6 Penyebab Perut Anda Tak Kunjung Rata

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Bagi sebagian orang, perut buncit mungkin akan menganggu penampilan Anda dan membuat Anda tidak percaya diri. Banyak cara yang Anda lakukan untuk mengubah perut buncit menjadi perut rata. Namun, sering kali usaha-usaha untuk membuat perut rata tidak berhasil. Mengapa demikian? Ada beberapa sebab mengapa Anda tidak bisa memiliki perut rata yang didambakan.

Berbagai penyebab Anda susah memiliki perut rata

1. Makan terlalu banyak sebelum olahraga

Makan terlalu banyak sebelum olahraga dapat mengurangi peluang usaha Anda untuk mengecilkan perut. Camilan ideal sebelum olahraga harus mencakup sedikit lemak, karbohidrat kompleks, atau protein yang sehat. Pastikan juga tidak makan terlalu lama sebelum mulai olahraga, tapi motivasi diri Anda untuk makan makanan sehat sepanjang hari untuk mendapatkan energi yang optimal.

2. Anda salah memilih olahraga

Untuk mengubah perut buncit menjadi perut rata, Anda perlu melakukan pola makan sehat dan olahraga yang rutin. Fokuskan latihan di semua area tubuh di mana ada penumpukan lemak, bukan hanya konsentrasi pada di perut.

Jika Anda hanya fokus pada perut atau kurang memberikan variasi pada latihan Anda atau Anda tidak rajin berlatih, tentu hasil yang Anda harapkan pun akan semakin jauh.

3. Konsumsi makanan olahan terlalu banyak

Makanan olahan dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh Anda. Oleh karena itu, cobalah untuk konsumsi makanan kaya antioksidan seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian yang dapat mencegah munculnya lemak perut.

Selain itu, makan makanan yang cukup protein tanpa lemak seperti ayam segar, daging sapi segar tanpa lemak, ikan, dan susu rendah lemak. Perhatikan juga asupan gula dan alkohol Anda, karena makanan ini cenderung menyebabkan timbunan lemak di perut.

4. Stres

Stres memicu tubuh memproduksi hormon kortisol yang dapat membuat tubuh Anda menyimpan lemak di bagian tengah tubuh. Pengaruh stres memang besar terhadap kenaikan berat badan sehingga menyebabkan penumpukan lemak di perut. Selain itu, untuk sebagian orang saat mengalami stres, nafsu makan akan meningkat, terutama makan makanan yang manis. 

Akhirnya Anda pun akan makan lebih banyak hingga semakin sulit untuk mendapatkan perut rata yang telah Anda idam-idamkan.

5. Kurang tidur

Cukup tidur adalah salah satu hal penting yang dapat memengaruhi kesehatan. Kurang tidur mampu meningkatkan risiko kenaikan berat badan, yang akhirnya berpengaruh pada timbunan lemak perut.

Saat kurang tidur, tubuh tidak bisa melepas hormon kortisol dan mengobati rasa lelah Anda. Selain itu, akan menganggu tingkat hormon leptin yang membingungkan tubuh. Akibatnya sinyal tubuh Anda akan kacau, dan hormon leptin tersebut akan menyimpan kalori yang lebih pada perut.

Hormon leptin berfungsi untuk mengontrol rasa lapar dan perasan kenyang. Hormon ini hanya akan diproduksi selama Anda tidur dengan kualitas yang baik serta waktu yang cukup.

6. Menopause

Beberapa wanita mengalami kenaikan lemak perut saat berada pada fase menopause. Menopause biasanya terjadi satu tahun setelah seorang wanita memiliki periode menstruasi terakhirnya. Pada waktu tersebut, kadar estrogen turun drastis, sehingga menyebabkan lemak disimpan di perut, bukan lagi pada pinggul dan paha. Wanita yang menopause dini cenderung mendapatkan lemak perut tambahan.

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

6 Gerakan Olahraga yang Manjur Mengecilkan Perut

Punya perut buncit bukan cuma ganggu penampilan tapi juga bahaya bagi kesehatan. Yuk, ikuti senam mengecilkan perut yang bisa Anda coba rutin di rumah!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Latihan Kekuatan Otot, Kebugaran 14 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

5 Penyebab Bercak Putih di Puting Susu dan Cara Mengatasinya

Pernahkah Anda memiliki bintik atau bercak putih di puting susu atau sekitarnya? Tak usah khawatir, kenali penyebab dan cara mengatasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
telat datang bulan

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mengatasi kesepian

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit