Sering Merasa Mual Setelah Kemoterapi, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Mual adalah salah satu efek samping kemoterapi yang paling umum. Bahkan, efek samping ini mulai muncul sesaat setelah obat kemoterapi dosis pertama diberikan. Meskipun beberapa orang dapat meredakan rasa mualnya dengan mudah, sebagian pasien kanker lainnya harus berjuang dengan keras untuk mengatasinya. Lantas, apa saja yang harus dilakukan untuk mengatasi mual setelah kemoterapi? Berikut penjelasannya.

Cara mengatasi mual setelah kemoterapi

Meskipun ampuh membunuh sel-sel kanker, kemoterapi juga sering kali memicu rasa mual. Penyebabnya bermacam-macam, mulai dari frekuensi perawatan, dosis obat, dan cara pemberian obat (obat minum maupun cairan infus).

Parah atau tidaknya mual yang dirasakan bisa berbeda-beda pada setiap pasien. Ada yang hanya mengalami mual ringan yang dapat diatasi dengan baik, tapi ada juga yang mengalami mual parah atau bahkan sampai muntah. Inilah yang menyebabkan pasien kanker mengeluh nafsu makan menurun setelah kemoterapi.

Nah, berikut ini sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi mual setelah kemoterapi. Di antaranya:

1. Minum obat pereda mual

obat kemoterapi minum

Setelah kemoterapi selesai dilakukan, dokter biasanya akan memberikan obat khusus untuk meredakan mual. Obat antimual ini disebut juga dengan antiemetik. Pemberian dosis dan jenis obatnya berbeda-beda untuk setiap pasien, tergantung dari seberapa parah mual yang dirasakan.

Obat antimual ini tersedia dalam berbagai bentuk, di antaranya pil, cairan infus, atau supositoria. Jika pasien mengalami mual dan muntah, pasien tersebut mungkin akan diberikan obat pereda mual melalui cairan infus atau supositoria supaya tidak terbuang sia-sia. Konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan obat pereda mual yang sesuai dengan kondisi Anda.

2. Akupuntur

efek samping akupuntur

Menurut American Society of Clinical Oncologists (ASCO), akupuntur disebut-sebut ampuh meringankan efek samping kemoterapi yang mengganggu. Salah satunya meredakan mual setelah kemoterapi.

Mengutip dari sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Chinese Acupuncture and Moxibustion, akupuntur yang dikombinasikan dengan terapi panas bernama moksibusi dapat mengurangi mual akibat obat kemoterapi.

Hal ini diperkuat pula dengan studi kecil lainnya, bahwa pasien kanker yang baru saja menjalani radiasi dan kemoterapi cenderung mengalami mual yang lebih ringan. Selain itu, dosis obat antimual yang diberikan juga lebih rendah daripada pasien yang tidak melakukan akupuntur.

Meski manfaat akupuntur ini tampak menggiurkan, ternyata tidak semua pasien kanker boleh melakukannya. Khususnya pasien kanker yang jumlah sel darah putihnya rendah.

Jika akupuntur tetap dilakukan, ini ditakutkan akan meningkatkan risiko infeksi dan membahayakan kesehatan pasien. Sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter sebelum Anda memutuskan untuk mencobanya.

3. Gunakan prinsip “makan sedikit tapi sering”

pola makan saat kemoterapi

Rasa mual akibat pengobatan kanker seringnya membuat pasien jadi malas makan. Jika makan dengan porsi normal membuat Anda mual dan muntah, sebaiknya gunakan prinsip “makan sedikit tapi sering”.

Sebab bagaimanapun, pasien kanker tetap harus makan secara rutin supaya kebutuhan nutrisinya tetap terjaga. Jika Anda tidak sanggup menghabiskan satu porsi makanan utuh secara langsung, sebaiknya berikan jeda setiap 2-3 jam untuk makan dengan porsi yang lebih kecil.

Perhatikan juga jenis makanan yang dikonsumsi. Hindari makanan yang digoreng, berlemak, dan makanan manis karena cenderung sulit dicerna. Alih-alih membuat pasien bisa makan, makanan tersebut justru bisa memperparah mual.

Dan yang terpenting, selalu penuhi kebutuhan cairan tubuh Anda dengan minum minimal 8 gelas per hari supaya tidak dehidrasi.

4. Teknik relaksasi

cara meditasi untuk meningkatkan fokus

American Cancer Society (ACS) mengatakan bahwa teknik relaksasi memberikan hasil yang menakjubkan dalam mengurangi mual setelah kemoterapi. Jenis terapi ini bisa membantu Anda merasa lebih rileks dan mengalihkan Anda dari gangguan mual.

Ada banyak teknik relaksasi yang bisa Anda lakukan. Mulai dari latihan pernapasan, terapi musik, hipnosis, hingga meditasi. Semakin Anda merasa rileks, Anda pun akan semakin mudah menghadapi dan mengatasi berbagai efek samping kemoterapi yang mengganggu.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Cara Menjaga Kesehatan Mata Anak

Untuk memastikan mata anak terus sehat hingga ia dewasa nanti, kesehatan matanya harus dijaga sejak ia masih kecil. Bagaimana orangtua bisa membantu?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 18 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Benarkah Wadah Makanan dari Styrofoam Bisa Menyebabkan Kanker?

Anda mungkin sudah pernah mendengar bahaya styrofoam sebagai wadah makanan, namun apakah ini benar? Bagaimana caranya agar aman?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Fakta Unik 17 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Semua Informasi Penting yang Harus Anda Tahu Tentang Golongan Darah O

Golongan darah O sering disebut sebagai golongan darah universal karena katanya bisa menyumbang darah ke semua orang. Eits, tunggu dulu!

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Kelainan Darah, Golongan Darah 17 November 2020 . Waktu baca 6 menit

5 Manfaat Donor Darah bagi Kesehatan Anda

Tak hanya berguna bagi yang membutuhkan, Anda juga bisa mendapatkan manfaat donor darah sebagai pendonor, salah satunya panjang umur. Selain itu, apa lagi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kelainan Darah, Golongan Darah 17 November 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hb tinggi

Kadar Hb Terlalu Tinggi, Apakah Berbahaya dan Perlu Diturunkan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 22 November 2020 . Waktu baca 7 menit
memperbaiki pola tidur terbangun tengah malam

8 Hal yang Membuat Anda Sering Terbangun Tengah Malam

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 19 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagaimana Mengatasi Bau Badan Yang Muncul Tiba-Tiba?

Mengatasi Bau Badan yang Muncul Tiba-Tiba

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 19 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Hormon Estrogen Rendah Pada Wanita, Apa Tanda dan Gejalanya?

Ciri-ciri Hormon Estrogen Terlalu Rendah Pada Wanita

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Dipublikasikan tanggal: 19 November 2020 . Waktu baca 5 menit