backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Kardiomiopati Dilatasi

Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. · General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 4 minggu lalu

Kardiomiopati Dilatasi

Beberapa gangguan jantung sering kali tidak menunjukkan gejala, begitu pula dengan salah satu jenis gangguan jantung yang disebut kardiomiopati dilatasi.

Meski tidak bergejala, bukan berarti kondisi ini bisa diabaikan. Pasalnya, kardiomiopati dilatasi yang dibiarkan bisa menyebabkan penyakit jantung yang berbahaya.

Apa itu kardiomiopati dilatasi?

Kardiomiopati dilatasi atau dilated cardiomyopathy (DCM) adalah kondisi ketika bilik atau ventrikel sebelah kiri membesar. Ini merupakan bagian jantung yang bertugas memompa darah ke seluruh tubuh.

Ketika ventrikel kiri membesar, jaringan di sekitarnya akan ikut menipis dan lemah sehingga kemampuannya untuk memompa darah berkurang. Akibatnya, tubuh Anda akan kekurangan oksigen yang dibawa oleh darah.

DCM termasuk gangguan jantung struktural. Artinya, kondisi ini bisa menyebabkan penyakit jantung lainnya, seperti aritmia, masalah pada katup jantung, hingga gagal jantung.

Tanda dan gejala kardiomiopati dilatasi

tanda jantung tidak sehat

Pada tahap awal, dilated cardiomyopathy sering kali tidak menunjukkan gejala. Gejala biasanya muncul ketika fungsi jantung mulai memburuk.

Gejala awalnya adalah murmur jantung atau bunyi desingan di sekitar jantung. Kondisi ini biasanya diketahui melalui pemeriksaan dengan stetoskop.

Sementara itu, gejala kardiomiopati dilatasi lainnya yang lebih mudah dikenali adalah sebagai berikut.

  • Batuk dan hidung tersumbat.
  • Pusing atau sakit kepala ringan.
  • Mudah lelah.
  • Palpitasi (detak jantung cepat).
  • Nyeri dada.
  • Sesak napas.
  • Edema atau pembengkakan pada kaki.
  • Kenaikan berat badan karena retensi cairan.

Setiap orang bisa merasakan gejala DCM yang berbeda. Jika Anda memiliki kekhawatiran terkait kondisi jantung Anda, jangan ragu untuk periksa ke dokter.

Penyebab kardiomiopati dilatasi

Penyebab kardiomiopati dilatasi belum diketahui secara pasti, tetapi sebagian besar kasus DCM bersifat keturunan. Kondisi ini disebut kardiomiopati dilatasi familial.

Selain itu, berikut adalah kondisi lain yang bisa meningkatkan risiko Anda memiliki dilated cardiomyopathy, seperti dikutip dari situs Penn Medicine.

  • Penyakit autoimun.
  • Komplikasi selama atau setelah kehamilan.
  • Jantung koroner.
  • Diabetes.
  • Paparan zat beracun, termasuk alkohol.
  • Hipertensi.
  • Gangguan hormonal, seperti hipotiroidisme.
  • Infeksi virus ganas, seperti HIV.

Komplikasi dilated cardiomyopathy

Apabila tidak segera diatasi, DCM bisa menimbulkan berbagai komplikasi seperti berikut.

  • Aritmia atau gangguan irama jantung.
  • Terbentuknya gumpalan darah di jantung.
  • Serangan jantung mendadak.
  • Stroke.
  • Nyeri dada.

Diagnosis DCM

Untuk menentukan pengobatan yang tepat, dokter perlu menemukan penyebab atau faktor penyebab DCM melalui proses diagnosis.

Berikut ini adalah beberapa tes untuk mendiagnosis kardiomiopati dilatasi.

  • Pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan. Pastikan untuk menyampaikan semua gejala yang pernah Anda rasakan kepada dokter.
  • Tes darah untuk mengukur zat besi dalam darah. Hasil tes ini bisa menunjukkan apakah Anda memiliki penyakit autoimun, tiroid, atau infeksi.
  • Kateterisasi untuk mengukur tekanan di dalam dan sekitar jantung.
  • Angiografi untuk mengambil gambar pembuluh darah arteri dalam jantung.
  • Ekokadiogram untuk mengambil gambar struktur jantung.
  • Elektrokardiogram (EKG) untuk mencari tahu pola impuls listrik jantung.
  • Uji genetik untuk mengetahui apakah kondisi Anda dipengaruhi oleh faktor keturunan.
  • Elektrofisiologi untuk mengukur aktivitas listrik jantung sekaligus menilai risiko kematian mendadak.
  • Tes pencitraan lainnya, seperti MRI, CT scan, serta pemindaian multigated acquisition (MUGA).

Selalu ikuti saran pemeriksaan dari dokter untuk mendapatkan hasil diagnosis yang akurat.

Pengobatan kardiomiopati dilatasi

Tujuan pengobatan kardiomiopati dilatasi adalah meningkatkan fungsi jantung, mengendalikan gejala, dan mencegah komplikasi. Setiap orang bisa mendapatkan pengobatan yang berbeda sesuai kondisinya.

Berikut adalah beberapa opsi pengobatan untuk pasien dilated cardiomyopathy.

  • Diuretik atau pil air untuk memblokir aldosteron sehingga risiko gagal jantung bisa berkurang.
  • Obat ACE inhibitor untuk mengurangi beban kerja jantung.
  • Obat anti-aritmia atau beta blocker untuk mengontrol ritme detak jantung.
  • Pengencer darah untuk mencegah penggumpalan darah yang bisa menyebabkan stroke.

Selain pengobatan berjalan, beberapa pasien DCM mungkin juga membutuhkan pembedahan untuk memperbaiki kondisi jantung. Berikut adalah beberapa metode pembedahan yang bisa diberikan.

  • Pemasangan implan, seperti implantable cardioverter defibrillator (ICD) yang ditanam ke jantung untuk memperbaiki ritme jantung.
  • Pembedahan untuk memperbaiki atau mengganti katup yang rusak.
  • Operasi pencangkokan bypass arteri koroner (CABG) atau angioplasti untuk membuka penyumbatan pembuluh jantung.
  • Transplantasi jantung.

Tak hanya menjalani pengobatan dengan dokter, pasien DCM biasanya juga diminta untuk menjalani gaya hidup sehat, seperti menghindari alkohol, menjaga berat badan, berhenti merokok, dan belajar mengelola stres.

Kebiasaan tersebut tidak hanya mengoptimalkan pengobatan kardiomiopati dilatasi, tetapi juga mengurangi risiko Anda terkena berbagai penyakit.

Oleh karena itu, tak perlu menunggu sakit untuk mengubah pola hidup menjadi lebih sehat.

Kesimpulan

  • Kardiomiopati dilatasi adalah pembesaran ventrikel kiri sehingga jantung tidak bisa memompa darah yang kaya oksigen dengan baik.
  • Murmur jantung adalah gejala utama DCM. Ciri-ciri lain kondisi ini adalah nyeri dada, batuk-batuk, sesak napas, dan mudah lelah.
  • Keturunan merupakan faktor utama yang banyak ditemukan pada pasien dilated cardiomyopathy.
  • Obat yang kerap diresepkan untuk pasien kardiomiopati dilatasi adalah diuretik, ACE inhibitor, beta blocker, dan pengencer darah.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.



Ditinjau secara medis oleh

dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 4 minggu lalu

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan