Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kurangi Risiko Penularan COVID-19 dengan Tidur Berkualitas

Kurangi Risiko Penularan COVID-19 dengan Tidur Berkualitas

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Imbauan untuk meningkatkan imunitas tubuh terus dilakukan. Masyarakat diminta untuk rajin berolahraga dan mengonsumsi makanan penuh nutrisi. Tapi jangan lupa bahwa tidur berkualitas juga memegang peranan penting dalam mengurangi risiko COVID-19.

Kenapa di masa pandemi ini kebutuhan akan tidur berkualitas semakin penting?

Tidur Berkualitas Meningkatkan Imunitas Saat Pandemi COVID-19

tidur berkualitas covid-19

Penelitian selama satu dekade terakhir semakin memvalidasi bahwa tidur berperan penting terhadap kesehatan tubuh manusia. Tidur berkualitas mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap virus-virus penyebab penyakit menular termasuk pada infeksi SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

Andreas Prasadja, satu-satunya spesialis kedokteran tidur atau somnologis di Indonesia, menjelaskan dua hal penting manfaat tidur dalam menjaga stabilitas kesehatan fisik dan emosional seseorang.

Pertama, hanya tidur yang mampu membangun kemampuan otak, seperti kecerdasan, ketelitian, dan pendorong utama stabilitas emosional.

“Ketika terbangun dari tidur yang nyaman di pagi hari tubuh akan merasa segar dengan emosi yang positif. Inilah pentingnya tidur karena tidak ada yang bisa menggantikan efek restoratif (pemulihan) dari tidur,” jelas Andreas.

Kedua, tidur adalah cara utama yang membuat sistem kekebalan tubuh manusia bekerja optimal. Meski telah mengonsumsi vitamin ataupun suplemen tambahan, tapi tanpa kualitas tidur yang bagus maka akan sulit bagi sistem imun untuk bekerja dengan baik.

Ada tiga faktor penunjang kesehatan yang biasa disebut health triangle yakni nutrisi seimbang, olahraga, dan tidur. Ketiga hal ini dianggap sebagai segitiga yang saling menopang di mana tidur diletakkan sebagai dasarnya.

“Asupan nutrisi seimbang dan olahraga menjadi percuma jika tidak disertai kesehatan tidur yang baik,” kata Andreas.

Tidur berkualitas sangat berpengaruh terhadap imunitas tubuh. Salah satu alasannya karena sel-sel interleukin naik saat tubuh tertidur. Interleukin adalah protein penting dalam merangsang respons kekebalan tubuh.

Studi yang mengaitkan tidur berkualitas dengan peningkatan imunitas tubuh sudah banyak dibahas dalam jurnal-jurnal ilmiah. Sebuah studi, misalnya mengatakan bahwa orang yang cukup tidur lebih jarang terserang virus influenza ketimbang mereka yang kurang tidur.

“Meningkatkan tidur berkualitas kemungkinan menjadi alat yang ampuh dalam membantu menangkal penularan dan mengurangi risiko terjadinya perburukan gejala COVID-19,” kata dokter ahli kesehatan tidur tersebut.

Masalah kualitas tidur selama pandemi COVID-19

kualitas tidur imunitas pandemi covid-19

Masalah kualitas tidur selama pandemi COVID-19

Situasi pandemi yang memaksa kita untuk lebih banyak beraktivitas di rumah ini tidak sepenuhnya berpengaruh buruk pada kualitas tidur. Dari kasus-kasus pasien gangguan tidur yang ia tangani, Andreas memberikan dua contoh besar pengaruh pandemi pada kualitas tidur seseorang.

Ada yang kualitas tidurnya justru membaik, karena lebih mudah mengatur waktu saat bekerja dari rumah dibandingkan harus pergi ke kantor yang membuatnya menghabiskan banyak waktu di kemacetan.

“Bagi mereka yang semula memiliki masalah tidur karena terlalu sibuk bekerja, kualitas tidurnya justru membaik,” kata Andreas.

Sebuah studi hasil survei yang dilakukan oleh sekitar 1.600 orang dari sekitar 60 negara menunjukkan 46 persen responden mengalami kurang tidur selama pandemi, dari jumlah tersebut hanya 25 persen yang memiliki gangguan tidur sejak sebelum pandemi.

Hasil survei yang dilakukan Monash University Melbourne ini juga menemukan ada 42 persen yang mengatakan mereka justru mendapatkan tidur yang lebih baik, jam tidur, dan bangun lebih sesuai dengan yang dibutuhkan tubuh, atau ritme sirkadian alaminya mengalami perbaikan.

Tapi data tersebut menyatakan lebih banyak yang masalah tidurnya semakin memburuk selama pandemi COVID-19. Andreas juga banyak mendapatkan keluhan serupa dari pasien-pasiennya selama pandemi COVID-19.

Banyak yang saya temui jadi semakin sulit tidur. Masalahnya sederhana, karena kehilangan irama,” kata dokter yang berpraktek di Sleep Disorder Clinic RS Mitra Kemayoran ini

Apa itu ritme sirkadian

ritme sirkadian tidur

Andreas mengatakan bahwa selama masa pandemi COVID-19 ini rasa stres dan cemas semakin meningkat. Adanya perubahan aktivitas sehari-hari menjadi alasan timbulnya masalah tidur. Berbulan-bulan melakukan kegiatan sekolah, kuliah, atau bekerja di rumah membuat siklus kegiatan sehari-hari menjadi kacau.

Manusia itukan makhluk irama, mandi bangun, berangkat kerja, pulang, perjalanan, sampai rumah lalu tidur. Irama inilah yang hilang,” jelas Andreas.

Irama sirkadian yakni siklus 24 jam yang merupakan bagian dari jam biologis tubuh. Ritme sirkadian yang paling penting adalah mengatur siklus tidur-bangun yang diulang kira-kira setiap 24 jam. Itulah sebabnya ritem sirkadian terkait dengan siklus siang dan malam.

Sistem tubuh akan mengikuti ritme sirkadian yang disinkronkan dengan jam utama di otak. Jam utama ini secara langsung dipengaruhi oleh isyarat lingkungan misalnya cahaya sebagai penanda siang dan malam.

Ketika diselaraskan dengan benar, ritme sirkadian dapat mendorong tidur yang berkualitas, konsisten, dan restoratif sehingga mampu memulihkan energi dan memperbaiki jaringan sel tubuh termasuk sel kekebalan tubuh.

Karena itu, bagi mereka yang selama masa pandemi bermasalah dan sulit mendapatkan tidur yang berkualitas, Andreas menekankan pentingnya mengatur konsistensi waktu bangun dan tidur.

Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber
  • Besedovsky L, Lange T, Haack M. The Sleep-Immune Crosstalk in Health and Disease. Physiol Rev. 2019 Jul 1;99(3):1325-1380. doi: 10.1152/physrev.00010.2018. PMID: 30920354; PMCID: PMC6689741.
  • Irwin M. R. (2015). Why sleep is important for health: a psychoneuroimmunology perspective. Annual review of psychology66, 143–172. https://doi.org/10.1146/annurev-psych-010213-115205
  • Silva, Eduardo de Sousa Martins e, Ono, Ben Hur Vitor Silva, & Souza, José Carlos. (2020). Sleep and immunity in times of COVID-19. Revista da Associação Médica Brasileira66(Suppl. 2), 143-147. Epub September 21, 2020.https://doi.org/10.1590/1806-9282.66.s2.143
Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ulfa Rahayu Diperbarui 31/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x