Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

5 Fakta tentang Meningitis yang Perlu Diketahui

5 Fakta tentang Meningitis yang Perlu Diketahui

Meningitis atau radang selaput otak adalah penyakit yang membuat selaput di sekitar otak dan sumsum tulang belakang mengalami peradangan. Gejala umumnya dapat meliputi sakit kepala, demam, dan leher kaku. Terkadang, meningitis juga bisa mematikan. Yuk, ketahui berbagai fakta lainnya mengenai meningitis.

Berbagai fakta penyakit meningitis

Ada yang bilang bahwa penyakit meningitis hanya berbahaya pada anak-anak. Ada pula yang percaya meningitis bisa ditularkan melalui sentuhan kulit dengan orang yang terinfeksi. Lantas, bagaimana dengan fakta yang sebenarnya?

1. Dapat menyerang segala usia

Berdasar dara, risiko radang selaput otak lebih tinggi pada anak-anak, terutama mereka yang berusia di bawah 2 bulan. Sekitar 70% dari kasus meningitis bakteri terjadi pada anak-anak di bawah usia 5 tahun.

Meski demikian, penyakit ini tetap bisa menyerang siapa saja. Meski telah berusia remaja atau sudah dewasa, Anda tak lepas dari risiko infeksi penyakit ini.

Meningitis juga dapat berakhir fatal pada orang-orang yang lebih tua, terutama bila jenis yang dialami adalah meningitis bakteri. Risiko kematian akibat meningitis akan kembali meningkat ketika seseorang telah memasuki usia lanjut.

2. Meningitis bakteri paling mematikan

Perlu Anda ketahui, penyakit ini terdiri dari berbagai macam jenis bergantung pada penyebabnya. Beberapa di antaranya adalah meningitis bakteri, meningitis virus, dan meningitis jamur.

Meningitis bakteri dianggap sebagai jenis meningitis yang paling serius dan berbahaya daripada jenis lainnya.

Kematian akibat meningitis bakteri dapat terjadi hanya dalam beberapa jam. Beberapa di antara mereka yang sembuh dapat mengalami komplikasi akibat meningitis seperti cacat permanen, kerusakan otak, atau gangguan pendengaran.

Menurut data dari WHO, sekitar 1 dari 10 orang yang menderita meningitis bakteri meninggal, dan 1 dari 5 orang mengalami komplikasi parah.

3. Dapat menular melalui ciuman

Bakteri penyebab meningitis dapat menyebar melalui tetesan sekresi pernapasan dan tenggorokan, seperti air liur, lendir, atau percikan yang keluar saat batuk dan bersin.

Meski demikian, belum banyak orang yang tahu bahwa penularan bakteri penyebab meningitis tidak semudah penyebaran virus flu. Sebab, bakteri penyebab meningitis tidak dapat bertahan lama di luar tubuh.

Bakteri tidak menyebar melalui kontak biasa seperti jabatan tangan atau menghirup udara di tempat yang sama dengan orang yang telah terinfeksi. Penyakit ini akan menginfeksi bila seseorang melakukan kontak dekat, misalnya dengan mencium atau batuk langsung di depan orang tersebut.

4. Sulit dideteksi

Meningitis cukup sulit untuk dideteksi, sebab gejalanya seringkali mirip dengan penyakit-penyakit lainnya. Kadang terjadi salah diagnosis sebagai penyakit ringan, mengingat gejala awal penyakit ini mirip dengan flu seperti demam dan sakit kepala.

Maka dari itu, pasien harus senantiasa waspada dengan kondisinya sendiri. Bila gejala muncul secara tiba-tiba dan bertambah parah, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan.

5. Vaksin meningitis tidak menyebabkan penyakit meningitis

Fakta selanjutnya yang tak kalah penting adalah vaksin meningitis tidak akan menyebabkan penyakitnya itu sendiri. Vaksin meningitis tidak mengandung zat apapun yang dapat menyebabkan infeksi.

Justru vaksin akan melindungi Anda dari penyakit dan risiko komplikasinya. Vaksinasi masih menjadi cara paling efektif untuk mencegah beberapa jenis meningitis tertentu.

Meski demikian, tidak ada vaksin yang bisa melindungi Anda 100 persen. Anda masih memiliki risiko terinfeksi namun vaksin membantu mengurangi risiko keparahan gejala.

Oleh karena itu, lakukan langkah pencegahan lainnya dengan menjaga kebersihan diri dan barang-barang di sekitar Anda dan menjalani pola hidup yang sehat guna mempertahankan sistem imun.

Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Meningitis Myths and Facts. (2021). National Foundation for Infectious Disease. Retrieved 29 October 2021, from https://www.nfid.org/infectious-diseases/meningitis-myths-and-facts/

Meningitis. (2021). World Health Organization. Retrieved 29 October 2021, from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/meningitis

Meningitis. (2021). Cleveland Clinic. Retrieved 29 October 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/14600-meningitis

Meningitis Vaccines. (n.d.). Meningitis Research Foundation. Retrieved 29 October 2021, from https://www.meningitis.org/meningitis/vaccine-information

Meningitis FAQ. (n.d.). Emergency Management Yale University. Retrieved 29 October 2021, from https://emergency.yale.edu/meningitis-faq

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui 7 hari lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri