home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

BAB Sering Berdarah? Hati-hati, Bisa Jadi Tanda Kanker pada Saluran Cerna

BAB Sering Berdarah? Hati-hati, Bisa Jadi Tanda Kanker pada Saluran Cerna

Penyebab BAB berdarah bukan cuma ambeien alias wasir saja. Darah pada feses yang bisa Anda lihat saat buang air besar bisa jadi pertanda adanya kanker pada salah satu organ saluran cerna.

Beragam penyebab BAB berdarah, diantaranya kanker

BAB berdarah adalah salah satu gejala umum dari kanker pada saluran pencernaan, terutama apabila disertai dengan penurunan berat badan secara cepat, demam, anemia dan pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar tulang leher.

Anda juga perlu mencermati penampakan fesesnya. Apabila BAB Anda berupa diare encer dengan darah segar, ini mungkin tanda kanker lambung. Bila warna darahnya merah tua agak kehitaman, kanker usus adalah penyebab BAB berdarah Anda. Sebaliknya, bila Anda mengalami BAB yang disertai darah dan lendir, juga terasa seperti ada benda asing yang mengganjal rektum (saluran pembuangan feses), ini mungkin pertanda kanker rektum.

Orang-orang berusia 50 tahun ke atas adalah kelompok orang yang paling berisiko mengalami kanker pada saluran cerna.

Tidak semua penyebab BAB berdarah adalah kanker

Selain kanker, beberapa kondisi di bawah ini juga bisa jadi penyebab BAB berdarah:

  • Luka pada lambung akibat infeksi bakteri H. Pylori, atau karena konsumsi obat nyeri NSAID dalam jangka waktu terlalu lama.
  • Pembesaran pembuluh darah vena pada kerongkongan. Ketika pembuluh darah tersebut pecah, dapat terjadi perdarahan dalam jumlah yang sangat banyak.
  • Wasir alias ambeien, yang terjadi akibat rusaknya pembuluh darah vena pada anus dan rektum. Wasir seringkali dialami pada orang sulit BAB.
  • Peradangan pada saluran cerna akibat infeksi bakteri, misalnya Shigella dan E. coli, atau bahkan protozoa seperti Entamoeba histolytica. Makhluk-makhluk mikroskopik ini menghasilkan racun yang kemudian akan merusak dinding saluran pencernaan. Akibatnya, Anda dapat mengalami diare berbau busuk yang disertai darah dan lendir.

Tips mengurangi risiko terjadinya BAB berdarah

Berikut terdapat beberapa tips yang dapat anda lakukan untuk mengurangi risiko terjadinya BAB berdarah, antara lain :

  • Cobalah untuk banyak mengonsumsi sayuran (terutama sayuran hijau dan kuning), buah-buahan, dan gandum yang kaya serat. Serat dapat membantu mencegah dan meringankan sembelit karena dapat membantu mempermudah usus membersihkan sisa-sisa kotoran yang sulit untuk dikeluarkan.
  • Hindari rokok dan minum alkohol. Terbiasa minum minuman keras dapat meningkatkan risiko kanker usus hingga 2-3 kali lipat, sementara kebiasaan merokok meningkatkan risiko kanker lambung.
  • Banyaklah mengonsumsi ikan laut karena ternyata dapat menurunkan risiko kanker usus dan kanker rektum.
  • Perbanyak konsumsi makanan tinggi asam folat dan jangan kebanyakan makan lemak hewani. terutama yang bersumber dari daging merah.
  • Jagalah kebersihan makanan dan tangan anda. Cucilah tangan anda sebelum dan sesudah makan. Jagalah pula kebersihan air minum dan sanitasi Anda. Sanitasi yang buruk dapat meningkatkan risiko terkena infeksi bakteri. Konsumsi air minum yang kotor juga dapat meningkatkan risiko terkena infeksi E. coli.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh dr. Ivena Diperbarui 24/02/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x