak bisa ibu sepelekan, perlu adanya perubahan kebiasaan terhadap penggunaan ponsel sehari-hari.

    Menurut Devra Davis, pendiri Environmental Health Trust, ibu hamil harus menjauhkan HP dari area perutnya.

    Agar lebih aman, gunakan headset atau speaker dari HP saat menerima telepon untuk mengurangi paparan radiasi.

    Upaya pencegahan ini bukan hanya untuk wanita hamil saja, tetapi juga para suami dan pria lainnya.

    Pasalnya, pria yang sering menyimpan HP di saku juga berisiko mengganggu dan merusak sperma.

    Berikut adalah tips mencegah paparan radiasi bagi untuk ibu yang sering main HP saat hamil.

    • Hindari penggunaan HP saat tidak perlu.
    • Simpan ponsel di atas meja saat beraktivitas di rumah dan matikan saat tidur.
    • Hindari penggunaan HP ketika sinyal jaringan lemah karena memancarkan lebih banyak radiasi pada daerah yang minim sinyal.
    • Jauhkan ponsel dari saku celana, kantong jaket, area lain yang dekat dengan perut
    • Saat bepergian, lebih baik masukkan ponsel ke dalam tas.

    Mengingat topik ini masih perlu penelitian lebih lanjut, ada baiknya ibu fokus terhadap kehamilan dan kesehatan.

    Ibu bisa rutin berolahraga agar tubuh tetap bugar menjelang persalinan.

    Selain itu, perbanyak makan sayuran hijau seperti brokoli dan tidur yang cukup.

    Simpan ponsel di tempat yang jauh ketika sedang tidak ibu gunakan.

    Batasi juga penggunaan ponsel, terutama sebelum tidur agar kualitas istirahat terjaga dengan baik.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Papadopoulou, E., Haugen, M., Schjølberg, S., Magnus, P., Brunborg, G., Vrijheid, M., & Alexander, J. (2017). Maternal cell phone use in early pregnancy and child’s language, communication and motor skills at 3 and 5 years: the Norwegian mother and child cohort study (MoBa). BMC Public Health, 17(1). doi: 10.1186/s12889-017-4672-2

    Tsarna, E., Reedijk, M., Birks, L., Guxens, M., Ballester, F., & Ha, M. et al. (2019). Associations of Maternal Cell-Phone Use During Pregnancy With Pregnancy Duration and Fetal Growth in 4 Birth Cohorts. American Journal Of Epidemiology, 188(7), 1270-1280. doi: 10.1093/aje/kwz092

    Is it safe to use my mobile phone during pregnancy?. (2022). Retrieved 8 February 2022, from https://www.babycentre.co.uk/x1014943/is-it-safe-to-use-my-mobile-phone-during-pregnancy

    Aldad, T., Gan, G., Gao, X., & Taylor, H. (2012). Fetal Radiofrequency Radiation Exposure From 800-1900 Mhz-Rated Cellular Telephones Affects Neurodevelopment and Behavior in Mice. Scientific Reports, 2(1). doi: 10.1038/srep00312

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui Mar 04
    Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita