home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Obat Herbal yang Berpotensi Mengobati Kanker Lambung (Perut)

Obat Herbal yang Berpotensi Mengobati Kanker Lambung (Perut)

Penyakit kanker yang menyerang lambung atau lapisan perut bisa diobati dengan pengobatan kanker pada umumnya, seperti operasi, kemoterapi, dan radioterapi. Selain pengobatan tersebut, ada juga yang juga menerapkan perawatan tradisional dengan minum obat herbal untuk meredakan gejala kanker lambung (perut). Apa saja obat-obatan tersebut?

Obat herbal untuk kanker lambung (perut)

Hingga kini, periset terus melakukan penelitian lebih dalam mengenai potensi berbagai tanaman alami sebagai obat untuk membantu menyembuhkan penyakit kanker lambung (perut). Beberapa jenis tanaman maupun rempah yang diketahui punya potensi sebagai obat tradisional kanker lambung, meliputi:

1. Teh hitam (black tea)

manfaat teh hitam

Salah satu tanaman yang diketahui memiliki potensi sebagai obat herbal kanker lambung (perut) adalah teh hitam. Berdasarkan studi yang diterbitkan dalam jurnal Food Science and Human Wellness, kandungan polifenol, seperti theaflavin dan katekin memiliki potensi sebagai senyawa yang mampu mencegah dan mengobati berbagai kanker.

Penelitian berbasis hewan ini menunjukkan adanya aktivitas antikanker dari teh hitam, yaitu mengaktifkan pensinyalan apoptosis dan menghambat pertumbuhan. Apoptosis adalah kematian sel yang terprogram.

Perlu Anda ketahui bahwa penyebab kanker adalah munculnya sel abnormal di dalam tubuh. Sel tersebut yang terkena tidak akan mati sehingga menimbulkan penumpukan yang akhirnya membuat ukuran tumor menjadi lebih besar.

Nah, senyawa teh hitam yang memiliki potensi merangsang apoptosis, sel akan terprogram untuk mati. Ini dapat mencegah tumor semakin membesar dan mungkin menghambat penyebarannya.

Selain itu, senyawa teh hitam juga bisa mencegah terbentuknya luka pada lambung dan lapisan perut. Secara tidak langsung, efeknya ini bisa menurunkan faktor risiko kanker lambung.

2. Jelai (barley)

biji barley adalah
Sumber: Peak Sherpa

Obat herbal selanjutnya yang disebut-sebut memiliki khasiat positif untuk kanker lambung (perut) yaitu jelai atau dikenal juga dengan sebutan barley.

Studi tahun 2018 yang diterbitkan pada jurnal Hindawi menyebutkan bahwa risiko kanker lambung (perut) pada orang Eropa dengan banyak mengonsumsi makanan kaya flavonoid, salah satunya jelai hijau.

Efek jelai pada kanker tidak hanya itu saja. Ekstrak dari jelai dapat memicu apoptosis (kematian sel) dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada penelitian berbasis hewan. Dengan adanya hal ini, konsumsi barley dalam diet kanker mungkin membawa pengaruh positif pada pasien kanker. Namun, efeknya ini perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.

3. Bawang putih

bawang putih untuk flu

Penyebab kanker lambung (perut) tidak diketahui secara pasti. Akan tetapi, periset telah menemukan berbagai hal yang bisa meningkatkan risikonya, salah satunya infeksi bakteri H. pylori. bakteri ini hidup di dalam perut dan bila berkembang biak secara tidak terkendali akan menyebabkan luka yang nantinya bisa memicu sel-sel di sekitar menjadi abnormal.

Dilansir dari Journal Watch, salah satu hipotesis menyebutkan adanya kemungkinan bawang putih menjadi obat herbal kanker lambung (perut). Ini karena ada kaitannya dengan potensi allium dalam menekan perkembangan bakteri H. pylori.

Namun, hingga kini masih dilakukan penelitian lebih lanjut mengingat hasilnya yang menunjukkan efek yang berbeda-beda.

6. Sayur dan buah

sayur dan buah paling sehat

Sayur dan buah yang memiliki potensi sebagai obat alami kanker lambung, terutama yang mengandung senyawa riboflavin dan carotenoid.

Berdasarkan pengamatan berbasis hewan, pemberian riboflavin dengan obat cisplatin dapat mengurangi efek samping kerusakan sel pada ginjal dan hati. Kini penggunaan riboflavin sedang diuji efektivitasnya bersamaan dengan obat-obatan kemoterapi dalam melawan sel kanker.

Selain riboflavin, ada juga senyawa karotenoid yang punya khasiat sebagai obat herbal untuk kanker lambung (perut) dan jenis kanker lain.

Konsumsi makanan tinggi karotenoid dalam makanan diketahui dapat menurunkan risiko berkembangnya kanker pada lambung atau lapisan perut. Terutama pada orang yang punya kebiasaan merokok dan punya infeksi bakteri H. pylori.

Hal yang harus diperhatikan sebelum menggunakan obat herbal kanker lambung (perut)

Meskipun ekstrak, rempah, maupun tanaman yang disebutkan di atas memiliki potensi sebagai obat tradisional untuk kanker lambung (perut), penelitian masih memiliki banyak kekurangan.

Riset harus dibuktikan efeknya pada manusia dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain, seperti usia, kesehatan tubuh secara menyeluruh, takaran penggunaan, dan gaya hidup yang diterapkan para partisipannya.

Oleh karena itu, jika Anda tertarik dengan obat herbal untuk kanker lambung ini, lakukan konsultasi lebih dahulu dengan dokter. Penggunaan obat tradisional tersebut harus diawasi dokter supaya tidak mengganggu pengobatan utama untuk kanker lambung (perut).

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Pan, M., Lai, C., Wang, H., Lo, C., Ho, C., & Li, S. (2013). Black tea in chemo-prevention of cancer and other human diseases. Food Science And Human Wellness2(1), 12-21. doi: 10.1016/j.fshw.2013.03.004 [Accessed on August 3rd, 2020]

Woo, S. M., Kwon, S. C., Ko, S. G., & Cho, S. G. (2017). Barley grass extract causes apoptosis of cancer cells by increasing intracellular reactive oxygen species production. Biomedical reports6(6), 681–685. https://doi.org/10.3892/br.2017.897 [Accessed on August 3rd, 2020]

Kim, J. H., Lee, J., Choi, I. J., Kim, Y. I., Kwon, O., Kim, H., & Kim, J. (2018). Dietary Carotenoids Intake and the Risk of Gastric Cancer: A Case-Control Study in Korea. Nutrients10(8), 1031. https://doi.org/10.3390/nu10081031 [Accessed on August 3rd, 2020]

Riboflavin. (n.d.). Linus Pauling Institute | Discovering How to Live Longer and Feel Better | Oregon State University. https://lpi.oregonstate.edu/book/export/html/99 [Accessed on August 3rd, 2020] 

NEJM journal watch: Summaries of and commentary on original medical and scientific articles from key medical journals. (2018, November 2). NEJM Journal Watch: Summaries of and commentary on original medical and scientific articles from key medical journals. https://www.jwatch.org/na47833/2018/11/02/does-eating-garlic-decrease-gastric-cancer-risk [Accessed on August 3rd, 2020]

Li, Z., Ying, X., Shan, F., & Ji, J. (2018). The association of garlic with Helicobacter pylori infection and gastric cancer risk: A systematic review and meta‐analysis. Helicobacter23(5), e12532. doi: 10.1111/hel.12532 [Accessed on August 3rd, 2020]

Zeng, Y., Pu, X., Yang, J., Du, J., Yang, X., & Li, X. et al. (2018). Preventive and Therapeutic Role of Functional Ingredients of Barley Grass for Chronic Diseases in Human Beings. Oxidative Medicine And Cellular Longevity2018, 1-15. doi: 10.1155/2018/3232080 [Accessed on August 3rd, 2020]

Stomach cancer – Symptoms and causes. (2018, May 19). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/stomach-cancer/symptoms-causes/syc-20352438 [Accessed on August 3rd, 2020]

Herbal medicine | Complementary and alternative therapy | Cancer research UK. Cancer Research UK. https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/cancer-in-general/treatment/complementary-alternative-therapies/individual-therapies/herbal-medicine [Accessed on August 3rd, 2020]

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui 25/08/2020
x