Apakah Ibu Hamil Boleh Melewati Alat Pendeteksi Metal?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Kehamilan merupakan suatu anugerah yang patut dijaga baik-baik. Itulah sebabnya para wanita hamil biasanya jadi sangat berhati-hati dan waspada terhadap berbagai hal yang berisiko mengganggu kehamilan atau membahayakan bayi. Salah satu hal yang mungkin menimbulkan risiko gangguan pada bayi dalam kandungan adalah alat pendeteksi metal yang sering Anda temukan pada titik-titik pemeriksaan keamanan. Biasanya titik pemeriksaan keamanan tersebut harus Anda lalui di pusat perbelanjaan, gedung kantor, atau gerbang bandara.

Mungkin Anda pernah mendengar bahwa alat pendeteksi metal ini bisa membahayakan janin atau bayi dalam kandungan. Namun, apakah hal tersebut hanya mitos atau fakta? Untuk mencari tahu jawaban lengkapnya, silakan baca terus penjelasannya di bawah ini.

Jenis-jenis alat pendeteksi metal

Ada berbagai jenis alat pendeteksi metal yang biasanya tersedia di titik-titik pemeriksaan keamanan. Yang pertama adalah gerbang pendeteksi metal (body scan) yang berbentuk seperti pintu besi. Alat ini berfungsi untuk memindai tubuh Anda. Tujuannya adalah memastikan Anda tidak menyembunyikan barang-barang terlarang seperti senjata atau menyelundupkan barang curian dari toko. Gerbang pendeteksi ini akan memancarkan gelombang listrik. Gelombang tersebut akan menangkap medan magnet apabila Anda menyimpan alat-alat logam atau besi. Sementara itu gerbang pendeteksi yang ada di pintu-pintu toko akan menangkap gelombang radio yang dipancarkan oleh label pada barang-barang dari toko tersebut.

Selain berupa gerbang, alat pendeteksi metal juga tersedia dalam bentuk tongkat. Tongkat pendeteksi metal ini biasanya akan diayunkan ke arah tas atau tubuh Anda untuk memeriksa apakah Anda membawa barang-barang yang terlarang. Cara kerjanya sama seperti gerbang pendeteksi metal, namun tongkat ini bersifat lebih akurat.

Bolehkah ibu hamil diperiksa dengan alat pendeteksi metal?

Tak seperti kekhawatiran banyak orang, ibu hamil boleh diperiksa melewati alat pendeteksi metal. Baik dengan gerbang pendeteksi maupun tongkat, kehamilan atau janin dalam kandungan Anda tidak akan terkena dampak dari gelombang yang dipancarkan oleh alat pendeteksi metal tersebut.

Yang ditakuti banyak orang tentang alat pendeteksi metal adalah janin atau bayi dalam kandungan ibu hamil berisiko terpapar pancaran radiasi yang dihasilkan gerbang atau tongkat pendeteksi metal. Pada kenyataannya, mesin pemindai tubuh dan tongkat pendeteksi metal hanya memancarkan radiasi yang sangat rendah dari gelombang radio dan medan magnet. Jenis radiasi yang tidak berbahaya tersebut dikenal juga dengan istilah radiasi non-ionisasi. Radiasi yang dihasilkan bahkan tidak mampu menembus kulit, apalagi sampai janin atau bayi dalam kandungan ibu hamil. Alat-alat tersebut hanya bisa menangkap garis luar atau siluet tubuh Anda.

Para pakar radiasi, keamanan, dan kehamilan di seluruh dunia seperti National Institute for Standards and Technology di Amerika Serikat dan Royal College of Obstetricians and Gynaecologists di Inggris sepakat bahwa ibu hamil tak perlu takut diperiksa dengan alat pendeteksi metal. Satuan untuk menghitung dosis radiasi adalah mikrosievert. Menurut para pakar tersebut, bayi dalam kandungan baru akan terkena dampak radiasi dalam sekali paparan sebesar 500.000 mikrosievert. Sementara itu, kalau Anda melewati pemeriksaan dengan alat pendeteksi metal, paparannya kurang dari satu mikrosievert.

Perlu diingat juga bahwa paparan radiasi dalam jumlah sangat kecil merupakan hal yang sangat wajar ditemui dalam kehidupan sehari-hari ibu hamil, meskipun Anda mungkin tak menyadarinya. Paparan tersebut bisa datang dari komputer, laptop, smartphone, dan kulkas. Para peneliti bahkan menemukan bahwa radiasi medan magnet yang dihasilkan kulkas justru 10 kali lebih besar daripada gerbang pendeteksi metal. Maka, Anda sebenarnya tak perlu mencemaskan soal alat pendeteksi metal di titik pemeriksaan keamanan. Namun, karena ada alternatif yang sudah pasti lebih aman jika Anda harus melalui titik pemeriksaan keamanan, para ahli menyarankan ibu hamil sebaiknya diperiksa secara manual oleh petugas keamanan perempuan.

Bagaimana dengan perlengkapan bayi lainnya?

Janin atau bayi yang masih dalam kandungan ibu hamil memang aman dari paparan radiasi medan magnet atau gelombang radio yang dihasilkan alat pendeteksi metal. Namun, bagaimana dengan perlengkapan bayi lainnya seperti botol bayi, pakaian bayi, atau air susu ibu (ASI)? Untuk barang-barang yang melalui alat pemindai, radiasi tidak akan menembus atau meninggalkan sisa zat, partikel, atau material berbahaya di dalam barang tersebut. Bahkan jika barang tersebut sudah berkali-kali dipindai dengan alat pendeteksi metal, tak akan ada dampak yang memengaruhinya. Oleh karena itu, Anda sekarang bisa bernapas lega karena kabar soal bahaya alat pendeteksi metal ini ternyata hanya sekadar mitos.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

    Meski sedang hamil, ibu tetap direpotkan untuk melakukan pekerjaan rumah. Namun, apakah semua pekerjaan rumah tangga saat hamil aman untuk dilakukan?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

    6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

    Kenikmatan kopi sudah tidak diragukan. Namun, tahukan Anda ada beberapa cara membuat kopi yang dapat menjadikan manfaatnya lebih baik untuk kesehatan.

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hidup Sehat, Tips Sehat 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

    Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

    Selain alergi susu dan kacang, ada juga alergi bawang putih. Apa penyebabnya dan adakah cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Alergi, Alergi Makanan 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

    Anda suka nekat makan daging ayam belum matang? Awas, akibatnya bisa fatal. Ini dia berbagai bahaya dan ciri-ciri daging ayam yang belum dimasak sempurna.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    KDRT konflik rumah tangga

    Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    tips menghindari perceraian

    7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
    masalah seks pada pria

    5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    ibu hamil makan daging kambing

    Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit