Cara Mengatasi Keracunan Bakteri Salmonella (Plus Tips Mencegahnya)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 13 Februari 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Salmonella merupakan kelompok bakteri yang menyebabkan infeksi di saluran usus. Biasanya, keracunan bakteri Salmonella muncul akibat mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi terutama daging, unggas, dan telur. Orang yang mengalami kondisi ini biasanya akan mengalami kram perut, diare, dan muntah setelah 12 hingga 72 jam pascainfeksi.

Cara mengatasi keracunan bakteri Salmonella

banyak minum air putih

Biasanya keracunan Salmonella akan hilang dengan sendirinya dalam waktu sekitar satu minggu tanpa perlu pengobatan khusus. Akan tetapi, Anda perlu segera memeriksakan diri ke dokter jika Anda:

  • Tidak kunjung sembuh setelah lebih dari 7 hari.
  • Mengalami diare parah, bahkan hingga berdarah.
  • Mengalami demam lebih dari 38,6 derajat Celsius selama lebih dari sehari.
  • Terjadi pada anak di bawah 5 tahun.
  • Punya sistem kekebalan tubuh yang lemah karena penyakit atau berusia di atas 65 tahun.

Saat Anda memeriksakannya, dokter akan memberikan beberapa perawatan seperti:

Antibiotik

Antibiotik diberikan jika Anda mengalami gejala keracunan yang cukup parah. Misalnya ketika bakteri telah masuk ke aliran darah. Pasalnya, jika antibiotik diberikan dengan sembarangan maka tubuh dan bakteri bisa resistan (kebal) terhadap obat yang satu ini. Akibatnya, risiko infeksi untuk kambuh cukup besar.

Obat antimotilitas

Obat yang satu ini diberikan untuk membantu menghentikan diare. Obat antimotilitas mengurangi kram perut yang Anda rasakan saat sedang keracunan bakteri Salmonella.

Cairan

Dokter akan merekomendasikan Anda untuk minum lebih banyak cairan. Tujuannya untuk mencegah dehidrasi akibat diare parah yang Anda alami. Dengan minum banyak cairan baik air putih maupun jus, cairan yang terbuang akan tergantikan sehingga tubuh tidak kekurangan.

Cara mencegah keracunan bakteri Salmonella

Paparan bakteri Salmonella tentu saja bisa dicegah. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah keracunan bakteri ini, yaitu dengan cara:

Mencuci tangan

Biasakan untuk mencuci tangan terutama sebelum memasak atau makan, setelah menyentuh hewan, seusai dari kamar mandi, setelah mengganti popok bayi, dan setelah berkebun. Cuci tangan Anda dengan sabun di bawah air mengalir.

Teliti dalam menyiapkan makanan

Dikarenakan bakteri ini biasanya berasal dari makanan, Anda perlu lebih teliti lagi dalam menyiapkan makanan seperti:

  • Mencuci buah dan sayuran hingga bersih.
  • Memasak makanan hingga matang terutama daging, unggas, dan telur.
  • Jangan pakai air yang tidak diolah seperti air sungai untuk keperluan minum dan memasak.
  • Menjaga kebersihan dapur dan peralatan masak.
  • Menaruh persediaan daging mentah, unggas, dan makanan laut di lemari es.
  • Gunakanan talenan dan pisau yang berbeda untuk memotong daging dan sayuran mentah dengan yang sudah matang.

Simpan telur dengan benar

Saat membeli telur, pastikan untuk membelinya di tempat-tempat yang terjamin keamanannya. Usahakan untuk membeli telur dari penjual yang menaruh telurnya di lemari pendingin. Pilihlah kondisi telur yang bersih dan tidak retak. Setelah itu, simpanlah telur di lemari es. Selalu masak telur hingga matang agar bakteri yang ada di dalamnya mati.

Tempatkan hewan peliharaan di luar rumah

Usahakan untuk menaruh kandang hewan peliharaan di luar rumah. Apalagi jika Anda sedang hamil atau memiliki bayi. Pastikan agar hewan peliharaan Anda tidak memasuki area-area seperti dapur atau ruang makan. Cuci tangan dengan sabun dan air setelah bersentuhan dengan hewan peliharaan. Dikutip dari Verywell Health, hal ini terutama berlaku untuk reptil, amfibi, dan burung.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

Masalah pencernaan bisa sangat mengganggu dan menyusahkan. Berbagai pengobatan pun Anda coba. Nah, sudahkah Anda menggunakan minyak esensial?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 13 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Diare Jadi Tanda Anda Sedang Hamil Muda, Benar atau Tidak?

Banyak wanita mengalami gangguan pencernaan seperti diare pada awal masa kehamilan. Namun, benarkah diare adalah tanda hamil muda?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 23 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

Pilihan Obat yang Ampuh untuk Meredakan Gejala Muntaber

Muntaber dapat menyebabkan komplikasi berupa dehidrasi. Tenang, ada beberapa obat yang bisa membantu meredakan gejala muntaber. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Gangguan Pencernaan, Health Centers 21 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit

Berapa Kali Si Kecil Sebaiknya Cuci Tangan dengan Sabun dan Air dalam Sehari?

Cuci tangan perlu diajarkan pada anak sejak dini. Bagaimana cara agar anak tebiasa melakukannya dan berapa kali sebaiknya dilakukan dalam sehari?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
anak cuci tangan
Parenting, Tips Parenting 5 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengatasi mual mencegah muntah

4 jenis Makanan dan Minuman yang Bisa Mengatasi Mual dan Mencegah Muntah

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 14 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
buah dan sayur mengandung racun

7 Makanan Sehari-hari yang Ternyata Sebenarnya Mengandung Racun

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 20 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
mual karena gugup

Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit
mual setelah minum kopi

Sering Mual Setelah Minum Kopi? Ini Penyebab dan Tips Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 20 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit