Apa Saja yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Menjalani Kemoterapi?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 08/05/2020
Bagikan sekarang

Kemoterapi adalah salah satu pengobatan yang direkomendasikan pada penderita kanker. Ketika kanker diagnosis, dokter pun akan mengambil langkah pengobatan apa yang harus dijalani, dan penderita pun harus segera memutuskan proses penyembuhan apa yang akan ia lakukan. Kemoterapi sendiri adalah pengobatan yang memakan waktu dan energi. Menjalaninya berkali-kali dalam jangka waktu tertentu dan efek samping dari kemoterapi itu sendiri tentu bukanlah hal yang ringan. Ada beberapa persiapan yang bisa Anda lakukan sebelum kemoterapi.

Apa saja yang harus disiapkan menjelang kemoterapi?

Pastikan Anda siap dan yakin untuk menjalaninya. Jika Anda memerlukan pendapat kedua alias second opinion dari dokter lain, lakukanlah. Setelah Anda siap dan yakin, terdapat hal yang perlu Anda lalui sebelum melakukan kemoterapi, seperti:

1. Tes darah standar

Dokter Anda akan merujuk tes darah untuk pengobatan kemo. Hal ini perlu dilakukan sebagai catatan awal dan untuk memastikan tubuh Anda siap menjalani kemoterapi. Menurut dr. Chabner Thompson, MD, MPH, seorang ahli onkologi radiasi dan pendiri Best Friends for Life, yang dikutip Everyday Health, mengetahui level darah bisa menjadi parameter untuk mengukur keberhasilan kemoterapi, apakah pengobatan yang dilakukan sudah efektif atau belum, ataukah perlu tambahan obat untuk membunuh sel kanker.

Tes darah ini akan mengukur bagaimana darah merespon kemo. Kemoterapi dapat menghancurkan kanker, namun ada efek samping lain yang perlu diukur dari dalam darah, seperti apakah ada efek pada fungsi samping pada hati, ginjal, dan jantung.

2. Tes radiologi

Ada beberapa tipe, seperti tes ultrasound, X-ray, MRI, CT scan dan PET. Tes ini biasanya dilakukan sebelum, saat dan sesudah kemoterapi. Waktu yang diperlukan ketika menjalani tes ini tidak sebentar, perlu beberapa lama untuk menunggu. Masih menurut Chabner Thompson, sebaiknya bawa sesuatu yang dapat membuat Anda merasa nyaman, selama waktu menunggu. Anda harus bersabar, sebab tes ini dilakukan berulang-ulang setelah beberapa siklus. Tes ini perlu dilakukan untuk mengukur respon terhadap pengobatan yang dilakukan.

3. Tes gigi

Pemeriksaan gigi sangat penting untuk dilakukan agar tanda-tanda infeksi yang memicu komplikasi dapat diketahui. Ketika kemoterapi dimulai, Anda bisa mulai menggunakan baking soda dan air hangat sebagai bagian dari rutinitas membersihkan gigi. The National Cancer Institute merekomendasikan ¼ sendok teh baking soda dan 1/8 sendok teh garam pada 1 gelas air. Hal ini dilakukan untuk menangkal sariawan ketika kemoterapi dimulai. Sebaiknya gunakan juga pasta gigi yang tidak mengandung natrium lauryl sulfat, sebab dapat menyebabkan mulut iritasi. Beberapa orang yang menjadi kemoterapi mengalami mulut kering. Selain itu, obat kumur yang mengandung Biotene dapat membantu meringankan sensasi perih.

4. Podiatric evaluation

Kemoterapi dapat mempengaruhi kuku dan kulit yang dapat menyebabkan infeksi. Jika Anda memiliki masalah sirkulasi yang buruk, diabetes, dan kondisi kesehatan lainnya yang berhubungan dengan kaki atau penyembuhan luka, sebaiknya jadwalkan evaluasi dengan ahli penyakit tersebut.

5. Istirahat

Anda akan membutuhkan istirahat setelah menjalani proses kemoterapi, sebab kemoterapi dapat membuat Anda kelelahan. Ambillah beberapa waktu untuk membuat diri Anda sehat dan kuat kembali. Lemah juga disebabkan oleh obat kemo yang membuat darah menurun. Ketika terjadi penurunan darah, tubuh Anda akan mudah terkena infeksi, jadi Anda perlu istirahat untuk memulihkan imunitas tubuh. Selain itu, Anda juga perlu menjaga jarak dengan orang-orang yang menderita infeksi. Virus dapat menyebabkan implikasi yang serius ketika darah Anda rendah.

6. Bertanya tentang efek samping

Anda perlu bertanya tentang efek samping yang akan Anda alami selama dan sesudah kemoterapi pada dokter, sehingga Anda bisa melakukan antisipasi dari sebelum pengobatan dimulai. Jika pengobatan menyebabkan infertilitas, Anda memiliki pilihan untuk menyimpan sperma atau telur untuk masa depan. Jika kemoterapi membuat kehilangan banyak rambut, Anda bisa mempersiapkan cara menutupinya.

7. Mempersiapkan rencana untuk aktivitas sehari-hari

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, Anda membutuhkan istirahat yang cukup pascakemoterapi. Namun, bukan berarti Anda tidak bisa beraktivitas seperti orang lain. Yang diperlukan adalah mengatur pola hidup agar kemoterapi berjalan lancar. Anda tetap bisa kembali beraktivitas setelah mendapatkan kembali tenaga Anda. Sebaiknya, beri tahu dokter tentang seberapa besar kemoterapi mempengaruhi aktivitas Anda sehari-hari.

Namun, memang sulit memprediksi apa tepatnya yang dirasakan. Anda bisa tanyakan perawatan kemoterapi Anda pada dokter, sehingga Anda bisa membuat rencana yang harus dilakukan pada anak, pekerjaan, binatang peliharaan dan komitmen lainnya.

Persiapan mental dan emosi untuk kemoterapi

Efek dari kemoterapi tidak selalu tentang fisik. Menurut Paul Hokemeyer, PhD, JD, seorang terapis keluarga berlisensi yang berbasis di Manhattan yang dikutip Everyday Health,  yang harus dipersiapkan sebelum kemoterapi adalah intelektual, emosional, dan fisik.

Ketika mempersiapkan diri secara fisik, Anda harus mengubah pola hidup seperti waktu istirahat, diet yang sehat, dan olahraga, sehingga Anda dapat memulai kemoterapi dalam kondisi yang kuat. Sedangkan secara intelektual, fokuskan pikiran Anda ke arah yang positif, tentang kesehatan, dan penyembuhan, bukan ke arah negatif. Dari sisi emosional, sebaiknya cari dukungan dari komunitas dan orang-orang yang mengizinkan Anda untuk mengekspresikan rasa takut dan cemas. Dukungan dan kasih sayang dari keluarga, teman, kerabat dan kelompok tertentu dapat membantu proses penyembuhan.

Namun, mungkin Anda akan merasa kesulitan untuk  mengatakan apa yang Anda rasakan karena tidak ingin membuat orang yang Anda sayangi menjadi cemas. Mungkin, berkenalan dengan orang-orang yang berhasil sembuh dari kanker dapat membantu Anda untuk bersemangat dan tetap positif.

BACA JUGA:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

4 Penyebab Sakit Kepala Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

Sakit kepala saat puasa tentu sangat mengganggu. Nah, kira-kira apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Ini dia jawabannya!

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Irene Anindyaputri
Hari Raya, Ramadan April 27, 2020

7 Cara Cepat Menghilangkan Bau Mulut Saat Puasa

Bau mulut adalah masalah yang umum terjadi selama puasa. Tenang saja, Anda bisa menghilangkan bau mulut saat puasa dengan cara alami berikut ini.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Atifa Adlina
Hari Raya, Ramadan April 24, 2020

Menyiasati Jadwal Minum Obat saat Puasa Ramadan

Puasa di bulan Ramadan wajib bagi umat muslim. Keharusan minum obat secara rutin bisa disiasati agar tetap bisa menjalankan puasa dengan tenang.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Ulfa Rahayu
Hari Raya, Ramadan April 19, 2020

Apa Penyebab Hidung Tersumbat dan Bagaimana Mengatasinya?

Umumnya orang berpikir kelebihan lendir adalah penyebab utama hidung tersumbat. Sebenarnya saat hidung tersumbat terjadi pembengkakan di lapisan hidung.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Ulfa Rahayu
Tips Sehat April 15, 2020

Direkomendasikan untuk Anda

sakit perut setelah buka puasa

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri
Tanggal tayang Mei 7, 2020
maag saat puasa obat Omeprazole

4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Novita Joseph
Tanggal tayang Mei 7, 2020
tekanan darah tinggi saat puasa

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri
Tanggal tayang Mei 4, 2020
donor darah saat puasa

Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Ajeng Quamila
Tanggal tayang Mei 2, 2020