Panduan Aman Menjalankan Puasa Bagi Pasien Kanker

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Bagi pasien kanker, kemoterapi atau pengobatan lainnya perlu dijalankan di bulan Ramadan. Walau begitu, tidak sedikit pasien kanker yang tetap ingin berpuasa dan menjalankan kewajiban agamanya. Pasien kanker boleh-boleh saja ikut puasa, dengan catatan kondisi kesehatannya stabil. Lantas, bagaimana cara aman menjalankan puasa untuk pasien kanker? Berikut penjelasannya.

Tips menjalankan puasa untuk pasien kanker

Pasien kanker yang ingin puasa wajib konsultasi dan mendapat izin dokter terlebih dahulu. Pasalnya, pasien kanker yang daya tahan tubuhnya tidak stabil bisa semakin melemah kalau memaksakan diri puasa. Terlebih bila pasien kanker sedang mengalami efek samping kemoterapi, dokter tidak akan menganjurkan pasien kanker untuk berpuasa.

Begitu penderita kanker dinyatakan stabil dan tidak mengalami komplikasi apa pun, baru boleh menjalani ibadah puasa. Tentu saja, hal ini harus tetap berada di bawah pengawasan tim medis yang menanganinya.

Hal utama yang harus diperhatikan oleh pasien kanker saat puasa adalah pemenuhan nutrisinya. Sebab ketika puasa, pasien kanker akan mengalami hal yang sama dengan orang sehat pada umumnya, yaitu menahan lapar dan haus selama hampir 13 jam.

Ini artinya, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan maupun minuman yang diperlukan oleh pasien kanker. Terlebih, pasien kanker diharuskan untuk menjalani pengobatan sehingga membutuhkan nutrisi yang lebih banyak.

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pasien kanker saat puasa, rencanakan menu makanan yang tepat dengan bantuan dokter maupun ahli gizi yang menangani pasien. Berikut ini adalah kiat aman menjalani puasa untuk pasien kanker.

1. Perbanyak sayur dan buah

buah dan sayur

Pasien kanker yang hendak berpuasa dianjurkan untuk memperbanyak makan sayur dan buah. Pasalnya, sayur dan buah mengandung banyak vitamin dan mineral yang bermanfaat untuk menambah kekebalan tubuh pada pasien kanker, seperti vitamin A, vitamin C, vitamin E, selenium, dan zinc.

Kandungan vitamin dan mineral tersebut memiliki sifat antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas dalam tubuh. Dengan demikian, sel-sel tubuh normal akan terlindungi dari risiko kanker.

Agar ibadah puasa untuk pasien kanker menjadi lebih lancar, lengkapi menu sahur dan buka puasa dengan wortel, brokoli, dan tomat yang mengandung vitamin A dan vitamin C tinggi. Setelah menyantap menu utama, jangan lupa untuk makan buah-buahan seperti alpukat, apel, dan pir yang baik untuk pasien kanker.

2. Pilih makanan dengan indeks glikemik rendah

makanan sumber gandum utuh untuk sarapan

Makanan dengan nilai indeks glikemik rendah baik untuk pasien kanker. Pasalnya, makanan bernilai indeks glikemik rendah dapat membuat tubuh pasien kanker lebih stabil dan menurunkan risiko perkembangan kanker.

Beragam makanan dengan indeks glikemik rendah di antaranya nasi merah, roti gandum, atau sereal gandum yang memiliki serat tinggi. Konsultasikan lebih lanjut dengan ahli gizi untuk mendapatkan saran jenis makanan yang tepat bagi pasien kanker selama bulan puasa.

3. Perbanyak minum air putih saat sahur

minum air putih

Memenuhi kebutuhan cairan tubuh dapat membantu mengurangi efek samping pengobatan pada pasien kanker, seperti muntah dan diare. Jika tidak cukup cairan, pasien kanker akan mudah dehidrasi.

Maka itu, pasien kanker dianjurkan untuk memperbanyak minum air putih saat sahur dan berbuka puasa, setidaknya delapan gelas per hari. Dengan banyak minum air putih, ini akan membantu meningkatkan perlindungan pada sel-sel tubuh dari stres oksidatif. Alhasil, aktivitas puasa untuk pasien kanker menjadi lebih lancar dan stabil dari perkembangan kanker.

4. Istirahat yang cukup

pasien kanker sulit tidur

Pasien kanker biasanya sulit tidur atau mengalami insomnia akibat efek samping pengobatan kanker dan stres menjalani pengobatan. Padahal, jam tidur yang optimal dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh pada pasien kanker.

Karena itulah pasien kanker dianjurkan untuk istirahat yang cukup saat puasa. Dengan tidur yang cukup, tubuh pasien jadi lebih maksimal untuk melawan kanker dan pengobatan kanker menjadi lebih efektif.

Yang harus dihindari oleh pasien kanker saat puasa

1. Makanan dan minuman manis

Glukosa adalah salah satu sumber energi yang dibutuhkan oleh sel tubuh untuk menjalankan fungsinya secara normal. Akan tetapi, sel kanker dapat berkembang lebih cepat jika Anda kelebihan asupan glukosa dari makanan manis.

Ini sebabnya, makanan manis tidak dianjurkan untuk dikonsumsi saat puasa untuk pasien kanker. Contohnya kolak, sirup, dan takjil manis lainnya.

Bila pasien kanker ingin makan kolak, buatlah kolak yang lebih sehat tanpa gula dan ganti dengan rasa alami dari buah, misalnya pisang atau labu kuning yang baik untuk kesehatan pasien.

2. Hindari makanan yang digoreng

makanan gorengan penyebab sakit kepala

Gorengan umumnya mengandung lemak jenuh yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker. Menurut American Cancer Society, makanan yang tinggi lemak jenuh dapat meningkatkan risiko kanker kambuh kembali atau bahkan bertambah parah.

Oleh sebab itu, hindari jenis makanan yang digoreng saat sahur dan berbuka puasa. Pilih cara memasak yang lebih aman seperti direbus atau dikukus agar lebih sehat. Dengan demikian, pasien kanker dapat menjalani puasa dengan lancar dan aman.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Masalah Pada Kaki yang Umum Terjadi Seiring Bertambahnya Usia

Penyakit kaki merupakan masalah kesehatan yang banyak dikeluhkan oleh lansia. Selain nyeri telapak kaki karena asam urat, ini dia penyebab lainnya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Lansia, Perawatan Lansia 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

3 Fakta Tentang Hati (Liver) Manusia yang Ternyata Menakjubkan

Sebagai organ vital manusia, hati (liver) berperan penting dalam menjaga kesehatan. Cari tahu fakta tentang hati manusia berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Trik Jitu Agar Tak Mudah Tergoda Makan Junk Food

Anda tidak bisa berhenti makan junk food? Tenang, ada siasat khusus untuk menghindari godaan makan makanan tak sehat. Intip caranya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Tips Makan Sehat, Nutrisi 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Lemas habis makan mungkin masih wajar. Tapi kalau Anda gemetaran atau berkeringat, bisa jadi tanda gula darah turun. Hal ini disebut hipoglikemia reaktif.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat kuat alami

11 Pilihan Obat Kuat Alami yang Bikin Pria Lebih Tahan Lama di Ranjang

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
menelan sperma

Apakah Bisa Hamil Jika Kita Menelan Sperma?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
radiasi wi-fi

Benarkah Radiasi dari Wi-Fi Bisa Memicu Kanker Anak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
tremor bisa sembuh

Apakah Tremor Bisa Disembuhkan? Apa Saja Pengobatannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit