Amankah Minum Antibiotik Saat Sedang Hamil?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Dokter biasanya mewanti-wanti wanita untuk menghindari minum antibiotik saat hamil, terutama di 3 bulan pertama. Trimester pertama adalah masa-masa penting ketika organ bayi terbentuk. Beberapa antibiotik ditunjukkan memiliki potensi menyebabkan kelainan bawaan pada bayi baru lahir, misalnya malformasi tengkorak dan otak, cacat jantung, epilepsi, dan bibir sumbing.

Tapi kadang Anda harus menggunakan antibiotik saat hamil untuk mengobati masalah kesehatan tertentu, seperti infeksi saluran kencing dan strep grup B (GSB) — dua infeksi yang umum dijumpai pada ibu hamil.

Jadi, apakah ibu hamil akan lebih baik untuk meneruskan minum antibiotik untuk cepat sembuh, atau lewatkan saja dan pilih alternatif lain? Di sini, kami menyediakan informasi seputar penggunaan antibiotik saat hamil yang aman untuk Anda dan bayi Anda.

Kapan harus minum antibiotik saat hamil?

Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk melawan infeksi bakteri. Di samping itu, meski bisa memerangi bakteri penyebab infeksi, antibiotik dapat membunuh beberapa bakteri yang bermanfaat bagi tubuh. Hal ini dapat menghambat kemampuan tubuh Anda untuk mencegah dan melawan penyakit, sehingga obat harus dipilih dengan hati-hati. Jika dokter meresepkan antibiotik ketika tidak diperlukan, pasien mungkin terpapar risiko yang sebenarnya masih bisa dihindari. Hal ini terutama berlaku selama kehamilan, karena beberapa obat telah diketahui menyebabkan malformasi kronis.

BACA JUGA: Bolehkah Ibu Hamil Makan Durian?

Akan tetapi, untuk infeksi bakteri, seperti infeksi saluran kencing dan strep grup B, antibiotik adalah satu-satunya obat yang akan membantu Anda cepat sembuh. Oleh karena itu, Anda harus menggunakannya meskipun antibiotik ini membawa risiko potensial untuk bayi Anda. Mengapa? Dalam beberapa kasus, tidak mengobati penyakit akan membuat Anda lebih rentan untuk mengalami infeksi kambuhan dan dampaknya akan jauh lebih membahayakan kesehatan bayi daripada efek antibiotik, ungkap Komal Bajaj, M.D., ilmuwan genetika reproduksi di Jacobi Medical Center, dilansir dari Parents.

Dengan kata lain, jika Anda sangat sakit dan antibiotik adalah satu-satunya obat yang mampu membantu Anda kembali sehat, Anda mungkin perlu untuk meminumnya terlepas dari potensi risiko untuk bayi Anda.

Antibiotik saat hamil, mana yang aman dan tidak?

The Food and Drug Administration (FDA) membagi jenis antibiotik dalam empat kategori berdasarkan keamanan untuk digunakan selama kehamilan: A, B, C, D dan X. Keamanan obat juga akan dipertimbangkan pada beragam faktor luar, termasuk usia kehamilan Anda saat mengonsumsi antibiotik, serta berapa banyak dosis Anda dan untuk berapa lama.

BACA JUGA: Bahan-bahan Kosmetik yang Harus Dihindari Oleh Ibu Hamil

Jika dokter meresepkan dosis antibiotik saat hamil, akan sangat mungkin bahwa obat tersebut tergolong dalam kategori A atau B pada daftar rekomendasi obat yang disetujui FDA untuk digunakan selama kehamilan. Beberapa antibiotik yang mungkin diresepkan aman selama kehamilan meliputi:

  • Amoxicillin
  • Ampicillin
  • Clindamycin
  • Erythromycin
  • Penicillin
  • Nitrofurantoin
  • Gentamicin
  • Ampicillin-Sulbactam
  • Cefoxitin
  • Cefotetan
  • Cefazolin

Beberapa antibiotik wajib untuk Anda hindari selama kehamilan. Misalnya, tetrasiklin — seperti doxycycline, oxytetracycline, dan minocycline — yang digunakan untuk mengobati jerawat dan infeksi saluran pernapasan. Tetrasiklin dapat merusak hati ibu hamil dan menghitamkan gigi janin. Streptomycin yang digunakan untuk mengobati tuberkulosis (TB) juga harus dihindari oleh ibu hamil.

Panduan aman menggunakan antibiotik saat hamil

Sebelum Anda mulai menggunakan antibiotik saat hamil, dokter di Yale University School of Medicine, Brigham dan Rumah Sakit Wanita, Rumah Sakit Faulkner dan Harvard Medical School, dilansir dari Baby Med, menawarkan panduan untuk penggunaan antibiotik selama kehamilan. Ini termasuk:

  • Hanya gunakan antibiotik saat hamil jika tak ada pilihan pengobatan lainnya yang sama ampuh
  • Hindari resep antibiotik selama trimester pertama bila memungkinkan
  • Pilih obat yang aman (biasanya jenis antibiotik klasik sudah diuji pada wanita hamil)
  • Gunakan resep tunggal daripada resep ganda. Resep ganda, alias polypharmacy, adalah penggunaan berbagai obat di saat yang bersamaan.
  • Takaran dosis serendah mungkin terbukti efektif
  • Jangan gunakan obat nonresep selama pengobatan antibiotik belum usai

Jika Anda memiliki infeksi dan dokter kandungan Anda meresepkan antibiotik, bicarakan dengan dokter Anda tentang risiko yang mungkin dari minum antibiotik saat hamil. Dalam beberapa kasus, seperti halnya dengan infeksi saluran kemih, membiarkan infeksi tidak diobati dapat menimbulkan risiko yang lebih besar terhadap kehamilan dan janin yang belum lahir.

BACA JUGA: Kiat-Kiat Meringankan Nyeri Kaki Pada Ibu Hamil

Jika antibiotik adalah cara terbaik untuk mengobati kondisi Anda, dokter akan meresepkan antibiotik yang paling aman pada dosis yang paling aman. Juga pastikan untuk selalu mengonsumsi vitamin prenatal harian Anda. Penelitian menunjukkan bahwa mengambil suplemen asam folat harian setidaknya 400 mikrogram (vitamin prenatal umumnya mengandung dua kali jumlah ini) dapat mengatasi efek negatif dari trimethoprim.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kapan Kehamilan Bisa Mulai Terdeteksi dengan Test Pack?

Meski Anda mungkin sudah hamil dua hari setelah berhubungan seks, beberapa test pack pengecek kehamilan mungkin belum bisa langsung mendeteksinya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Cara Menggugurkan Kandungan Ketika Kehamilan Bermasalah

Aborsi boleh saja dilakukan apabila ada indikasi medis. Apa saja pilihan cara menggugurkan kandungan yang aman? Simak selengkapnya di halaman ini. 

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 15 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

4 Hal yang Harus Langsung Dilakukan Wanita Setelah Seks

Tiap wanita mungkin punya kebiasaan yang berbeda. Namun, ada empat hal yang wajib wanita lakukan setelah seks, demi kesehatannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan Seksual, Tips Seks 14 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Positif Hamil Atau Gejala Mau Haid? Begini 10 Cara Membedakannya

Mungkin Anda sedang harap-harap cemas menunggu jadwal mens selanjutnya. Membedakan tanda hamil atau haid itu susah-susah gampang, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 14 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit

Direkomendasikan untuk Anda

program dan cara cepat hamil

7 Cara Cepat Hamil yang Perlu Dilakukan Anda dan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
obat flu ibu hamil

Obat Flu untuk Ibu Hamil, Mulai dari Obat Medis Sampai Alami

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
garis hitam di perut linea nigra

Kenali Linea Nigra, Garis Hitam “Khas” di Perut Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
tanda awal kehamilan ciri-ciri hamil muda tanda kehamilan

Ciri-Ciri Hamil dari yang Paling Sering Muncul Sampai Tak Terduga

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit