Penyakit Leishmaniasis, Infeksi Mematikan Akibat Gigitan Lalat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 24 Mei 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda pernah dengar penyakit leishmaniasis? Penyakit infeksi yang punya nama lain kala azar ini paling sering terjadi di daerah Asia, Afrika, dan Amerika Serikat. Bahkan menurut Doctor Without Borders, kala azar termasuk penyakit paling mematikan kedua setelah malaria yang terjadi di negara tropis, seperti Indonesia. Sebenarnya, apa itu penyakit Leishmaniasis? Apa yang menjadi penyebab dari penyakit yang disebut juga dengan kala azar ini?

Leishmaniasis, penyakit infeksi mematikan di negara tropis

Leishmaniasis adalah penyakit parasit yang disebabkan oleh parasit Leishmania. Parasit ini biasanya berkembang biak di dalam lalat phlebotomus (agas), serangga kecil yang terdapat di perairan seperti tepi laut dan sungai.

Anda bisa terjangkit oleh penyakit ini jika Anda digigit oleh lalat yang sudah terinfeksi parasit Leishmania. Selain banyak terdapat di daerah yang beriklim subtropis dan tropis, penyakit kala azar juga cenderung ditemukan di daerah terpencil.

Nyatanya, ada 3 jenis penyakit leishmaniasis jika dilihat dari parasit dan lokasi penyebarannya, yaitu:

1. Visceral leishmaniasi

Jenis yang satu ini sangat berbahaya jika tidak segera diobati. Biasanya ditandai dengan demam tinggi, penurunan berat badan secara drastis, limpa dan hati membesar, dan anemia.

2. Cutaneous leishmaniasis

Jenis yang paling sering muncul dan menyebabkan luka pada kulit seperti bisul pada bagian tubuh yang mudah terlihat. Luka ini meninggalkan bekas, hingga menyebabkan cacat kulit yang serius.

3. Mucocutaneous leishmaniasis

Sementara, mucocutaneous leishmaniasis adalah penyakit yang paling jarang muncul di antara yang lain. Penyakit infeksi ini dapat menyebabkan kerusakan pada selaput lendir yang terdapat pada hidung, mulut, dan tenggorokan.

Apa penyebab leishmaniasis?

Leishmaniasis adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit protozoa, yang termasuk ke dalam genus Leishmania dan umumnya ditularkan melalui gigitan serangga perairan yang dikenal sebagai agas, atau lalat phlebotomus.

Protozoa adalah organisme yang dapat hidup secara bebas atau secara parasit di alam bebas. Organisme ini dapat berkembang biak di dalam tubuh manusia, yang dapat berakibat pada infeksi yang serius.

Protozoa tersebut mungkin juga ditularkan melalui makanan. Namun memang paling mungkin penyakit ini disebarkan melalui gigitan lalat yang sudah terjangkit virus. Pasalnya, lebih dari 90 spesies agas, diketahui menularkan parasit Leishmania, yang menjadi penyebab Leishmaniasis.

Parasit ini hidup dan melipat gandakan dirinya di dalam agas betina. Sementara, serangga ini paling aktif di lingkungan yang lembab, seperti saat musim panas atau saat malam hari.

Penyebaran penyakit bisa berasal dari hewan, kemudian menginfeksi agas, baru menyerang manusia. Hewan seperti anjing dapat menjadi perantara dari parasit Leishmania ini.

Tetapi Anda juga bisa tertular dari sesama manusia melalui transfusi darah atau penggunaan jarum suntik. Bahkan, pada beberapa negara, penularan bisa terjadi dari manusia lalu menginfeksi agas, baru menginfeksi manusia yang lain.

Bagaimana cara mengobati leishmaniasis?

Cara mengobati leishmaniasis bervariasi, tergantung pada jenis leishmaniasis yang menjangkit Anda. Selain itu pengobatan juga dilakukan berdasarkan spesies parasit yang menjadi penyebab Leishmaniasis, serta lokasi geografis tempat Anda tinggal.

Penyakit ini dapat disembuhkan, namun membutuhkan sistem imunokompetensi karena jika menggunakan obat-obatan saja, parasit yang tinggal di dalam tubuh pasien tidak akan hilang. Sehingga, kemungkinan kambuh dapat terjadi.

Visceral leishmaniasis memang selalu membutuhkan perawatan dan pengobatan. Diagnosis dari penyakit ini dilakukan dengan melakukan beberapa tes kesehatan seperti uji parasitologis dan serologis, agar penyebab Leishmaniasis juga dapat diketahui.

Mengobati lesihmaniasis jenis visceral atau yang bisa juga dikenal sebagai kala-azar dapat dilakukan dengan pengobatan menggunakan sodium stibogluconate (Pentostam), amphotericin B, paromomycin, dan miltefosine (Impavido).

Sementara, untuk mengobati leishmaniasis jenis cutaneous tidak harus selalu dilakukan. Hal ini disebabkan pada beberapa kasus, pengobatan dapat mempercepat penyembuhan, mengurangi bekas luka, dan mengurangi risiko atas penyakit yang lebih serius.

Mengobati leishmaniasis jenis mucocutaneous justru harus dilakukan, karena penyakit ini tidak mudah disembuhkan, sehingga membutuhkan perawatan. Pengobatan menggunakan liposomal amphotericin B dan paromomycin dapat digunakan untuk proses penyembuhan penyakit ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bahaya Berenang di Air Kotor, Bisa Terkena Infeksi Langka yang Menyerang Otak

Hati-hati jika Anda suka mengarungi banjir. Berenang di air kotor seperti genangan banjir bisa menyebabkan Anda terinfeksi penyakit langka yang memakan otak

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Kent Pradana
Hidup Sehat, Fakta Unik 11 Januari 2018 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab penyakit kulit

Penyebab Penyakit Kulit Beserta Faktor yang Meningkatkan Risikonya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 11 menit
parasit di tubuh

Berbagai Gejala yang Menunjukkan Adanya Parasit di dalam Tubuh Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 16 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit
penyakit kulit

Segala yang Perlu Anda Ketahui Seputar Penyakit Kulit

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 16 April 2019 . Waktu baca 12 menit
ciri dan gejala infeksi parasit

Cari Tahu Ciri, Penyebab, dan Cara Mengobati Infeksi Parasit

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 14 Februari 2019 . Waktu baca 7 menit