Bahaya Penggunaan Headset yang Perlu Anda Waspadai

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 November 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Bahaya menggunakan headset sering dilupakan. Anda mungkin sudah yakin bahwa headset yang Anda gunakan benar-benar sehat dan aman bagi telinga. Sayangnya, sebaik, sebagus, dan seaman apapun kualitas yang dijamin produsen headset yang Anda beli, sampai saat ini belum ada satu pun headset yang bisa menjamin Anda akan bebas dari penyakit telinga. Lebih lengkap, simak penjelasannya berikut ini.

Apa saja bahaya headset untuk kesehatan telinga?

World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa mendengarkan musik yang terlalu besar akan membuat Anda kehilangan pendengaran. WHO melaporkan bahwa lebih dari 1,1 juta orang berusia 12-35 tahun berisiko kehilangan pendengaran karena hal ini.

Headset menghasilkan gelombang suara yang sampai ke telinga kita, sehingga membuat gendang telinga bergetar. Getaran ini kemudian menyebar ke telinga bagian dalam melalui tulang-tulang kecil dan mencapai koklea.

Ketika sampai di koklea, getaran tersebut membuat rambut di sekitarnya ikut bergerak. Semakin kuat getarannya, semakin banyak rambut yang bergerak.

Paparan musik keras yang terus menerus dan dalam jangka panjang dalam membuat sel-sel rambut akhirnya kehilangan kepekaan terhadap getaran. Sel-sel rambut mungkin dapat pulih atau tidak.

Meskipun dapat pulih, telinga mungkin tidak dapat berfungsi secara normal yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran atau tuli permanen dan hampir tidak mungkin dipulihkan.

Itu sebabnya Anda perlu mengetahui tentang bahaya headset untuk kesehatan telinga dan pendengaran Anda. Berikut berbagai bahaya yang mungkin mengintai Anda ketika mengenakan headset:

1. NIHL (Noise-Induced Hearing Loss)

buta dan tuli

Bahaya berupa NIHL atau tuli akibat kebisingan dapat terjadi tidak hanya karena volume suara di headset Anda terlalu keras, tetapi juga seberapa lama atau sering Anda menggunakannya.

Penelitian yang dipublikasikan Noise & Health menemukan bahwa 10% dari 280 remaja yang diteliti mempunyai kebiasaan mendengarkan musik melalui headset dalam waktu yang lama, bahkan saat tidur. Kelompok ini disebut lebih berisiko terkena NIHL di kemudian hari.

2. Tinnitus

tinnitus telinga berdenging

Sel-sel rambut koklea yang rusak dapat menyebabkan suara berdenging, berdengung, atau menderu di telinga atau kepala Anda. Kondisi ini disebut dengan tinnitus.

Hasil penelitian yang dipublikasikan Noise & Health menunjukkan bahwa remaja yang mendengarkan musik lebih dari 3 jam dengan menggunakan headset lebih sering mengalami tinnitus.

3. Hiperakusis

Situs Columbia Asia Hospital India menyebutkan bahwa 50% orang yang menderita tinnitus cenderung mengembangkan kepekaan tinggi terhadap suara di lingkungan yang normal. Kondisi ini disebut dengan hiperakusis.

4. Kehilangan pendengaran

penyebab gangguan pendengaran

Seperti yang telah disebutkan, menggunakan headset untuk mendengarkan musik dengan keras dan dalam waktu yang lama dapat membuat sel-sel rambut lebih sensitif. Ini dapat menyebabkan gangguan pendengaran sementara atau permanen.

5. Infeksi telinga

kena infeksi telinga dewasa

Bahaya lain yang dapat ditimbulkan akibat pemakaian headset adalah infeksi telinga. Ini karena headset yang ditempatkan langsung ke dalam liang telinga menghalangi aliran udara.

Pemakaian headset juga dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri. Kuman ini mungkin tertinggal di headset dan akan menginfeksi penggunanya. Risiko tersebut semakin parah ketika Anda meminjamkan headset Anda ke orang lain.

6. Pusing

penyebab sakit kepala sampai ke mata

Peningkatan tekanan di saluran telinga akibat suara keras juga dapat menyebabkan pusing.

7. Penumpukan kotoran telinga

Penyumbatan kotoran telinga (serumen prop)

Penggunaan headset dalam waktu yang lama dapat pula menimbulkan bahaya lain, yaitu penumpukkan kotoran telinga. Jika sudah mengalami kondisi ini, Anda mungkin akan merasakan kondisi lain, seperti tinnitus, kesulitan mendengar, sakit telinga, dan infeksi telinga.

8. Sakit di dalam telinga

membersihkan kotoran telinga

Penggunaan headset dalam waktu yang lama dan penggunaan yang tidak pas dapat menyebabkan sakit. Rasa sakit ini sering kali meluas ke telinga bagian dalam, sehingga menyebabkan nyeri di sekitar telinga.

9. Efek pada otak

telinga sakit saat flu

Gelombang elektromagnetik yang dihasilkan headphone dapat mengakibatkan masalah pada otak dalam jangka panjang. Infeksi telinga juga dapat memengaruhi otak.

Bagaimana mengatasi bahaya penggunaan headset?

Anda dapat menghindari bahaya headset dengan melakukan langkah sederhana, seperti mengubah kebiasaan Anda. Berikut penjelasannya:

1. Atur volume dan durasi

WHO mengatakan ada dua cara untuk mengurangi bahaya kehilangan pendengaran ketika menggunakan headset, yaitu:

  • Mengurangi lama Anda mendengarkan musik menggunakan headset.
  • Mengurangi volume saat Anda mendengarkan musik dengan headset.

Atur volume headset Anda hingga tidak lebih kencang dari 70%. Selain itu, Anda dapat melakukan aturan 60/60.

Artinya, Anda mendengarkan 60% volume selama 60 menit, kemudian istirahat selama 30 menit atau lebih untuk memulihkan telinga dan pendengaran Anda.

2. Pilih headset daripada earbuds

Earbud bisa menghasilkan volume lebih keras hingga 9 desibel daripada headset. Itu akan mengurangi waktu mendengarkan aman Anda dari dua jam menjadi 15 menit.

3. Pilih headset yang dapat menyaring kebisingan

Pilihlah headset yang dapat menyaring kebisingan dari lingkungan. Ini penting jika Anda suka mendengarkan musik di lingkungan yang bising, seperti jalan raya. Pasalnya, Anda mungkin sering menambahkan volumenya tanpa sadar untuk mendengarkan dengan lebih jelas.

4. Bersihkan headset secara berkala

Pastikan untuk membersihkan headset Anda sekali seminggu, terutama setelah terkena keringat atau digunakan orang lain. Gunakan bola kapas yang dibasahi dengan alkohol, kemudian bersihkan kotoran yang tersisa.

5. Kenakan headset dalam posisi yang tepat

Pastikan headset Anda terpasang dengan tepat, yaitu pas dan tidak terlalu kencang. Jika telinga Anda merasa tidak nyaman atau sakit, berarti posisi headset Anda belum tepat. Segera longgarkan atau gunakan headset jenis lain.

6. Jangan gunakan headset di tempat yang bising

Jangan gunakan headset ketika berjalan, bermain sepeda, atau menyetir jika Anda tak ingin merasakan bahaya. Namun, jika sangat ingin, Anda dapat mengenakan headset pada satu telinga saja.

Pilihan lainnya, Anda dapat menggunakan headset konduksi tulang yang diletakkan di belakang telinga Anda. Dengan alat ini, Anda dapat mendengarkan musik dan tetap waspada pada semua yang ada di sekitar Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Perkembangan Anak Usia 17 Tahun, Bagaimana Tahapan yang Sesuai?

Di perkembangan usia 17 tahun, anak cenderung lebih mandiri dalam hal apa pun. Lantas, apa yang harus orangtua lakukan untuk mengarahkannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Tumbuh Kembang Remaja, Parenting 30 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Perkembangan Anak Usia 18 Tahun, Bagaimana Tahapan yang Sesuai?

Usia 18 tahun merupakan fase akhir remaja. Berikut berbagai perkembangan yang umumnya dialami oleh anak usia 18 tahun yang penting diketahui orangtua.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Tumbuh Kembang Remaja, Parenting 30 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Perkembangan Anak Usia 16 Tahun, Bagaimana Tahapan yang Sesuai?

Di usia 16 tahun anak sudah berada di fase remaja akhir. Berikut berbagai perkembangan yang terjadi saat usia anak 16 tahun.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Tumbuh Kembang Remaja, Parenting 27 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Perkembangan Anak Usia 15 Tahun, Bagaimana Tahapan yang Sesuai?

DI usia ini, anak sudah masuk masa pertengahan remaja. Lantas, apa saja perkembangan yang terjadi pada anak usia 15 tahun? Berikut ulasannya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Tumbuh Kembang Remaja, Parenting 25 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bahaya dan komplikasi anemia

Waspada, Ini Bahaya Anemia yang Mungkin Mengintai Anda

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 2 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Jerawat di telinga

Ragam Penyebab Jerawat di Telinga dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 2 November 2020 . Waktu baca 6 menit
kenakalan remaja

Orangtua Perlu Waspada, Ini 5 Kenakalan Remaja yang Kerap Dilakukan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
bullying pada remaja

Tanda yang Muncul Jika Anak Anda Jadi Korban Bullying

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit