Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Nocardia

Pengertian infeksi nocardia |Gejala infeksi Nocardia|Penyebab dan faktor risiko Nocardia|Diagnosis infeksi Nocardia|Pengobatan infeksi Nocardia|Pengobatan rumahan infeksi Nocardia|Pencegahan
Nocardia

Pengertian infeksi nocardia

Nocardiosis atau infeksi Nocardia adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri dari kelompok Nocardia. Bakteri ini berasal dari tanah dan air.

Infeksi bakteri ini dapat menyerang sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang), paru-paru, atau kulit. Infeksi Nocardia adalah penyakit serius dan bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

Nocardiasis adalah kondisi yang sering kali menyerang orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah, seperti penderita kanker. Mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah akan kesulitan melawan infeksi.

Gejala infeksi Nocardia

Gejala nocardiosis yang muncul biasanya tergantung pada organ tubuh yang terinfeksi. Berikut penjelasannya:

Paru-paru

Infeksi Nocardia yang paling umum terjadi di paru-paru. Sebagian besar kasus nocardiosis dimulai sebagai infeksi paru yang berkembang menjadi abses paru-paru.

Dalam kondisi tersebut, Anda mungkin akan mengalami gejala-gejala yang mirip dengan gejala pneumonia dan tuberkulosis, seperti:

  • Nyeri di dada saat bernapas (terjadi tiba-tiba atau perlahan-lahan)
  • Demam
  • Berkeringat di malam hari
  • Kelelahan
  • Batuk

Otak

Ketika terjadi di paru-paru, infeksi dapat menyebar hingga ke otak. Infeksi dapat menyebar melalui aliran darah dan mengakibatkan abses di otak. Ini adalah kondisi yang sangat serius.

Jika sistem saraf pusat terinfeksi Nocardia, Anda mungkin akan merasakan gejala-gejala, seperti:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Linglung
  • Kejang

Kulit

Selain itu, Nocardia juga dapat menginfeksi kulit dari luka terbuka. Dikutip dari National Organization for Rare Disorders, infeksi yang terjadi di kulit terjadi pada sekitar sepertiga dari semua kasus nocardiosis.

Aktivitas seperti berkebun tanpa menggunakan sarung tangan dapat membuat tangan Anda terluka dan terinfeksi. Biasanya, infeksi ditemukan tersebar di seluruh tangan, dada, dan bokong.

Pada pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti pasien HIV, perkembangan penyakit ini bisa sangat cepat.

Jika Anda mengalami infeksi Nocardia pada kulit, Anda mungkin mengalami:

  • Luka-luka pada kulit
  • Muncul benjolan pada kulit, dengan infeksi yang menyebar di sepanjang kelenjar getah bening
  • Kulit menjadi kemerahan

Kemungkinan terdapat tanda dan gejala lain yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan diskusikan dengan dokter Anda.

Hubungi dokter atau segera pergi ke rumah sakit apabila gejala tidak hilang atau semakin memburuk. Kondisi tubuh setiap orang berbeda-beda. Selalu konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis, pengobatan, dan perawatan yang terbaik bagi Anda.

Penyebab dan faktor risiko Nocardia

Penyebab penyakit nocardiosis adalah infeksi bakteri Nocardia yang ditemukan di lingkungan, seperti genangan air, tanaman yang membusuk, dan tanah. Nocardia disebut sebagai patogen oportunistik, yaitu bakteri yang menginfeksi manusia dan hewan jika kondisinya tepat.

Infeksi Nocardia biasanya terjadi ketika:

  • Menghirup debu yang mengandung bakteri
  • Tanah atau air yang membawa bakteri masuk ke kulit melalui luka atau goresan
  • Pasien yang dirawat di rumah sakit terinfeksi dari peralatan medis yang terkontaminasi bakteri melalui luka operasi

Faktor risiko

Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah paling berisiko mengalami kondisi ini. Beberapa penyakit dan kondisi dapat menyebabkan penurunan daya tahan tubuh.

Beberapa kondisi yang meningkatkan risiko Anda mengalami nocardiosis adalah:

  • Menggunakan steroid dosis tinggi dalam jangka waktu yang lama
  • Transplantasi sumsum tulang atau organ
  • Gangguan jaringan ikat
  • Pulmonary alveolar proteinosis (penyakit yang menyebabkan kantung udara paru-paru tersumbat)
  • Kanker
  • HIV/AIDS
  • Diabetes
  • Alkoholik

Selain itu, dikutip dari situs pusat pendendalian dan pencegahan penyakit Amerika Serikat, CDC, pria memiliki risiko lebih besar terkena infeksi Nocardia dibandingkan wanita.

Diagnosis infeksi Nocardia

Dokter akan mendiagnosis penyakit berdasarkan riwayat kesehatan dan pemeriksaan tubuh. Dokter juga akan mengambil sampel jaringan untuk diteliti, tergantung pada bagian yang terinfeksi.

Pemeriksaan untuk mendiagnosis kondisi ini dapat meliputi:

  • Biopsi paru-paru (atau bagian lain dari saluran udara bawah)
  • Lendir dari saluran udara bagian bawah
  • Biopsi kulit
  • Biopsi jaringan otak

Pengobatan infeksi Nocardia

Serupa dengan infeksi bakteri lainnya, pengobatan bakteri untuk infeksi Nocardia adalah dengan minum antibiotik. Lama pengobatan akan berbeda-beda, bisa berkisar antara beberapa bulan hingga setahun atau lebih, tergantung organ yang terinfeksi.

Obat-obatan yang mungkin direkomendasikan dokter untuk mengatasi kondisi Anda adalah:

  • Sulfonamide
  • Trimethoprim-sulfamethoxazole
  • Imipenem dan cilastatin
  • Meropenem
  • Cefotaxime
  • Cefriaxone
  • Ampicillin
  • Minocycline
  • Amikacin

Selain itu, kemungkinan dokter akan melakukan operasi untuk menghilangkan nanah yang ada di kelenjar getah bening atau nodus yang bernanah. Tanpa pengobatan, kondisi ini bisa fatal dan mengancam jiwa Anda.

Komplikasi nocardiosis

Komplikasi yang mungkin terjadi jika nocardiosis tidak segera ditangani adalah:

  • Infeksi paru-paru dapat menyebabkan jaringan parut dan sesak napas jangka panjang (kronis)
  • Infeksi kulit dapat menyebabkan jaringan parut atau kerusakan
  • Abses otak dapat menyebabkan gangguan fungsinya

Pengobatan rumahan infeksi Nocardia

Gaya hidup dan pengobatan yang bisa meringankan gejala infeksi Nocardia adalah:

  • Lakukan pemeriksaan ulang secara rutin guna memantau perkembangan penyakit serta kesehatan Anda.
  • Minumlah obat sesuai resep dokter. Jangan sembarangan menggunakan obat atau mengabaikan resep yang ditujukan untuk Anda. Minumlah obat sesuai dosis yang dianjurkan. Infeksi bisa kambuh sewaktu-waktu apabila pengobatan tidak tuntas.
  • Informasikan kepada dokter jika memiliki gejala infeksi atau komplikasi lain.

Pencegahan

Tidak ada cara khusus untuk mencegah infeksi ini. Namun, cara-cara di bawah ini mungkin bisa menurunkan risiko Anda terkena nocardiasis:

  • Gunakan sepatu dan sarung tangan ketika bekerja di lingkungan terbuka untuk mencegah luka dan goresan terbuka
  • Orang yang melakukan transplantasi organ mungkin dapat diberikan antibiotik pencegah infeksi Nocardia

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik bagi Anda.

Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Encyclopedia, M., & infection, N. (2020). Nocardial infection: MedlinePlus Medical Encyclopedia. Retrieved 16 December 2020, from https://medlineplus.gov/ency/article/000679.htm

Nocardiosis | CDC. (2020). Retrieved 16 December 2020, from https://www.cdc.gov/nocardiosis/index.html

Nocardiosis – NORD (National Organization for Rare Disorders). (2020). Retrieved 16 December 2020, from https://rarediseases.org/rare-diseases/nocardiosis/

Nocardiosis | DermNet NZ. (2020). Retrieved 16 December 2020, from https://dermnetnz.org/topics/nocardiosis/

Kandi, V. (2015). Human Nocardia Infections: A Review of Pulmonary Nocardiosis. Cureus. doi: 10.7759/cureus.304

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fajarina Nurin Diperbarui 08/01/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.