Intip Berbagai Plus Minus Makan Terong Saat Hamil di Sini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 18 Mei 2018 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Selama masa kehamilan, pasti Anda bertanya-tanya, mana buah atau sayur yang aman untuk dimakan dan mana yang tidak, salah satunya terongAda beberapa orang yang bilang kalau ibu hamil sebaiknya tidak makan terong. Padahal, sebenarnya sah-sah saja jika ibu hamil makan terong. Bahkan, seperti dilansir dari Live Strong, seorang ahli gizi dan penulis buku berjudul The 100 Healthiest Foods to Eat During Pregnancy, merekomendasikan makan terong saat hamil.

Agar lebih jelas, yuk simak apa saja manfaat terong bagi ibu hamil sekaligus efek sampingnya jika terlalu banyak dikonsumsi pada artikel di bawah ini.

Kebaikan yang didapat jika ibu hamil makan terong

Terong memiliki banyak gizi dan memberikan banyak manfaat untuk kesehatan ibu hamil dan janin. Ini bisa jadi pertimbangan bagi ibu hamil untuk memasukkan terong dalam menu makanan. Berikut berbagai manfaat makan terong saat hamil, seperti:

1. Menjaga bayi dari kondisi cacat lahir

Jika ibu hamil makan terong, maka akan menurunkan risiko bayi lahir cacat. Ya, pasalnya terong menjadi salah satu makanan sumber asam folat yang dibutuhkan oleh ibu hamil.

Selain asam folat, terong juga kaya akan vitamin C, niacin, vitamin B kompleks, vitamin A, vitamin E, kalium, tembaga, mangan, dan zat besi yang menjaga keseimbangan elektrolit dalam tubuh sang ibu dari dehidrasi.

Secara keseluruhan semua vitamin dan mineral yang terkandung pada terong mendukung  perkembangan sel darah merah sekaligus perkembangan bayi menjadi lebih sempurna dan berfungsi dengan baik. Dengan demikian, bayi akan terhindar dari risiko cacat tabung saraf, seperti lahir dengan spina bifida.

2. Mengurangi risiko ibu terkena diabetes gestasional

Ada gangguan kadar gula darah yang secara khusus terjadi hanya pada wanita hamil, yaitu diabetes gestasional. Untuk itu, ibu hamil sangat perlu mengontrol kadar gula darah dalam tubuhnya untuk mencegah penyakit diabetes ini. Menambahkan buah terong dalam menu harian dapat membantu tubuh mengatur lonjakan gula darah yang tidak terkontrol.

Oleh karena itu, makan terong dapat menjadi tindakan pencegahan sekaligus pengobatan untuk diabetes gestasional.

3. Mengatasi sembelit dan gangguan pencernaan lainnya

Kandungan nutrisi yang terdapat dalam buah terong membantu sistem pencernaan dalam mengolah makanan. Satu buah buah terong menyediakan sekitar 4,9 gram serat makanan. Serat tersebut dapat membuat gerakan usus lebih lancar dan baik, sehingga mencegah sembelit saat hamil.

4. Meningkatkan daya tahan tubuh

Bukan hanya buahnya yang mengandung nasunin, kulit terong juga mengandung anthochyanin. Kedua zat tersebut bersifat antioksidan yang membantu tubuh untuk menangkal radikal bebas dan mencegah risiko kerusakan sel atau DNA selama kehamilan. Selain itu, nasunin juga mencegah bayi mengalami gangguan kognitif ketika dilahirkan.

Selama kehamilan, ibu harus meningkatkan daya tahan tubuhnya. Makan terong akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga sang ibu dan janin terhindar dari berbagai macam penyakit atau infeksi.

5. Mengurangi kadar kolesterol jahat

Kolestreol yang terdapat dalam makanan, ada yang bersifat jahat dan baik. Nah, terong memiliki kandungan kolesterol baik (HDL) yang tinggi sehingga mampu mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL) di dalam tubuh.

Jadi bila ibu hamil makan terong dapat mencegah berbagai risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, seperti stroke atau serangan jantung.

6. Menurunkan tekanan darah tinggi

Selain diabates gestasional, ibu hamil juga mengalami rentan mengalami hipertensi. Bila Anda memiliki kondisi ini, maka terong bisa membantu untuk mengendalikan tekanan darah tetap normal.

Kandungan bioflavoniod dalam terong mampu menurunkan tekanan darah tinggi, meningkatkan kesehatan jantung, serta mencegah risiko komplikasi kesehatan lainnya selama kehamilan.

Walaupun banyak manfaatnya, terlalu banyak makan terong saat hamil juga tidak baik

resep terong

Makanan apa pun itu, bila dikonsumsi terlalu banyak pasti akan memberikan efek samping bagi tubuh. Meskipun lezat, makan terong yang terlalu banyak bukanlah hal yang tepat. Berikut beberapa risiko yang mungkin terjadi bila ibu hamil terlalu banyak makan terong, seperti:

1. Keguguran atau bayi lahir prematur

Terong mengandung sejumlah fitohormon tinggi yang memiliki sifat memicu haid dan mengobati masalah menstruasi pada wanita, seperti amenorea dan PMS. Namun, jika terong dimakan setiap hari saat hamil, akan ada reaksi yang berbeda.

Fitohormon akan memicu persalinan dan menyebabkan keguguran. Selain itu, makan terong terlalu banyak bisa merangsang kontraksi uterus dan menyebabkan janin harus dilahirkan secara prematur

2. Masalah pencernaan

Bila dikonsumsi secara bijak terong bisa menjadi penawar untuk sembelit. Akan tetapi bila dikonsumsi secara berlebihan dan kurang matang, akan mengakibatkan hal sebaliknya. Terong dapat meningkatkan kadar keasaman pada tubuh sehingga ibu hamil akan mengalami gangguan pencernaan, alergi, atau masalah lainnya yang mengganggu kehamilan.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat terong

5 Manfaat Terong untuk Kesehatan yang Sayang Dilewatkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 30 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
manfaat vitamin b complex untuk ibu hamil

Beragam Manfaat Vitamin B Kompleks bagi Ibu Hamil, Plus Sumber Terbaiknya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 5 Desember 2018 . Waktu baca 7 menit
resep terong

3 Resep Kreasi Terong untuk Lauk Makan yang Menggugah Selera

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 4 Januari 2018 . Waktu baca 5 menit