Kencing Ibu Hamil Keluar Darah, Apa Penyebab dan Bahayanya?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum.

Saat hamil, banyak perubahan yang dialami tubuh ibu. Perubahan ini disebabkan hormon yang berubah pada saat masa kehamilan. Tak jarang, tubuh ibu hamil jadi rentan mengalami beberapa masalah kesehatan, antara lain kencing berdarah. Apa yang menyebabkan kencing berdarah saat hamil?

Penyebab kencing berdarah saat hamil

Kencing berdarah saat hamil sering disebabkan oleh infeksi saluran kemih atau kencing (ISK). Infeksi ini adalah kondisi peradangan yang disebabkan oleh bakteri di saluran kemih. Kencing berdarah saat hamil berisiko tinggi dialami pada usia kehamilan 6 sampai 24 minggu.

Kondisi ini juga terjadi karena adanya perubahan di saluran kemih calon ibu. Rahim yang posisinya berada di atas kandung kemih lama-kelamaan membesar karena terisi janin. Saat rahim tumbuh, berat rahim akan bertambah dan dapat menghambat saluran kemih kemudian muncul infeksi.

Perhatikan gejala infeksi saluran kemih berikut ini:

  • Nyeri atau ada rasa panas (tidak nyaman) saat kencing
  • Lebih sering kencing
  • Lebih sering merasakan kebelet kencing
  • Air kencing yang keluar bercampur darah atau lendir
  • Nyeri dan kram di perut bagian bawah
  • Nyeri saat berhubungan intim
  • Demam, berkeringat dan terkadang mengalami ngompol
  • Ketika bakteri penyebab infeksi menyebar ke ginjal, Anda mungkin akan mengalami nyeri punggung, menggigil, demam, mual, dan muntah.

Apakah kondisi kencing berdarah saat hamil ini dapat memengaruhi bayi di kandungan?

Ya bisa. Hal ini terjadi jika infeksi saluran kemih yang menyebabkan air kencing tercampur darah tidak ditangani secara tepat. Komplikasi infeksi saluran kemih pada ibu hamil ini bisa menyebabkan infeksi ginjal. Infeksi ginjal dapat menyebabkan persalinan prematur dan berat badan lahir rendah.

Selain itu, darah di dalam kencing ibu hamil juga harus diuji laboratorium dulu. Perlu diperhatikan juga kapan darah muncul saat kencing. Jika darah muncul di awal buang air kecil, ini sering merupakan tanda adanya masalah di bagian uretra. Jika darah muncul di akhir buang air kecil, itu sering merupakan tanda pendarahan di leher kandung kemih.

Sedangkan darah yang keluar selama buang air kecil, maka menandakan adanya penyakit sistem genitourinari. Jika Anda cepat memeriksakan diri ke dokter, umumnya ISK tidak akan membahayakan janin Anda.

Bagaimana mengobati dan mencegah infeksi saluran kemih saat hamil?

Infeksi saluran kemih yang terjadi pada ibu hamil bisa diobati dengan menggunakan obat antibiotik yang aman. Dokter biasanya meresepkan antibiotik yang harus dikonsumsi paling lama sekitar 3 sampai 7 hari.

Antibiotik yang diberikan dokter merupakan obat antibiotik khusus yang aman untuk ibu hamil dan janin. Hubungi dokter Anda jika Anda mengalami demam, menggigil, sakit perut bagian bawah, mual, muntah, kontraksi, atau jika setelah minum obat selama tiga hari, Anda masih memiliki perasaan terbakar ketika Anda buang air kecil.

Ibu hamil bisa mencegah adanya infeksi saluran kemih dengan cara berikut ini:

  • Minum 6-8 gelas air setiap hari dan jus cranberry tanpa pemanis secara teratur.
  • Hindari mengonsumsi makanan olahan, kafein, alkohol, dan gula.
  • Konsumsi suplemen atau makanan yang mengandung vitamin C, beta-karoten dan zinc untuk membantu melawan infeksi.
  • Jangan menahan kencing dan buang air kecil sampai kantung kemih kosong
  • Buang air kecil sebelum dan sesudah hubungan seksual
  • Setelah buang air kecil, keringkan vagina menggunakan handuk atau kain bersih. Pastikan Anda menyeka dari depan ke arah belakang
  • Hindari menggunakan sabun berbahan kimia, krim antiseptik, atau parfum untuk kewanitaan
  • Ganti pakaian dalam 2 sampai 3 kali dalam sehari
  • Hindari memakai celana atau celana dalam terlalu ketat
  • Jangan berendam di bathtub lebih dari 30 menit

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca