home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tak Jadi Halangan, Ini 3 Pilihan Waktu Terbaik untuk Olahraga Saat Puasa

Tak Jadi Halangan, Ini 3 Pilihan Waktu Terbaik untuk Olahraga Saat Puasa

Puasa bukanlah halangan bagi Anda untuk tetap berolahraga demi menjaga kebugaran tubuh. Olahraga saat puasa bisa menjadi kesempatan untuk lebih banyak membakar kalori sehingga Anda bisa menurunkan berat badan lebih cepat. Namun, perhatikan intensitas dan waktu olahraga saat puasa agar aktivitas ini tidak mengganggu kondisi tubuh Anda.

Kapan waktu yang pas untuk berolahraga saat puasa?

Olahraga saat perut kosong dan haus dapat berdampak buruk bagi kesehatan Anda. Kondisi ini bisa membuat Anda merasa sangat kelelahan, lemas, pusing, sampai menyebabkan dehidrasi. Dalam kondisi yang lebih parah, bahkan berolahraga malah menyebabkan kerusakan otot dan dapat meningkatkan hormon stres kortisol dalam tubuh.

Sehingga untuk mencegah dampak buruk tersebut, Anda harus pintar-pintar mencari waktu yang tepat untuk berolahraga di bulan Ramadan. Memilih waktu yang tepat untuk olahraga di bulan Ramadan sebenarnya tergantung pada diri Anda sendiri. Selama Anda tidak merasa lemas dan pusing setelah melakukannya, hal ini tidak menjadi masalah.

Nah, beberapa pilihan waktu paling baik bagi Anda untuk melakukan olahraga saat puasa antara lain sebagai berikut ini.

1. Olahraga sebelum buka puasa

Anda bisa melakukan olahraga sesaat sebelum Anda berbuka untuk membakar lemak lebih banyak. Tentu, hal ini menguntungkan bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan saat puasa Ramadan. Melakukan olahraga dalam kondisi perut kosong bisa membantu Anda menghilangkan lemak lebih banyak.

Setelah berolahraga dan menggunakan sisa energi, kemudian Anda bisa makan saat buka puasa untuk menggantikan energi yang hilang. Sehingga waktu olahraga sebelum berbuka mungkin merupakan waktu olahraga yang paling baik dan tepat. Anda mungkin tidak perlu khawatir juga akan mengalami gula darah rendah atau dehidrasi.

Namun ingat, jangan memaksa untuk melakukan olahraga yang berlebihan. Pilihan waktu ini masih dalam keadaan berpuasa dengan sisa energi yang sedikit, sehingga Anda masih perlu membatasi aktivitas olahraga. Umumnya, Anda tidak boleh berolahraga lebih dari 60 menit. Perhatikan juga, jangan sampai Anda merasa sakit, lemas, dan pusing setelah olahraga.

2. Olahraga setelah buka puasa

Pilihan ini merupakan waktu terbaik untuk Anda berolahraga di bulan Ramadan. Anda bisa melakukan olahraga setidaknya dua sampai tiga jam setelah berbuka. Tunggu sampai tubuh mampu mencerna makanan, sehingga Anda bisa mendapatkan energi lagi untuk berolahraga.

Dikarenakan sudah makan dan mengisi tubuh dengan energi, Anda bisa melakukan olahraga apapun yang Anda inginkan. Selain itu Anda juga tidak perlu khawatir untuk menambah asupan makanan, baik sebelum maupun sesudah latihan.

Mulai dari olahraga intensitas ringan sampai berat, termasuk latihan kekuatan yang membantu meningkatkan massa otot. Jika Anda hendak salat tarawih berjamaah di masjid, Anda bisa menyisipkan latihan ringan selama 5 sampai 10 menit.

3. Olahraga setelah sahur

Sebenarnya, Anda juga bisa memilih waktu olahraga saat puasa setelah sahur. Pada waktu ini, tubuh telah menerima energi dari makanan yang Anda makan saat sahur. Sehingga Anda bisa melakukan olahraga dengan energi lebih banyak.

Cukup lakukan olahraga intensitas ringan setelah sahur. Pasalnya, Anda harus menyediakan energi untuk melakukan aktivitas seharian sampai waktu buka puasa, sehingga lebih baik jangan berolahraga berlebihan pada waktu ini. Biarpun begitu, olahraga setelah sahur bermanfaat untuk menjaga kebugaran tubuh saat puasa.

Ada beberapa tips olahraga saat puasa yang perlu Anda perhatikan, salah satunya memilih olahraga kardio ringan, seperti berjalan, jogging, atau bersepeda. Tidak disarankan mencoba intensitas olahraga tinggi karena tubuh Anda mungkin belum mampu melakukannya.

Dikutip dari Journal of Sports Science, Anda perlu mengatur asupan makanan saat berolahraga selama berpuasa Ramadan. Perbanyak konsumsi karbohidrat dan protein untuk menyediakan cukup energi, selain itu lebih banyak minum air pada malam hari untuk mencegah dehidrasi.

Berolahraga saat berpuasa memang lebih berisiko. Segera hentikan latihan jika merasakan pusing, mual, nyeri dada, dan kesulitan bernapas. Apabila memiliki masalah kesehatan tertentu, sebaiknya konsultasi ke dokter sebelum melakukan latihan Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Why Exercising While Fasting Is Beneficial. Mercola.com. (2013). Retrieved 9 June 2017, from https://fitness.mercola.com/sites/fitness/archive/2013/09/13/eating-before-exercise.aspx.

Baqer, H. Physical activity during Ramadan. Hamad Medical Corporation. Retrieved 9 June 2017, from https://www.hamad.qa/EN/your%20health/Ramadan%20Health/Health%20Information/Pages/Activity.aspx

Froneman, A. (2013). Exercising during Ramadan | Health24. Health24. Retrieved 9 June 2017, from https://www.news24.com/health24/Fitness/Exercise/Exercising-during-Ramadan-20130710.

Best times to exercise during Ramadan. Khaleej Times. (2016). Retrieved 9 June 2017, from https://www.khaleejtimes.com/ramadan-2016/ramadan-health/best-times-to-exercise-during-ramadan

Burke, L., & King, C. (2012). Ramadan fasting and the goals of sports nutrition around exercise. Journal Of Sports Sciences, 30(sup1), S21-S31. https://doi.org/10.1080/02640414.2012.680484

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Arinda Veratamala
Tanggal diperbarui 14/04/2017
x