Saat terkena tipes, Anda akan merasa sangat lemah dan tidak bertenaga. Mengenali ciri tipes mulai membaik penting untuk memastikan bahwa tubuh benar-benar pulih.
Saat terkena tipes, Anda akan merasa sangat lemah dan tidak bertenaga. Mengenali ciri tipes mulai membaik penting untuk memastikan bahwa tubuh benar-benar pulih.

Lalu, apa saja tanda-tanda tipes akan sembuh? Simak pembahasannya di bawah ini.
Tipes atau demam tifoid adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Itulah mengapa dokter meresepkan antibiotik sebagai obat sakit tipes.
Dikutip dari Cleveland Clinic, bila diobati lebih awal dengan antibiotik, pengidap tipes akan mulai membaik dalam beberapa hari setelah obat diberikan.
Namun, apabila pasien terlambat diobati, penyakit tipes dapat berlangsung selama tiga minggu atau lebih.
Setelah kurun waktu tersebut, biasanya pasien akan menunjukkan tanda-tanda penyakit tipes mulai sembuh. Berikut adalah beberapa di antaranya.

Salah satu tanda pasien tipes sudah mulai sembuh adalah suhu tubuh yang berangsur normal.
Dalam satu atau dua minggu setelah terinfeksi bakteri, pasien biasanya mengalami gejala tipes berupa demam. Demam dapat meningkat setiap hari hingga mencapai 39–40℃.
Apabila pengobatan berjalan dengan baik, demam akan turun secara perlahan. Suhu tubuh pasien lalu akan kembali stabil pada rentang normal, yakni sekitar 36–37°C.
Nafsu makan Anda saat terkena penyakit tipes bisa turun secara drastis. Ini karena infeksi bisa menyebabkan masalah pada usus yang memicu mual dan muntah.
Saat kondisi Anda mulai membaik, nafsu makan dapat kembali secara bertahap. Anda pun mulai merasa lebih lapar dan bisa menikmati makanan tanpa khawatir untuk merasa mual.
Bakteri Salmonella typhi dapat menginfeksi usus halus yang fungsinya menyerap zat gizi dari makanan. Hal ini bisa menyebabkan kelelahan ekstrem pada orang yang sakit tipes.
Salah satu tanda Anda sudah sembuh adalah hilangnya rasa lelah berlebih akibat tipes. Anda akan merasa lebih bertenaga dan mampu melakukan aktivitas ringan kembali.
Selama mengalami tipes, Anda sering mengalami nyeri dan perut kembung. Kondisi ini terjadi karena infeksi bakteri ini akan menyerang sistem pencernaan.
Nyeri dan perut kembung yang berangsur hilang merupakan ciri tipes mulai membaik. Kerja sistem pencernaan yang kembali normal membuat Anda merasa lebih nyaman saat beraktivitas.
Tidak hanya sakit perut, tipes juga sering memicu masalah pencernaan seperti sembelit atau diare.
Saat bakteri Salmonella typhi yang menjadi penyebab tipes sudah berhasil dihilangkan dengan obat antibiotik, frekuensi buang air besar atau BAB akan kembali normal.
Tekstur feses yang padat atau tidak berair lagi juga menjadi tanda bahwa tipes sudah sembuh dan kerja sistem pencernaan Anda mulai pulih.

Selain minum obat antibiotik sesuai anjuran dokter, berikut ini adalah beberapa tips yang dapat Anda lakukan agar lebih cepat sembuh dari sakit tipes.
Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan pantangan saat sakit tipes, seperti menghindari olahraga dan melakukan aktivitas fisik berat untuk sementara waktu.
Dengan mengenali ciri tipes mulai membaik dan menerapkan tips di atas, Anda dapat pulih lebih cepat dan kembali beraktivitas seperti biasa.
Selalu perhatikan anjuran dokter supaya proses penyembuhan berjalan optimal serta Anda terhindar dari komplikasi penyakit tipes yang mungkin terjadi.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Typhoid. (2023). World Health Organization. Retrieved August 28, 2024, from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/typhoid
Typhoid fever: Causes, symptoms & treatment. (2018). Cleveland Clinic. Retrieved August 28, 2024, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17730-typhoid-fever
Typhoid fever. (2023). Mayo Clinic. Retrieved August 28, 2024, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/typhoid-fever/symptoms-causes/syc-20378661
Typhoid fever – Symptoms, causes and treatment. (n.d.). Penn Medicine. Retrieved August 28, 2024, from https://www.pennmedicine.org/for-patients-and-visitors/patient-information/conditions-treated-a-to-z/typhoid-fever
Bhandari, J., Thada, P.K., Hashmi, M.F., et al. (2024). Typhoid Fever. StatPearls Publishing. Retrieved August 28, 2024, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK557513/
Versi Terbaru
11/09/2024
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
Diperbarui oleh: Diah Ayu Lestari
Ditinjau secara medis oleh
dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)