home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bar dan Kelab Malam Kembali Dibuka, Begini Risiko Penularan COVID-19

Bar dan Kelab Malam Kembali Dibuka, Begini Risiko Penularan COVID-19

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Pemerintah Indonesia sudah menginstruksikan masa transisi PSBB selama pandemi COVID-19. Mulai dari tempat ibadah hingga tempat hiburan mulai dibuka secara bertahap, termasuk bar dan kelab malam. Sebelum kembali mengunjungi bar dan kelab malam, ketahui risiko penularan COVID-19 di kedua tempat tersebut.

Risiko penularan COVID-19 di bar dan kelab malam

makanan sebelum minum alkohol

Selain Indonesia, negara lain seperti Korea Selatan juga pernah membuka kembali tempat hiburan malam, seperti kelabb dan bar saat pandemi COVID-19. Akan tetapi, satu hari setelah aturan physical distancing dibuka, pemerintah Korea Selatan menutup sekolah hingga tempat hiburan malam.

Dilansir dari sejumlah media, angka kasus COVID-19 di Korea Selatan kembali melonjak kebanyakan berasal dari kelab malam dan bar. Maka dari itu, masyarakat perlu mempertimbangkan baik-baik apakah protokol kesehatan yang diterapkan dapat mengurangi risiko penularan di tempat itu.

Menurut dr. Nasir Husain, direktur medis Henry Ford Macom untuk pencegahan infeksi kepada MLive, risiko penularan COVID-19 di bar cukup tinggi. Pasalnya, setelah beberapa tegukan minuman beralkohol, banyak orang yang tidak sadar atas perilakunya.

Kebanyakan orang mungkin tidak menjalankan upaya mencegah COVID-19, mulai dari menjaga jarak dari orang lain hingga mencuci tangan. Terlebih lagi, orang tidak akan menggunakan masker saat minum dan berjoget tanpa memperdulikan jarak dengan orang lain.

Kondisi tersebut yang membuat tingkat risiko penularan dan penyebaran COVID-19 di bar dan kelab malam lebih berbahaya dibandingkan restoran biasa.

Penyebaran COVID-19 lebih mudah di dalam ruangan

penularan covid-19 bar

Tingkat risiko penularan COVID-19 di bar dan kelab malam disebut cukup tinggi tentu tidak tanpa alasan. Seperti yang Anda ketahui bahwa penyebaran virus COVID-19 terjadi lewat droplet. Namun, WHO mengungkapkan bahwa droplet (cipratan air liur) pasien COVID-19 dapat bertahan di udara.

Walaupun demikian, masih belum diketahui apakah kekuatan droplet yang ada di udara dapat menginfeksi orang lain. Sementara itu, berada di ruangan dengan ventilasi yang kurang baik juga dapat meningkatkan risiko penyebaran virus.

Pernyataan tersebut pernah dilontarkan oleh para ilmuwan dalam jurnal City and Environment. Mereka berpendapat bahwa virus COVID-19 berukuran amat kecil, tetapi droplet yang dihasilkan mengandung air, garam, dan bahan organik di dalamnya.

Para ahli dari Australia ini juga mencatat ketika kadar air droplet menguap, materi ringan, seperti virus menjadi kecil dan ringan untuk tersebar di udara. Seiring dengan berjalannya waktu, ada kemungkinan konsentrasi virus akan menumpuk dan meningkatkan risiko infeksi.

Hal ini ternyata berlaku di tempat yang memiliki tingkat udara yang stagnan, terutama ruangan yang dipenuhi dengan orang-orang, seperti bar dan kelab malam.

droplet covid-19

Faktor yang pengaruhi penularan COVID-19 di ruangan

Risiko pelonggaran psbb

Sebenarnya, apa pun kegiatan yang akan dilakukan di tengah pandemi COVID-19, terutama di masa transisi ini, risikonya akan bergantung pada sejumlah faktor.

Pertama, intensitas kontak. Apabila Anda berada di ruangan yang penuh sesak dalam waktu yang lama dan berbicara dengan orang lain dalam jarak dekat, tingkat risiko pun ikut meningkat.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC) juga mengungkapkan bahwa jika seseorang berada di dekat virus dalam waktu kurang lebih 15 menit, risiko tertular virus pun lebih tinggi.

Kedua, jumlah orang yang bersama Anda. Umumnya, semakin sedikit jumlah orang yang ditemui, semakin kecil pula risiko tertular virus. Maka itu, beberapa negara menyarankan masyarakat untuk mengadakan pertemuan dalam jumlah yang terbatas.

Terakhir, mitigasi yaitu apa yang dapat dilakukan oleh Anda dan masyarakat sekitar untuk mencegah penularan virus COVID-19. Sebagai contoh, Anda dapat menggunakan masker ketika pergi ke salon di tengah pandemi dan tidak mengobrol dengan pelanggan lain.

Jika protokol kesehatan yang telah dibuat sedemikian rupa dilanggar, kemungkinan besar risiko penularan virus pun ikut meningkat. Hal ini membuat para ahli mewanti-wanti masyarakat bahwa hanya karena semua tempat sudah mulai dibuka, bukan berarti risikonya ikut hilang.

Maka dari itu, Anda mungkin perlu mempertimbangkan kembali, apakah malam yang dihabiskan di kelab malam dan bar sepadan dengan risiko penularan COVID-19.

Turunkan risiko penularan dengan jaga jarak dan masker

prediksi COVID-19 berakhir

Walaupun risiko penularan COVID-19 di bar dan kelab malam tinggi, para ahli mengingatkan masyarakat untuk tidak terlalu panik. Pasalnya, ketika virus COVID-19 benar-benar dapat tersebar lewat udara, jumlah kasus tentu akan jauh lebih parah dibandingkan sekarang.

Risiko penularan COVID-19 tentu dapat turun jika Anda melakukan berbagai upaya pencegahan virus. Jika Anda khawatir terhadap penyebaran virus di dalam ruangan, membuka jendela dapat membantu membersihkan partikel virus. Selain itu, cara ini juga membuat ruangan mendapatkan pergantian udara lebih baik.

Terlepas dari COVID-19, kualitas udara juga perlu dijaga agar daya tahan tubuh tetap kuat menjalani hari-hari. Jangan lupa untuk menjaga jarak dengan orang lain dan menggunakan masker ketika berada di restoran atau tempat lainnya.

Anda mungkin tidak dapat mengetahui dengan pasti risiko penularan COVID-19 di bar dan kelab malam. Namun, bukan berarti Anda tidak mematuhi protokol kesehatan yang dibuat untuk menjaga diri sendiri dan orang-orang yang disayangi.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Can COVID-19 spread faster in an air-conditioned house? Mount Sinai. Retrieved 11 June 2020, from https://health.mountsinai.org/blog/can-covid-19-spread-faster-in-an-air-conditioned-house/#:~:text=Waleed%20Javaid%2C%20MD%2C,to%20Dr.%20Javaid.

DesOrmeau, T. (2020). From hair salons to gym, experts rank 36 activities by coronavirus risk level. Mlive. Retrieved 11 June 2020, from https://www.mlive.com/public-interest/2020/06/from-hair-salons-to-gyms-experts-rank-36-activities-by-coronavirus-risk-level.html

Kumar, P., & Morawska, L. (2019). Could fighting airborne transmission be the next line of defence against COVID-19 spread?. City And Environment Interactions, 4, 100033. doi: 10.1016/j.cacint.2020.100033. Retrieved 11 June 2020. 

Vinopal, C. (2020). This chart can help you weigh coronavirus risks this summer. PBS NewsHour. Retrieved 11 June 2020, from https://www.pbs.org/newshour/health/is-it-safe-heres-how-to-weigh-your-coronavirus-risk-as-things-reopen

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal diperbarui 16/06/2020
x