Warna Kencing Berubah Saat Kemoterapi, Apakah Normal?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 04/12/2017
Bagikan sekarang

Sampai saat ini, meskipun dapat menimbulkan berbagai efek samping, kemoterapi tetap menjadi salah satu pengobatan utama untuk membunuh sel-sel kanker. Banyak efek samping yang dialami oleh pasien. Contohnya, tidak jarang pasien yang sedang menjalani kemoterapi, mengalami perubahan warna kencing. Warna kencing tidak bening atau kuning lagi, melainkan berwarna merah. Lantas, apa yang menyebabkan air kencing warna merah ini muncul saat kemoterapi? Apakah hal ini berbahaya?

Warna kencing berubah merah selama kemoterapi, apakah normal?

Mungkin, ketika Anda buang air kecil, Anda akan kaget saat melihat warna kencing Anda sendiri, karena cenderung berwarna merah. Ya, pada orang yang sehat, seharusnya warna kencing itu bening atau tidak berwarna. Jika Anda memiliki warna bening tersebut di urine Anda, maka itu tandanya tubuh Anda sudah cukup terhidrasi atau punya jumlah cairan tubuh yang normal. Hal ini adalah kondisi yang paling ideal dan sehat.

Namun, ketika seseorang kekurangan cairan, maka warna kencing akan berubah kuning dan bila dehidrasi yang terjadi cukup parah, urine akan berubah menjadi kuning pekat. Nah, akan tetapi pada pasien yang sedang menjalani pengobatan kanker, khususnya kemoterapi, warna urine bisa saja berubah menjadi merah.

Sebagian pasien yang mengalami hal ini mungkin akan merasa takut dan cemas. Namun, sebenarnya kondisi ini terjadi akibat obat kemoterapi yang masuk ke dalam tubuh Anda. Jadi, ada jenis obat kemoterapi yang memang bisa membuat urin berwarna merah. Hal ini disebabkan karena cairan obat-obatan tersebut memang berwarna oranye pekat hingga kemerahan.

Saat kemoterapi dilakukan, cairan obat berwarna merah ini akan masuk ke dalam pembuluh darah vena pasien. Kemudian, berikut adalah contoh obat kemoterapi yang akan membuat warna urine Anda berubah menjadi merah:

Penggunaan obat ini biasanya diterapkan pada beberapa pengobatan jenis kanker, seperti kanker payudara dan kanker tulangBahkan obat kemoterapi tak hanya bisa bikin urine berubah menjadi warna merah, beberapa obat seperti Novantrone, mampu mengubahnya jadi berwarna biru kehijauan.

Sekali lagi, jika hal ini memang terjadi ketika pengobatan kemoterapi dilakukan, maka Anda tak perlu khawatir dan cemas akan kesehatan Anda. Biasanya, bila karena obat, warna kencing Anda akan kembali normal setelah 48 jam kemoterapi selesai.

mempersiapkan diri kemoterapi kanker payudara

Apa bedanya warna kencing merah akibat obat dengan kencing yang sudah bercampur darah?

Terkadang, warna merah pada urine tak selalu akibat warna obat kemoterapi yang diterima pasien. Dalam beberapa kasus, perubahan warna urine ini disebabkan karena adanya perdarahan pada bagian organ perkemihan pasien.

Perdarahan ini biasanya terjadi akibat efek samping kemoterapi. Obat kemo dapat merusak sel-sel normal pada tubuh, sehingga dalam hal ini merusak sel bagian perkemihan. Biasanya, obat yang berisiko menimbulkan perdarahan atau gangguan perkemihan yaitu Ifosfamide.

Lantas, bagaimana saya tahu kalau perubahan warna pada urine akibat obat kemoterapi? Memang, agak sulit untuk menentukan apakah merah pada air urine Anda disebabkan oleh obat atau perdarahan. Pasalnya, darah yang tercampur dalam urin bisa berwarna merah, merah muda, atau kecokelatan, hingga membuat urine kelihatan seperti air teh. Hal ini tak jauh berbeda dengan warna urine yang berubah akibat obat kemoterapi.

Namun, biasanya perubahan warna akibat kemoterapi akan cenderung terlihat berwarna oranye atau merah muda. Anda bisa membandingkan cairan obat yang Anda terima saat kemoterapi dengan warna urin yang keluar saat itu. Bila memang tak jauh beda, maka perubahan warna kencing yang terjadi memang karena pengobatan yang sedang dilakukan.

Namun, apabila Anda khawatir, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter Anda.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

sakit tangan main hp

Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020