Benarkah Obesitas Dapat Menyebabkan Serangan Jantung?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Serangan jantung bisa dialami oleh siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan, juga usia muda ataupun lebih tua. Namun, sebagian orang memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami serangan jantung, termasuk orang yang kelebihan berat badan atau obesitas. Apa sebenarnya alasan obesitas menyebabkan atau sebagai penyebab serangan jantung. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Bagaimana obesitas menyebabkan serangan jantung?

Obesitas kini menjadi momok bagi masyarakat modern, terutama masyarakat perkotaan. Berkembangnya ilmu pengetahuan, menyebabkan masyarakat mulai waspada dengan bahaya yang ditimbulkan dari kegemukan. Selain penampilan menjadi kurang menarik, ada deratan penyakit yang mengancam di belakangnya.

Serangan jantung yang dulu hanya diderita oleh orang-orang tua, kini mulai mengancam generasi muda, yang masih gencar-gencarnya berkreasi dan mengekspresikan diri. Perubahan pola hidup, baik pola makan, aktivitas fisik, dan tingkat stress menjadi penyebab utama kegemukan yang membawa serta serangan jantung yang mematikan.

Menurut sebuah artikel yang dimuat pada Obesity Action Community, kelebihan berat badan atau obesitas memang menjadi salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan serangan jantung. Berikut beberapa alasannya:

  • Meningkatkan kadar kolesterol

Sebagai contoh, saat berat badan berlebih, kadar kolesterol jahat dan trigliserida pun ikut meningkat. Tidak hanya itu, kadar kolesterol baik di dalam tubuh pun ikut berkurang. Padahal, kadar kolesterol baik (HDL) memiliki peranan penting dalam mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL) di dalam tubuh.

Hal ini tentu menyebabkan obesitas meningkatkan risiko serangan jantung, karena saat kolesterol meningkat, akan terbentuk plak-plak kolesterol dalam pembuluh darah arteri yang nantinya dapat menyebabkan penyumbatan.

  • Meningkatkan tekanan darah tinggi

Obesitas juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi meningkat, yang merupakan salah satu faktor risiko dari serangan jantung.

Orang yang mengalami obesitas, memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami pembentukan plak di pembuluh darah, sehingga mempersempil pembuluh darah. Hal ini akan membuat jantung harus bekerja lebih keras memompa untuk menyuplai oksigen dan nutrisi lain yang dibutuhkan oleh tubuh. Hal tersebut meningkatkan tekanan darah dalam tubuh.

Dengan begitu, tak heran jika Anda mengalami tekanan darah tinggi. Kondisi yang terjadi karena obesitas ini menyebabkan risiko serangan jantung ikut meningkat.

  • Meningkatkan kadar gula darah

Bukan hanya kolesterol dan tekanan darah tinggi saja, kadar gula darah juga dapat meningkat jika Anda mengalami obesitas. Dengan meningkatnya kadar gula darah, risiko Anda mengalami diabetes pun ikut meningkat. Padahal, kondisi yang disebabkan obesitas ini merupakan salah satu kondisi yang menyebabkan risiko serangan jantung meningkat.

Menurut American Heart Association, setidaknya 68% dari total lanjut usia yang menderita diabetes, biasanya juga mengalami serangan jantung. Oleh karena itu, jika Anda menderita diabetes tapi belum didiagnosis mengalami serangan jantung, kini saatnya melakukan pencegahan terhadap serangan jantung.

Cara mengukur berat badan untuk mengetahui obesitas atau tidak

Untuk mengetahui apakah Anda termasuk obesitas atau tidak, berikut beberapa cara yang dapat dilakukan:

Menggunakan kalkulator BMI

Anda mungkin sudah memahami bahwa obesitas dapat menyebabkan berbagai risiko serangan jantung meningkat. Namun, Anda pun bisa jadi kebingunan, apakah saat ini Anda memiliki berat badan ideal atau justru berat badan berlebih. Untuk mengetahuinya, Anda bisa melakukan perhitungan atas Body Mass Index atau BMI menggunakan kalkulator BMI dari Hello Sehat.

Anda bisa menggunakan perhitungan BMI untuk mengukur tinggi dan berat badan Anda. Jika tidak bisa melakukannya sendiri di rumah, Anda bisa meminta bantuan ahli medis profesional di rumah sakit terdekat.

Dengan menggunakan perhitungan tinggi dan berat badan, Anda mungkin akan lebih mudah mengontrol angka BMI. Skor BMI akan mengelompokkan Anda ke dalam salah satu dari empat kategori, yaitu underweight atau berat badan di bawah rata-rata, ideal, berat badan berlebih, atau obesitas.

Jika Anda berada pada angka obesitas, penting untuk memeriksakan kondisi kesehatan jantung ke dokter. Setidaknya, Anda perlu tahu apakah obesitas yang Anda alami telah menyebabkan serangan jantung. Jika sudah, Anda dan dokter bisa mengatasi serangan jantung dengan cara yang tepat. Jika belum, Anda bisa mempersiapkan pencegahan hingga bisa lebih berhati-hati terhadap setiap gejala serangan jantung yang mungkin muncul.

Namun, Anda tetap perlu memerhatikan massa otot. Pasalnya, kalkulator BMI tidak memperhitungkannya. Artinya, angka BMI miliki Anda mungkin menunjukkan berat badan berlebih atau obesitas. Padahal, yang membuat tubuh Anda lebih berat adalah massa otot, bukan lemak.

Mengukur lingkar pinggang

Selain menggunakan kalkulator, Anda bisa mencari tahu apakah Anda mengalami obesitas atau tidak dengan cara mengukur lingkar pinggang. Tujuannya, untuk mengetahui apakah tubuh Anda memiliki terlalu banyak lemak di bagian perut atau pinggang. Semakin besar lingkar pinggang, semakin banyak jumlah lemak di area tersebut.

Namun, Anda perlu tahu bahwa perhitungan lingkar pinggang ini tidak akan sama dengan saat Anda mengukurnya untuk membeli celana. Untuk dapat mengukur pinggang, Anda butuh alat pengukur, dan letakkan pada bagian bawah tulang iga dan pinggul bagian atas.
Untuk ukuran ideal, pinggang laki-laki biasanya berada pada angka 94 sentimeter (cm). Sementara, lingkar pinggang ideal bagi perempuan adalah 80 cm.

Cara mengurangi risiko obesitas dan serangan jantung

Mengingat obesitas dapat menyebabkan risiko serangan jantung meningkat, Anda tentu tidak ingin mengalaminya. Oleh sebab itu, jika Anda masih berada pada berat badan ideal atau normal, pertahankan agar dapat menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Namun, apabila Anda telah mengalami obesitas, penting bagi Anda untuk mengontrol berat badan demi mengurangi risiko serangan jantung. Tidak perlu memaksakan diri, Anda bisa memulainya secara perlahan. Sebagai contoh, dengan mengurangi porsi makan dengan porsi makan yang pas.

Selain itu, biasakan pola makan sehat demi mencegah serangan jantung. Hindari makanan yang berpotensi meningkatkan berat badan. Jika perlu, baca setiap label makanan kemasan yang hendak Anda konsumsi untuk menghindari makanan yang kurang sehat.

Tak lupa untuk rutin berolahraga, sehingga tubuh lebih aktif dalam membakar lemak-lemak. Hal ini juga dapat membantu mengurangi risiko obesitas yang dapat menyebabkan serangan jantung.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

Obat Nyeri Otot: Mulai dari Obat Resep Dokter Hingga Obat Herbal

Nyeri otot dapat mengganggu aktivitas harian. Temukan berbagai obat pereda nyeri otot yang ampuh, mulai dari obat resep dokter hingga obat herbal.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Myalgia (Nyeri Otot) 17 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Berbagai Makanan yang Perlu Dikonsumsi Jika Anda Kurang Tidur

Ngantuk, lemas, dan tak bertenaga akibat begadang semalaman? Daftar makanan ini bisa membuat Anda segar dan berenergi lagi.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Hidup Sehat, Tips Sehat 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Berbagai Komplikasi yang Mungkin Muncul Akibat Penyakit Dermatitis

Selain menimbulkan gejala yang muncul pada kulit, komplikasi dermatitis bisa saja terjadi. Apa saja dampak panjang dari penyakit ini yang mungkin terjadi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Kulit, Dermatitis 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Dermatitis Numularis (Eksim Diskoid)

Eksim numular, dikenal juga sebagai dermatitis numularis atau eksim discoid, adalah kondisi kronis yang menyebabkan bercak berbentuk koin pada kulit.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Kulit, Dermatitis 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

nyeri sendi

Ketahui Gejala, Penyebab Nyeri Sendi Hingga Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
syok hipovolemik

Syok Hipovolemik

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 24 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
makanan untuk penderita thalasemia

Panduan Makanan Bergizi untuk Orang dengan Thalassemia

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
bmt transplantasi sumsum tulang

Memahami Prosedur Transplantasi Sumsum Tulang Belakang (BMT)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit