Seperti Apa Kebiasaan Mencuci Tangan di Masa Pandemi COVID-19?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 31 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Setelah seratus tahun lebih pasca flu spanyol 1918 berlalu, kebiasaaan kebiasaan mencuci tangan kembali menjadi perhatian besar di masa pandemi COVID-19 ini. Di Indonesia, kebiasaan mencuci tangan juga semakin digencarkan di mana-mana melalui berbagai media.

Setiap kali hendak memasuki gedung-gedung, tempat makan, dan ruang publik lainnya kita diharuskan  mencuci tangan atau menyemprotkan hand sanitizer terlebih dulu. Tempat-tempat mencuci tangan pun disediakan di banyak ruang publik dan fasilitas umum demi menegakkan kebiasaan ini.

Seperti perubahan kebiasaan ini terjadi selama pandemi yang telah berlangsung delapan bulan lamanya? Akankah mencuci tangan menjadi kebiasaan baru kita meski pandemi berakhir?

Kebiasaan mencuci tangan meningkat selama pandemi COVID-19

Sabun membunuh COVID-19

Kebiasaan mencuci tangan masyarakat Amerika Serikat dilaporkan banyak mengalami perubahan selama pandemi COVID-19. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat  (CDC) melakukan studi menggunakan data survei publik.

Survei dilakukan secara daring pada orang dewasa AS yang diambil pada bulan Juni 2020. Hasilnya sekitar 75% dari peserta survei menyatakan selalu ingat kewajiban untuk mencuci tangan sebelum melakukan berbagai aktivitas.

Isi survei tersebut menanyakan peserta tentang situasi ketika mereka biasanya ingat untuk mencuci tangan, seperti setelah menggunakan kamar mandi di rumah; setelah menggunakan kamar mandi di tempat umum; setelah batuk, bersin, atau membuang ingus; sebelum makan di rumah; sebelum makan di restoran; dan sebelum menyiapkan makanan di rumah.

Kebiasaan mencuci tangan menjadi salah satu langkah paling penting dalam upaya pencegahan penularan COVID-19. Dua kebiasaan lain yang paling penting dalam pencegahan penularan virus ini adalah menjaga jarak dan mengenakan masker. Ketiganya tidak bisa menggantikan peran satu sama lain. 

Pada tahun 2019 atau sebelum pandemi COVID-19, sekitar 63% mengatakan mencuci tangan sebelum makan di rumah, 55% mengatakan mencuci tangan sebelum makan di restoran, dan 53% mengatakan mencuci tangan setelah batuk, bersin, atau membuang ingus.

Selama pandemi, lebih banyak orang melaporkan mencuci tangan dalam berbagai situasi ini. Sekitar  74% peserta mengatakan ingat untuk mencuci tangan sebelum makan di rumah, 70% ingat untuk mencuci tangan sebelum makan di restoran, dan 71% ingat untuk mencuci tangan setelah batuk, bersin, atau membuang ingus.

Namun angka peningkatan kesadaran dalam mencuci tangan ini dianggap masih kurang dan seharusnya bisa lebih baik lagi. Hal ini karena 1 dari 4 orang peserta survei masih lupa mencuci tangan setelah batuk, bersin, atau membuang ingus. 

COVID-19 Outbreak updates
Country: Indonesia
Data

1,314,634

Confirmed

1,121,411

Recovered

35,518

Death
Distribution Map

Kebiasaan mencuci tangan berdasarkan kelompok

mencuci tangan kebiasaan baru pandemi covid-19

CDC juga membagi kategori survei berdasarkan jenis kelamin. Baik laki-laki maupun perempuan melaporkan mengalami peningkatan dalam mengingat untuk mencuci tangan.

Jika dikelompokkan berdasarkan kelompok usia, persentase anak muda (usia 18 – 24 tahun). Pada tahun 2020 dilaporkan mengingat untuk mencuci tangan setelah mengalami gejala pernapasan dibandingkan dengan tahun 2019. 

Sedangkan persentase orang dewasa berusia diatas 25 tahun dilaporkan mengingat untuk mencuci tangan sebelum makan di rumah dan di restoran serta setelah mengalami gejala pernapasan pada tahun 2020 dibandingkan tahun 2019.

Peneliti mencatat perempuan berusia lebih tua lebih cenderung memiliki peningkatan kesadaran dalam mencuci tangan dibandingkan laki-laki dan anak muda. 

Mencuci tangan dengan sabun apa yang ampuh membunuh COVID-19?

sabun bunuh COVID-19

Mencuci tangan dengan sabun adalah satu tindakan pencegahan yang lebih digencarkan dibanding penggunaan obat-obatan. 

Pada 2007, jauh sebelum pandemi COVID-19, Jurnal Kedokteran Inggris (British Medical Journal), mempublikasikan penelitian mengenai pentingnya mencuci tangan dengan sabun secara teratur, menggunakan masker, dan pelindung diri termasuk sarung tangan bisa lebih efektif untuk penahan penyebaran virus seperti ISPA dan SARS.

Virus yang menempel di tangan bisa menginfeksi tubuh ketika tangan yang terkontaminasi tersebut menyentuh wajah. Karena itu cuci tangan menjadi tindakan pencegahan yang penting. Menurut Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, mencuci tangan menggunakan sabun adalah satu cara paling efektif untuk mencegah penyakit infeksi. Tapi sabun yang seperti apa sih?

Gencarnya sosialisasi kebiasaan mencuci tangan membuat banyak iklan sabun dengan label pembunuh virus. Nyatanya tanpa label itu pun, semua jenis sabun mampu membunuh kuman dan virus yang menempel di tangan. Dengan syarat, cuci tangan dilakukan menggunakan sabun selama 20 detik dan membilasnya dengan air mengalir.

Bagaimana dengan kebiasaanmu mencuci tangan?

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Digital Fatigue, Kelelahan Karena Penggunaan Media Digital

Meningkatnya penggunaan media digital perlu diwaspadai karena bisa menimbulkan masalah baru yang disebut sebagai digital fatigue. Apa itu?

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kesehatan Mental 16 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

WHO Investigasi Asal Muasal COVID-19, Bagaimana Perkembangannya?

Setahun sejak kemunculannya, belum diketahui benar bagaimana asal muasal virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 ini. Berikut temuan terbarunya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 16 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Reaksi Alergi Vaksin COVID-19 dan Hal-hal yang Perlu Diketahui

Sejumlah kecil penerima vaksin COVID-19 mengalami reaksi alergi, namun tidak semua berbahaya. Apa saja syarat kelayakan menerima vaksin?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 15 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Proses Vaksinasi COVID-19 di Indonesia, Kelompok Prioritas Sampai Masyarakat Umum

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Indonesia telah berjalan, berikut tahapan cara registrasi hingga kondisi kesehatan yang perlu diperhatikan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Vaksin covid-19

Antisipasi dan Data Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi COVID-19 di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Alergi vaksin covid-19

Setelah Vaksinasi COVID-19 Berjalan, Kapan Indonesia Mencapai Herd Immunity?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Harimau dan Kasus Hewan Peliharaan yang Tertular COVID-19

Bayi Harimau Mati Diduga COVID-19, Bisakah Hewan Peliharaan Tertular Virus Corona?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Vaksin covid-19

Vaksinasi COVID-19 Tahap 2 Dimulai, Siapa Saja Targetnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit