Mencegah Blefaritis, Infeksi Kelopak Mata Akibat Makeup Mata

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Eye makeup atau riasan di area sekitar mata seperti maskara, eyeshadow, dan eyeliner, tentu tidak asing lagi bagi para wanita. Apakah Anda termasuk salah satu pengguna eye makeup? Hati-hati, penelitian membuktikan bahwa penggunaan riasan mata dapat menimbulkan infeksi kelopak mata atau blefaritis jika tidak dilakukan dengan hati-hati.

Apa itu blefaritis?

Infeksi kelopak mata dalam bahasa medis dikenal sebagai blefaritis. Penyakit kelopak mata ini bisa disebabkan oleh infeksi bakteri ataupun berhubungan dengan penyakit lain, seperti dermatitis seboroik ataupun rosacea. Akibatnya, kelopak mata menjadi bengkak dan merah. Infeksi ini bisa dialami semua golongan usia, namun kondisi ini tidak menular.

Apa penyebab blefaritis?

Ada tiga jenis blefaritis yang dibagi berdasarkan lokasi dan penyebabnya, yaitu blefaritis anterior, posterior, dan campuran (kombinasi dari blefaritis anterior dan posterior).

Blefaritis anterior dapat disebabkan karena infeksi bakteri Staphylococcus atau terkait dengan kondisi dermatitis seboroik. Jenis ini ditandai dengan peradangan pada sisi luar kelopak mata tempat melekatnya bulu mata.

Blefaritis posterior dapat disebabkan tersumbatnya kelenjar Meibom (kelenjar yang terletak di sepanjang tepi belakang kelopak mata) ataupun terkait dengan kondisi rosacea. Jenis ini ditandai dengan peradangan tepi bagian dalam kelopak mata yang menyentuh bola mata.

Apa saja ciri dan gejala blefaritis?

Infeksi pada kelopak mata ini akan menyebabkan kelopak mata menjadi merah dan bengkak. Gejala yang dapat timbul, seperti:

  • Gatal, nyeri, dan kelopak mata merah yang saling menempel
  • Bulu mata yang berkerak atau berminyak
  • Sensasi panas pada kelopak mata
  • Kepekaan terhadap cahaya meningkat (fotofobia)
  • Pertumbuhan bulu mata yang tidak normal atau hilangnya bulu mata pada kasus yang berat

Kondisi ini umumnya mengenai kedua mata dan biasanya salah satu mata akan tampak lebih meradang. Gejala dirasakan lebih berat pada pagi hari.

Bagaimana cara mengobati blefaritis?

Kunci pengobatan dari semua jenis blefaritis adalah menjaga kelopak mata agar tetap bersih dan bebas dari kerak. Kompres hangat pada mata dapat melunakan kerak yang menempel pada daerah tepi kelopak mata dan bulu mata. Kemudian gosok kelopak mata dengan campuran air dan sampo bayi dengan lembut.

Membatasi atau menghentikan penggunaan riasan mata saat mengobati blefaritis sering direkomendasikan, karena penggunaan riasan mata akan membuat kebersihan kelopak mata lebih sulit dijaga.

Jika tidak membaik, Dokter akan memberikan tambahan obat, seperti:

  • Antibiotik jika terdapat infeksi bakteri
  • Steroid dalam bentuk tetes atau salep mata untuk mengurangi inflamasi
  • Obat untuk meningkatkan sistem imunitas
  • Pengobatan untuk penyakit yang mendasarinya, seperti dermatitis seboroik, rosacea

Selama menjalani pengobatan, sebaiknya Anda mengonsumsi makanan yang tinggi omega-3 karena dapat membantu mengurangi gejala blefaritis. Contoh makanan yang mengandung omega-3, antara lain: ikan sarden, tuna, salmon, kacang-kacangan, biji-bijian, dan sayuran hijau.

Apakah blefaritis bisa dicegah?

Ya. Blefaritis dapat dicegah dengan mudah dengan cara:

  • Jaga kebersihan kelopak mata
  • Memastikan produk makeup yang digunakan berkualitas baik (menggunakan bahan yang aman) dan belum kadaluwarsa (makeup yang sudah kadaluwarsa banyak mengandung bakteri dan jamur)
  • Hapus semua riasan mata sebelum tidur
  • Jangan gunakan eyeliner di bagian belakang kelopak mata Anda
  • Pada tahap awal pengobatan blefaritis, Anda dapat mencegah iritasi lebih lanjut dengan tidak menggunakan makeup
  • Setelah Anda mulai menggunakannya lagi, ganti produk makeup yang digunakan pada kelopak mata Anda karena produk lama Anda mungkin sudah terkontaminasi

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengungkap Serba-serbi Micellar Water, Amankah Bagi Wajah?

Micellar water populer di kalangan makeup artist dan pencinta produk skincare. Namun, apakah produk ini aman dan bermanfaat?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Fakta Mengagumkan Soal Lutut Manusia yang Tangguh Tapi Rawan Cedera

Lutut manusia bertugas untuk menopang aktivitas Anda sehari-hari. Yuk, cari tahu berbagai fakta menarik soal kesehatan lutut berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

BAB Sering Berdarah? Hati-hati, Bisa Jadi Tanda Kanker pada Saluran Cerna

Penyebab BAB berdarah bukan cuma ambeien alias wasir saja. Darah pada feses bisa jadi pertanda adanya kanker pada salah satu organ saluran cerna Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Kanker, Kanker Lambung 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Computer Vision Syndrome, Masalah Mata Di Era Digital

Dry eye (DE) dan computer vision syndrome (CVS) adalah masalah yang dapat timbul akibat terlalu lama melihat layar. Bagaimana mengatasinya?

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Masalah Mata Lainnya 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit dari tikus

Hati-hati! Ini 6 Penyakit Berbahaya yang Disebabkan Oleh Tikus

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
keluar air mani

Tiba-tiba Keluar Air Mani Padahal Tidak Terangsang, Kok Bisa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
efek bleaching gigi

Efek Bleaching untuk Memutihkan Gigi, Adakah yang Perlu Diwaspadai?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
mie instan atau nasi

Mie Instan atau Nasi Putih, Mana yang Lebih Sehat untuk Dikonsumsi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit