5 Minyak Esensial Terbaik untuk Menumbuhkan Rambut, Plus Tips Cara Pakainya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Rambut adalah mahkota kepala. Itu kenapa tidak ada yang ingin punya rambut tipis, kusam, dan gampang rontok. Kalau Anda sudah mencoba beragam cara untuk menumbuhkan rambut tapi tidak ada yang berhasil, kenapa tidak coba pakai minyak esensial? Ya! Beberapa jenis minyak esensial alami yang dijual di pasaran bisa bantu Anda mendapatkan rambut tebal dan kuat.

Pilihan minyak esensial untuk menumbuhkan rambut

Ada banyak minyak esensial yang bisa digunakan menebalkan rambut. Biasanya, minyak ini juga digunakan dalam berbagai produk perawatan rambut.

Beberapa contoh minyak esensial yang bisa Anda gunakan, meliputi:

  • Rosemary oil, membantu merangsang folikel untuk menghasilkan rambut baru.
  • Bergamot oil, meningkatkan pertumbuhan rambut, melindungi kulit kepala agar tetap sehat, mengurangi peradangan, dan mempercepat penyembuhan luka pada kulit kepala.
  • Jojoba oil, untuk meningkatkan pertumbuhan rambut lebih cepat.
  • Peppermint oil, memperbesar pembuluh darah di bawah kulit sehingga meningkatkan ketebalan kulit kepala dan jumlah folikel rambut.
  • Chamomile oil, lavender oil, sage oil, almond oil, clary oil, dan kernel apricot oil yang bermanfaat untuk merangsang pertumbuhan rambut lebih cepat.

Bagaimana cara memakai minyak esensial untuk menumbuhkan rambut?

1. Pilih minyak esensial dan minyak pelarut yang akan digunakan

menumbuhkan rambut
                                                                                                sumber: draxe.com

Pertama, Anda pilih minyak esensial yang tepat sesuai dengan kondisi rambut Anda. Anda juga bisa gabungkan beberapa jenis minyak menjadi satu. Misalnya mencampurkan rosemary oil dengan lavender dan clary oil.

Kemudian, pilih minyak pelarutnya. Minyak esensial sangat kental. Bahkan Anda sebenarnya hanya perlu dua sampai tiga tetes saja untuk sekali perawatan rambut alami. Jadi, minyak esensial perlu diencerkan terlebih dahulu dengan minyak pelarut atsiri sebelum dioleskan ke kepala.

Untuk Anda yang memiliki rambut kering, Anda bisa pilih minyak kelapa, minyak argan, atau minyak alpukat yang bisa melembapkan kulit kepala. Untuk rambut berminyak, larutkan minyak esensial pilihan Anda dengan minyak almond atau minyak biji aprikot yang lebih ringan. Sementara jika rambut Anda rontok, pilih jojoba oil yang bisa mencegah kerontokan rambut bertambah parah.

2. Campurkan minyak esensial

menumbuhkan rambut
                                                                         sumber: healthline.com

Setelah Anda menemukan kombinasi minyak esensial dan minyak pelarut yang sesuai dengan kondisi Anda, saatnya mengencerkan minyak tersebut. Caranya, tuang 15 tetes minyak esensial per satu ons (2 sdm) minyak pelarut dalam wadah yang kedap udara. Aduk sampai rata dan encer.

Gunakan sarung tangan plastik sebelum Anda mengencerkan minyak esensial untuk menjamin kesterilannya. Simpan produk akhirnya di tempat yang sejuk dan gelap.

Melarutkan minyak esensial dengan minyak pelarut juga bertujuan untuk mengurangi risiko efek samping alergi atau masalah kulit lainnya.

3. Pijat kulit kepala

menumbuhkan rambut
                                                                      sumber: ourmassage.com

Ketika akan digunakan untuk menumbuhkan rambut, celupkan ujung jari ke dalam minyak campuran atau tuang beberapa tetes langsung ke telapak tangan Anda. Gosokkan di kedua tangan Anda dan kemudian pijat kulit kepala perlahan selama 2 sampai 3 menit. Pijat merata ke seluruh bagian kepala; mulai dari depan samping, tengah, depan, dan belakang.

Bila merasa kesulitan, tidak ada salahnya untuk minta bantuan orang lain untuk memijat dan mengoleskan minyak pada kulit kepala Anda.

4. Bilas atau biarkan semalam

menumbuhkan rambut
                                                                              cr: iphotostock

Anda bisa langsung bilas dengan air bersih dan keramas seperti biasa setelah mendiamkan rambut selama 15-20 menit sampai minyak meresap. Namun, Anda juga bisa mendiamkannya semalaman agar hasilnya lebih optimal. Itu kenapa waktu terbaik untuk menggunakan minyak esensial pada kulit kepala adalah malam hari supaya tidak mengganggu aktivitas.

Terlebih, beberapa minyak esensial seperti bergamot oil, lemon, jeruk, dan grapefruit harus dipakai sebelum tidur karena membuat kulit sangat sensitif dengan paparan sinar matahari,

Jika ingin dibiarkan semalaman, lilitkan handuk kecil bersih pada kepala untuk mencegah minyak merembes ke bantal Anda. Pagi harinya, bilas bersih dan lanjut keramas seperti biasa.

Tes dulu minyak di punggung tangan, untuk cek alergi

Tidak semua minyak esensial aman untuk langsung dioleskan ke badan atau kulit kepala. Efek samping yang paling umum dari penggunaan minyak esensial adalah reaksi alergi meliputi kulit ruam, gatal-gatal, bengkak, dan kemerahan.

Untuk mengurangi risiko efek samping ini, Anda perlu mengetesnya terlebih dulu pada kulit punggung tangan. Cukup oleskan sedikit saja minyak esensial pada kulit tangan dan tunggu 1×24 jam untuk melihat apakah ada reaksi yang timbul. Jika tidak, Anda bisa mulai menggunakannya dalam skala yang lebih besar.

Jika muncul reaksi, segera bilas kulit dengan sabun dan air mengalir. Hentikan pemakaian. Apa bila reaksi yang muncul sampai menyebabkan Anda kesulitan bernapas, pusing, dan merasa goyah hingga ingin pingsan, secepatnya ke dokter.

Dilansir dari Medical News Today, menurut National Association for Holistic Aromatherapy, sage oil dan peppermint oil sebaiknya tidak digunakan saat hamil atau menyusui.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca