Apa Artinya Kalau BAB Berlendir, Bahaya Atau Tidak?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Lendir merupakan zat yang diproduksi tubuh yang dapat memengaruhi kerja tubuh. Namun, sebagian orang mungkin bertanya-tanya bagaimana jika BAB berlendir? Apakah hal tersebut normal terjadi? Berikut ulasannya.

Apa fungsi lendir di dalam tubuh?

Lendir diproduksi oleh jaringan untuk melapisi dan melindungi organ tertentu seperti mulut, hidung, sinus, tenggorokan, paru-paru, dan usus. Lendir berfungsi untuk mengurangi kerusakan organ tubuh tertentu yang disebabkan oleh bakteri, virus, dan jamur. Teksturnya yang licin dan lengket bisa menjadi perangkap bagi partikel asing yang tidak sengaja masuk ke dalam tubuh.

Di dalam usus, lendir berfungsi untuk melindungi lapisan dalam usus dan melicinkan permukaannya. Selain itu, lendir dapat melindungi usus dari asam lambung atau cairan lainnya yang bisa mengiritasi.

Lendir yang sehat berwarna bening dan tipis. Kadang juga berwarna putih dan kekuningan. Namun, beberapa faktor seperti penyakit, diet, dan juga faktor lingkungan bisa memengaruhi tekstur, jumlah, serta warna lendir.

Kapan lendir pada feses dianggap tidak normal?

Buang air besar atau BAB berlendir pada dasarnya normal. Namun, lendir yang terlihat di feses dalam jumlah banyak bisa menjadi pertanda adanya masalah. Kondisi ini memang tidak bisa disimpulkan begitu saja bahwa ini menandai masalah kesehatan serius. Nah, jika keberadaannya meningkat terus menerus Anda perlu waspada dan mengonsultasikannya ke dokter.

Lendir yang menandakan masalah kesehatan serius juga biasanya disertai dengan gejala lainnya seperti:

  • Adanya darah atau nanah pada feses
  • Sakit perut
  • Kram perut
  • Jadi lebih sering atau lebih jarang buang air besar

Oleh karena itu, walaupun terkesan menjijikkan, Anda perlu sedikit lebih peka terhadap sinyal yang diberikan tubuh melalui keberadaan lendir di feses.

Penyebab BAB berlendir

Lendir yang berlebih di dalam feses menandakan beberapa masalah kesehatan. Bisa jadi, Anda mengalami masalah pada sistem pencernaan. Menurut World Journal of Gastroenterology, peradangan pada saluran pencernaan biasanya akan membuat produksi lendir dalam feses berlebih. Selain itu, beberapa masalah kesehatan lain juga bisa menjadi penyebab BAB berlendir, yaitu:

1. Kolitis ulseratif

Penyakit ini menandakan adanya peradangan kronis pada selaput lendir di usus besar dan rektum. Biasanya dinding usus besar akan terluka, berlendir, berdarah, hingga bernanah. Jika lendir yang dihasilkan terlalu banyak, maka kemungkinan besar lendir akan ikut bersama dengan feses saat dikeluarkan.

2. Irritable Bowel Syndrome (IBS)

Irritable Bowel Syndrome (IBS) adalah penyakit pencernaan umum yang memengaruhi kerja usus besar. Pada IBS, kontraksi otot yang terjadi saat makanan melewati usus besar terbilang tak normal. Kadang, jika terlalu banyak kontraksi bisa menyebabkan diare, tetapi jika terlalu sedikit justru menyebabkan sembelit. Kontraksi otot yang tidak teratur atau berselang ini biasanya menyebabkan rasa sakit.

Pada penderita IBS lendir seringkali diproduksi berlebihan oleh usus besar dan dikeluarkan melalui feses. Studi menunjukkan bahwa pria dengan IBS cenderung memiliki lendir di feses yang lebih banyak dibandingkan dengan wanita yang mengalami IBS. Lendir juga akan terlihat lebih banyak saat Anda mengalami diare akibat IBS.

3. Penyakit Crohn

Penyakit Crohn merupakan penyakit radang usus kronis. Peradangan dapat memengaruhi setiap bagian dari sistem pencernaan, dari mulut ke bagian belakang, tapi paling sering terjadi di bagian terakhir yaitu pada usus kecil (ileum) atau usus besar (kolon). Biasanya, orang dengan penyakit ini akan mengalami sakit perut yang menyakitkan dan BAB berlendir atau berdarah.

4. Abses anal atau fistula anal

Abses anal adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi pada kelenjar anal yang menyebabkan terbentuknya nanah di sekitar anus. Kondisi ini sering terjadi pada orang dengan penyakit Crohn, terutama di daerah perineum (pada pria terletak di antara skrotum dan anus, pada wanita terletak di antara anus dan vagina).

Sedangkan fistula anal merupakan hubungan abnormal antara lapisan di bagian dalam lubang anus (bagian belakang) dan kulit di dekat anus. Kondisi ini disebabkan oleh kumpulan nanah yang terjebak di lubang anus. Kedua penyakit ini bisa membuat BAB berlendir.

5. Alergi makanan

Jika Anda memiliki alergi makanan tertentu seperti kacang-kacangan, laktosa, gluten, dan makanan lainnya maka sangat memungkinkan Anda untuk mengalami BAB berlendir. Hal ini dikarenakan beberapa makanan tertentu menimbulkan ketidaknyaman pada sistem pencernaan yang bisa mengakibatkan kembung, diare, ruam, dan sembelit. Akibatnya, kontraksi otot di usus tidak dapat dihindarkan.

6. Infeksi bakteri

Infeksi bakteri biasanya disebakan oleh bakteri seperti Campylobacter, Salmonella, Shigella, dan Yersinia. Bakteri-bakteri tersebut sering menjadi penyebab keracunan makanan dan infeksi lainnya. Gejala-gejalanya adalah diare, kram, muntah, mual, hingga demam. Karena kontraksi inilah maka lendir yang ada di dalam usus bisa ikut keluar saat Anda BAB.

7. Cystic fibrosis

Cystic fibrosis adalah kelainan genetik yang dapat menyebabkan produksi lendir berlebih di dalam tubuh. Kondisi yang mengancam jiwa ini paling sering menyerang paru-paru. Namun, beberapa kasus menunjukkan penyakit ini juga bisa menyerang saluran pencernaan. Dalam kasus ini, lendir bisa menghalangi lubang, atau saluran dalam pankreas Anda (organ dalam perut). Penyumbatan ini mencegah enzim mencapai usus Anda.

Akibatnya, usus Anda tidak bisa sepenuhnya menyerap lemak dan protein. Hal ini bisa menyebabkan diare berkepanjangan, berbau busuk, berlendir, dan berminyak.

fakta buang air besar wanita

Bagaimana dokter mendiagnosis BAB berlendir?

Untuk mendiagnosis kelebihan lendir pada feses, dokter biasanya akan memulai dengan pemeriksaan fisik dan tes darah. Hasil tes ini akan menjadi acuan untuk melihat masalah utama yang menyebabkan BAB berlendir.

Jika hasil pemeriksaan fisik tidak dan darah tidak cukup kuat, dokter biasanya akan melakukan serangkaian tes pendukung seperti:

  • Tes kultur feses (mengambil sampel feses)
  • Tes urine
  • Kolonoskopi
  • Endoskopi
  • Sinar X, MRI panggul, atau CT scan
  • Uji elektrolit keringat

Perawatan dan pengobatan untuk BAB berlendir

Hasil pemeriksaan yang telah dilakukan akan dijadikan acuan dalam memberikan pengobatan yang tepat. Jika Anda positif mengidap penyakit tertentu, dokter akan melakukan perawatan yang sesuai dengan penyakit penyebab BAB berlendir.

Berikut beberapa perubahan gaya hidup yang disarankan untuk mengatasi kondisi ini, yaitu:

  • Meningkatkan asupan cairan
  • Mengonsumsi makanan atau suplemen yang mengandung probiotik
  • Menghindari makanan asam dan pedas
  • Mengonsumsi makanan yang kaya akan serat

Untuk itu, mulai sekarang Anda perlu menumbuhkan kepekaan terhadap tubuh dengan tidak mengabaikan sinyal yang diberikan tubuh. Misalnya kondisi feses Anda ketika buang air besar.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca