Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Cek Fakta: Tenggorokan Kering Jadi Risiko Terkena COVID-19?

Cek Fakta: Tenggorokan Kering Jadi Risiko Terkena COVID-19?

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 kabarnya dapat hilang dari tenggorokan bila Anda minum cukup air. Akan tetapi, Anda tentu tidak dapat membuat tenggorokan tetap basah terutama ketika berpuasa karena Anda tidak minum selama belasan jam. Lantas, apakah tenggorokan kering membuat Anda lebih berisiko terkena COVID-19?

Bisakah tenggorokan kering membuat Anda tertular COVID-19?

obat radang tenggorokan

Di tengah maraknya berita tentang pandemi COVID-19 yang simpang siur, Anda akan mudah menemukan informasi yang belum jelas kebenarannya. Salah satunya termasuk minum air putih yang disebut-sebut bisa menghilangkan SARS-CoV-2 dari tenggorokan.

Sejumlah akun media sosial sempat menganjurkan untuk minum air putih tiap 15 menit sekali. Minum air putih dianggap bisa mencegah COVID-19 karena air dapat ‘membilas’ coronavirus pada dinding tenggorokan terutama saat kering. Padahal, faktanya tidak demikian.

Kerongkongan berbeda dengan tenggorokan. Kerongkongan adalah jalur makanan yang menghubungkan mulut dengan lambung, sedangkan tenggorokan adalah jalur napas yang terletak di belakang mulut dan menghubungkan hidung dengan paru-paru.

Air putih memang dapat membasahi kerongkongan yang kering, tapi tidak menghilangkan SARS-CoV-2 yang menempel pada dindingnya.

Tak ada pula bukti ilmiah bahwa air dapat membunuh virus pada kerongkongan, sebab yang dapat membasmi virus dalam tubuh adalah sistem kekebalan tubuh atau obat antivirus.

Selain itu, ujung kerongkongan juga berbeda dengan tenggorokan yang mengarah ke paru-paru. Walaupun kerongkongan Anda cukup lembap oleh air, virus mungkin masih menempel pada tenggorokan atau bisa jadi sudah bergerak menuju paru-paru.

Tenggorokan lembap atapun kering sama-sama dapat terinfeksi SARS-CoV-2. Dengan kata lain, risiko penularan COVID-19 tidak ditentukan dari kondisi tenggorokan. Cara terbaik menghambat penyebaran COVID-19 adalah dengan melakukan pencegahan.

Tenggorokan kering dan penularan COVID-19

tenggorokan kering

Tenggorokan yang kering tidak lantas membuat Anda jadi lebih berisiko tertular COVID-19. Virus SARS-CoV-2 dari lingkungan tetap bisa masuk ke dalam saluran pernapasan.

Risiko penularan COVID-19 meningkat apabila Anda berinteraksi dengan pasien positif, bepergian ke zona merah, dan tidak menjaga kebersihan tangan. Anda pun lebih rentan tertular penyakit ini bila melakukan kontak dekat atau berjabat tangan dengan banyak orang.

Selain itu, Anda juga berisiko tertular COVID-19 jika sering menyentuh barang-barang di sekitar dan tidak mencuci tangan setelahnya. Ini disebabkan karena SARS-CoV-2 bertahan pada barang selama beberapa jam hingga berhari-hari.

Virus berpindah ke tangan ketika Anda menyentuh barang-barang tersebut. Kemudian, virus memasuki tubuh saat Anda menyentuh mata, hidung, atau mulut tanpa mencuci tangan menggunakan sabun dan air.

Penularan COVID-19 terutama bila tenggorokan terasa kering bisa dicegah dengan menjaga kebersihan diri dan membatasi interaksi dengan orang lain.

Asupan cairan penting saat tenggorokan kering

ion saat sahur

Meskipun tenggorokan yang kering saat puasa tidak berhubungan dengan penularan COVID-19, asupan cairan tetaplah penting terutama ketika Anda puasa. Pasalnya, dehidrasi dapat menimbulkan efek negatif yang mengganggu kenyamanan selama berpuasa.

Pastikan Anda minum cukup air selama puasa. Rata-rata, tiap orang memerlukan setidaknya dua liter air dalam sehari. Anda bisa menyiasatinya dengan minum delapan gelas air yang dibagi ke dalam waktu berbuka puasa, malam hari, dan sahur.

Minumlah tiga gelas air ketika berbuka puasa, kemudian lanjutkan dengan dua gelas air sebelum tidur. Ketika sahur, akhiri santapan Anda dengan tiga gelas air putih. Anda juga dapat mengubah kombinasinya sesuai selera dan kenyamanan.

Panduan Aman Ibadah Puasa Ramadan Selama Pandemi COVID-19

Selain air putih, sumber cairan juga bisa berasal dari makanan berkuah, serta sayur dan buah. Sertakan ketiganya dalam menu sahur dan berbuka puasa agar Anda memperoleh asupan cairan tambahan.

Tenggorokan kering tidak menjadikan seseorang lebih berisiko tertular COVID-19. SARS-CoV-2 tetap dapat memasuki saluran pernapasan melalui hidung atau mulut ketika Anda terpapar virus ini.

Tetap lindungi diri Anda dengan melakukan upaya pencegahan yang sudah disarankan. Apabila Anda merasa mengalami gejala COVID-19 seperti demam tinggi, batuk, atau sesak napas, segera periksakan diri ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan.

Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Myths vs Facts. (2020). Retrieved 9 April 2020, from https://www.hsph.harvard.edu/india-center/myths-vs-facts/

Six coronavirus health myths fact-checked. (2020). Retrieved 9 April 2020, from https://www.bbc.com/news/world-51735367

How to Fast Safely: 10 Helpful Tips. (2020). Retrieved 9 April 2020, from https://www.healthline.com/nutrition/how-to-fast#section3

Coronavirus and COVID-19: Who is at higher risk?. (2020). Retrieved 9 April 2020, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/coronavirus/coronavirus-and-covid19-who-is-at-higher-risk


Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 30/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x