Apakah Boleh Ibu Menjalani Rontgen Saat Hamil?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24/05/2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Beberapa dari Anda mungkin harus melakukan rontgen saat hamil, entah itu rontgen untuk gigi, tulang pada tangan, kaki, badan, dan lainnya. Namun, Anda mungkin juga pernah mendengar bahwa rontgen saat hamil dapat membahayakan perkembangan bayi Anda dalam kandungan. Apakah hal ini benar?

Rontgen saat hamil, apa boleh?

Beberapa ahli memperbolehkan rontgen saat hamil, namun beberapa ahli lainnya ada yang tidak memperbolehkan. Memang, ada banyak pandangan mengenai hal ini. Menurut American Academy of Family Physicians, rontgen saat hamil umumnya aman dilakukan. Rontgen saat hamil tidak akan meningkatkan risiko keguguran, cacat lahir, atau masalah perkembangan bayi lainnya. Namun, paparan radiasi dari rontgen yang berkali-kali mungkin dapat merusak sel-sel tubuh bayi yang dapat meningkatkan risiko kanker. Sehingga, disarankan untuk tidak terlalu sering melakukan rontgen saat hamil dan usahakan agar radiasi rontgen serendah mungkin.

Apakah semua rontgen aman dilakukan?

Tidak semua rontgen aman dilakukan. Aman atau tidaknya melakukan rontgen saat hamil tergantung dari jenis rontgen yang dilakukan (apakah rontgen yang dilakukan membuat bayi terpapar radiasi?) dan berapa banyak radiasi yang dihasilkan.

Semakin tinggi radiasi yang dihasilkan rontgen, maka semakin besar risiko yang bisa diterima oleh bayi Anda. Namun, sebagian besar rontgen pada umumnya tidak menyebabkan masalah pada bayi Anda, rontgen gigi misalnya yang hanya mempunyai kekuatan sinar X sebesar 0,01 milirad.(Rad merupakan unit yang menunjukkan berapa banyak radiasi dapat diserap oleh tubuh).

Terlalu besar jumlah rad yang diterima ibu hamil, maka semakin besar kerugian yang dapat diterima bayi. Penggunaan rontgen saat hamil yang memaparkan radiasi ke bayi lebih dari 10 rad terbukti dapat meningkatkan risiko ketidakmampuan belajar dan masalah mata. Namun, pada umumnya sinar X pada rontgen memiliki kekuatan radiasi yang jauh lebih lemah dari ini, biasanya tidak lebih dari 5 rad.

  • Rontgen dada biasanya memiliki 60 milirad
  • Rontgen perut biasanya memiliki 290 milirad
  • CT scan biasanya memiliki 800 milirad (tapi sangat tidak mungkin ibu hamil melakukan ini)

Jadi, untuk mendapatkan 1 rad saja dari rontgen Anda harus melakukan rontgen berkali-kali, bahkan beratus-ratus kali. Melakukan rontgen sekali dua kali mungkin tidak akan berbahaya bagi ibu hamil.

Namun, Anda juga harus mempertimbangkan apakah paparan radiasi yang dihasilkan oleh rontgen mengenai rahim Anda atau tidak. Rontgen yang dilakukan pada lengan, kaki, atau dada tidak memapar rahim dan organ reproduksi Anda, sehingga lebih aman dilakukan. Namun, rontgen pada perut, panggul, dan punggung dapat memperbesar kesempatan paparan radiasi pada rahim, sehingga ini mungkin harus dihindari karena bisa saja membahayakan janin.

Sebaiknya hindari rontgen yang tidak perlu saat hamil, tunggulah sampai bayi Anda lahir. Pertimbangkan manfaat dan risikonya terlebih dahulu sebelum melakukan rontgen saat hamil. Bicarakan dengan dokter Anda bahwa Anda sedang hamil, sehingga dokter akan mempertimbangkan yang terbaik untuk Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020 . Waktu baca 4 menit

4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

Ibu hamil boleh puasa. Meski begitu, meneruskan puasa bagi ibu hamil dengan kondisi-kondisi ini tak cuma membahayakan kesehatannya, tapi juga bayinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan 14/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

Gangguan makan yang dialami oleh ibu hamil tentu akan memberikan dampak yang berbahaya bagi keselamatan dan perkembangan janin.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 12/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
depresi pasca melahirkan ayah

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit
tanda istri hamil

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit