Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Seperti Apa Kebiasaan Mencuci Tangan di Masa Pandemi COVID-19?

Seperti Apa Kebiasaan Mencuci Tangan di Masa Pandemi COVID-19?

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Setelah seratus tahun lebih pasca flu spanyol 1918 berlalu, kebiasaaan kebiasaan mencuci tangan kembali menjadi perhatian besar di masa pandemi COVID-19 ini. Di Indonesia, kebiasaan mencuci tangan juga semakin digencarkan di mana-mana melalui berbagai media.

Setiap kali hendak memasuki gedung-gedung, tempat makan, dan ruang publik lainnya kita diharuskan mencuci tangan atau menyemprotkan hand sanitizer terlebih dulu. Tempat-tempat mencuci tangan pun disediakan di banyak ruang publik dan fasilitas umum demi menegakkan kebiasaan ini.

Seperti perubahan kebiasaan ini terjadi selama pandemi yang telah berlangsung delapan bulan lamanya? Akankah mencuci tangan menjadi kebiasaan baru kita meski pandemi berakhir?

Kebiasaan mencuci tangan meningkat selama pandemi COVID-19

Sabun membunuh COVID-19

Kebiasaan mencuci tangan masyarakat Amerika Serikat dilaporkan banyak mengalami perubahan selama pandemi COVID-19. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) melakukan studi menggunakan data survei publik.

Survei dilakukan secara daring pada orang dewasa AS yang diambil pada bulan Juni 2020. Hasilnya sekitar 75% dari peserta survei menyatakan selalu ingat kewajiban untuk mencuci tangan sebelum melakukan berbagai aktivitas.

Isi survei tersebut menanyakan peserta tentang situasi ketika mereka biasanya ingat untuk mencuci tangan, seperti setelah menggunakan kamar mandi di rumah; setelah menggunakan kamar mandi di tempat umum; setelah batuk, bersin, atau membuang ingus; sebelum makan di rumah; sebelum makan di restoran; dan sebelum menyiapkan makanan di rumah.

Kebiasaan mencuci tangan menjadi salah satu langkah paling penting dalam upaya pencegahan penularan COVID-19. Dua kebiasaan lain yang paling penting dalam pencegahan penularan virus ini adalah menjaga jarak dan mengenakan masker. Ketiganya tidak bisa menggantikan peran satu sama lain.

Pada tahun 2019 atau sebelum pandemi COVID-19, sekitar 63% mengatakan mencuci tangan sebelum makan di rumah, 55% mengatakan mencuci tangan sebelum makan di restoran, dan 53% mengatakan mencuci tangan setelah batuk, bersin, atau membuang ingus.

Selama pandemi, lebih banyak orang melaporkan mencuci tangan dalam berbagai situasi ini. Sekitar 74% peserta mengatakan ingat untuk mencuci tangan sebelum makan di rumah, 70% ingat untuk mencuci tangan sebelum makan di restoran, dan 71% ingat untuk mencuci tangan setelah batuk, bersin, atau membuang ingus.

Namun angka peningkatan kesadaran dalam mencuci tangan ini dianggap masih kurang dan seharusnya bisa lebih baik lagi. Hal ini karena 1 dari 4 orang peserta survei masih lupa mencuci tangan setelah batuk, bersin, atau membuang ingus.

Kebiasaan mencuci tangan berdasarkan kelompok

mencuci tangan kebiasaan baru pandemi covid-19

CDC juga membagi kategori survei berdasarkan jenis kelamin. Baik laki-laki maupun perempuan melaporkan mengalami peningkatan dalam mengingat untuk mencuci tangan.

Jika dikelompokkan berdasarkan kelompok usia, persentase anak muda (usia 18 – 24 tahun). Pada tahun 2020 dilaporkan mengingat untuk mencuci tangan setelah mengalami gejala pernapasan dibandingkan dengan tahun 2019.

Sedangkan persentase orang dewasa berusia diatas 25 tahun dilaporkan mengingat untuk mencuci tangan sebelum makan di rumah dan di restoran serta setelah mengalami gejala pernapasan pada tahun 2020 dibandingkan tahun 2019.

Peneliti mencatat perempuan berusia lebih tua lebih cenderung memiliki peningkatan kesadaran dalam mencuci tangan dibandingkan laki-laki dan anak muda.

Mencuci tangan dengan sabun apa yang ampuh membunuh COVID-19?

sabun bunuh COVID-19

Mencuci tangan dengan sabun adalah satu tindakan pencegahan yang lebih digencarkan dibanding penggunaan obat-obatan.

Pada 2007, jauh sebelum pandemi COVID-19, Jurnal Kedokteran Inggris (British Medical Journal), mempublikasikan penelitian mengenai pentingnya mencuci tangan dengan sabun secara teratur, menggunakan masker, dan pelindung diri termasuk sarung tangan bisa lebih efektif untuk penahan penyebaran virus seperti ISPA dan SARS.

Virus yang menempel di tangan bisa menginfeksi tubuh ketika tangan yang terkontaminasi tersebut menyentuh wajah. Karena itu cuci tangan menjadi tindakan pencegahan yang penting. Menurut Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, mencuci tangan menggunakan sabun adalah satu cara paling efektif untuk mencegah penyakit infeksi. Tapi sabun yang seperti apa sih?

Gencarnya sosialisasi kebiasaan mencuci tangan membuat banyak iklan sabun dengan label pembunuh virus. Nyatanya tanpa label itu pun, semua jenis sabun mampu membunuh kuman dan virus yang menempel di tangan. Dengan syarat, cuci tangan dilakukan menggunakan sabun selama 20 detik dan membilasnya dengan air mengalir.

Bagaimana dengan kebiasaanmu mencuci tangan?

Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber
  • Haston JC, Miller GF, Berendes D, et al. Characteristics Associated with Adults Remembering to Wash Hands in Multiple Situations Before and During the COVID-19 Pandemic — United States, October 2019 and June 2020. MMWR Morb Mortal Wkly Rep 2020;69:1443–1449. DOI: http://dx.doi.org/10.15585/mmwr.mm6940a2
  • Nicolaides, C., Avraam, D., Cueto‐Felgueroso, L., González, M., & Juanes, R. (2019). Hand‐Hygiene Mitigation Strategies Against Global Disease Spreading through the Air Transportation Network. Risk Analysis, 40(4), 723-740. doi: 10.1111/risa.13438
Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ulfa Rahayu Diperbarui 31/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x