BAB Sering Berdarah? Hati-hati, Bisa Jadi Tanda Kanker pada Saluran Cerna

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Penyebab BAB berdarah bukan cuma ambeien alias wasir saja. Darah pada feses yang bisa Anda lihat saat buang air besar bisa jadi pertanda adanya kanker pada salah satu organ saluran cerna.

Beragam penyebab BAB berdarah, diantaranya kanker

BAB berdarah adalah salah satu gejala umum dari kanker pada saluran pencernaan, terutama apabila disertai dengan penurunan berat badan secara cepat, demam, anemia dan pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar tulang leher.

Anda juga perlu mencermati penampakan fesesnya. Apabila BAB Anda berupa diare encer dengan darah segar, ini mungkin tanda kanker lambung. Bila warna darahnya merah tua agak kehitaman, kanker usus adalah penyebab BAB berdarah Anda. Sebaliknya, bila Anda mengalami BAB yang disertai darah dan lendir, juga terasa seperti ada benda asing yang mengganjal rektum (saluran pembuangan feses), ini mungkin pertanda kanker rektum.

Orang-orang berusia 50 tahun ke atas adalah kelompok orang yang paling berisiko mengalami kanker pada saluran cerna.

Tidak semua penyebab BAB berdarah adalah kanker

Selain kanker, beberapa kondisi di bawah ini juga bisa jadi penyebab BAB berdarah:

  • Luka pada lambung akibat infeksi bakteri H. Pylori, atau karena konsumsi obat nyeri NSAID dalam jangka waktu terlalu lama.
  • Pembesaran pembuluh darah vena pada kerongkongan. Ketika pembuluh darah tersebut pecah, dapat terjadi perdarahan dalam jumlah yang sangat banyak.
  • Wasir alias ambeien, yang terjadi akibat rusaknya pembuluh darah vena pada anus dan rektum. Wasir seringkali dialami pada orang sulit BAB.
  • Peradangan pada saluran cerna akibat infeksi bakteri, misalnya Shigella dan E. coli, atau bahkan protozoa seperti Entamoeba histolytica. Makhluk-makhluk mikroskopik ini menghasilkan racun yang kemudian akan merusak dinding saluran pencernaan. Akibatnya, Anda dapat mengalami diare berbau busuk yang disertai darah dan lendir.

Tips mengurangi risiko terjadinya BAB berdarah

Berikut terdapat beberapa tips yang dapat anda lakukan untuk mengurangi risiko terjadinya BAB berdarah, antara lain :

  • Cobalah untuk banyak mengonsumsi sayuran (terutama sayuran hijau dan kuning), buah-buahan, dan gandum yang kaya serat. Serat dapat membantu mencegah dan meringankan sembelit karena dapat membantu mempermudah usus membersihkan sisa-sisa kotoran yang sulit untuk dikeluarkan.
  • Hindari rokok dan minum alkohol. Terbiasa minum minuman keras dapat meningkatkan risiko kanker usus hingga  2-3 kali lipat, sementara kebiasaan merokok meningkatkan risiko kanker lambung.
  • Banyaklah mengonsumsi ikan laut karena ternyata dapat menurunkan risiko kanker usus dan kanker rektum.
  • Perbanyak konsumsi makanan tinggi asam folat dan jangan kebanyakan makan lemak hewani. terutama yang bersumber dari daging merah.
  • Jagalah kebersihan makanan dan tangan anda. Cucilah tangan anda sebelum dan sesudah makan. Jagalah pula kebersihan air minum dan sanitasi Anda. Sanitasi yang buruk dapat meningkatkan risiko terkena infeksi bakteri. Konsumsi air minum yang kotor juga dapat meningkatkan risiko terkena infeksi E. coli.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Bahaya Mie Instan Jika Terlalu Sering Dikonsumsi

Mie instan mungkin makanan favorit masyarakat Indonesia, terutama anak kos di akhir bulan. Namun, tahukah Anda bahaya makan mie instan?

Ditinjau oleh: Hello Sehat Medical Review Team
Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Fakta Gizi, Nutrisi 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Hati-hati! Ini 6 Penyakit Berbahaya yang Disebabkan Oleh Tikus

Tikus terkenal sebagai hewan yang jorok karena bisa menyebabkan penyakit. Berikut adalah beberapa penyakit yang disebabkan oleh tikus yang perlu diwaspadai.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi 24 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Tiba-tiba Keluar Air Mani Padahal Tidak Terangsang, Kok Bisa?

Pernahkah Anda tiba-tiba mengeluarkan air mani meski tak menerima rangsangan apapun? Berikut ini penjelasannya secara medis.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Efek Bleaching untuk Memutihkan Gigi, Adakah yang Perlu Diwaspadai?

Beberapa orang memilih bleaching untuk memutihkan gigi. Namun adakah efek bleaching gigi yang perlu diwaspadai?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Perawatan Gigi, Gigi dan Mulut 24 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tidak tumbuh jenggot dan kumis

Penyebab Kumis dan Jenggot Tidak Tumbuh pada Sebagian Pria

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
obat sariawan

Benarkah Obat Kumur Bisa Mengobati Sariawan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
sakit kepala setelah cabut gigi

Kenapa Bisa Sakit Kepala Setelah Cabut Gigi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
manfaat yoga untuk kesehatan

Mengenal Jenis-Jenis Yoga dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fitriana Deswika
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit