Cara Mengatasi 4 Efek Samping Kemoterapi yang Umum Terjadi

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 13/06/2017
Bagikan sekarang

Setiap pasien kanker akan mengalami efek samping kemoterapi yang berbeda-beda, tergantung dengan kondisi serta jenis obat yang diberikan. Namun ada beberapa efek samping kemoterapi yang umum terjadi dan hal tersebut biasanya menjadi penghambat dalam pengobatan. Lalu bagaimana mengatasi efek samping kemoterapi yang muncul serta mencegah kondisi tubuh semakin parah?

Berbagai efek samping kemoterapi yang umum dan cara mengatasinya

1. Rambut rontok

Rambut rontok adalah efek samping kemoterapi yang hampir dialami oleh semua pasien kanker yang menjalani pengobatan tersebut. Folikel rambut sangat rentan rusak sehingga membuat rambut Anda mudah rontok ketika kemoterapi. Tidak sedikit orang yang malu karena mengalami hal ini, apalagi bagi kaum perempuan yang menganggap rambut adalah mahkotanya. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi rambut rontok:

  • Anda tetap bisa bergaya dengan menggunakan topi, scarf, atau wig – jika Anda mau. Jangan malu untuk mencoba hal tersebut, bila Anda belum siap menggunakannya, Anda dapat berdiskusi dulu psikolog atau tim medis Anda.
  • Jika ingin keramas, gunakan sampo yang tidak memiliki wangi dan ringan di kulit kepala, seperti sampo bayi. Gunakan air hangat ketika membilas kulit kepala serta hindari gerakan menggaruk ketika keramas atau mengeringkan rambut.
  • Hindari terlalu sering menyisir rambut Anda.
  • Hindari menggunakan minyak atau krim rambut.

2. Mual dan muntah

Sebanyak 70-80% pasien yang menjalani pengobatan kemoterapi, mengalami gejala mual dan muntah. Efek samping kemoterapi ini sering kali timbul pada beberapa obat tertentu, seperti obat cisplatin. Beberapa hal yang dapat mengatasi mual dan muntah saat kemoterapi yaitu:

  • Makan dengan porsi yang sedikit namun sering, sebab rasa mual sering kali muncul ketika perut Anda kosong.
  • Saat mengonsumsi makanan, usahakan untuk mengunyahnya dengan perlahan.
  • Usahakan untuk mengonsumsi makanan yang bersuhu dingin. Hindari makanan hangat atau panas karena akan menyebabkan Anda semakin mual.
  • Jangan mengonsumsi makanan dan minuman yang memiliki temperatur berbeda dalam satu waktu.
  • Minum di antara dua makan, jangan terlalu banyak minum ketika makan. Selain itu minum antara 6-8 gelas per hari atau sesuai dengan kebutuhan.

penyakit yang bikin cepat lelah

3. Anemia dan kelelahan

Obat kemoterapi juga dapat membuat jumlah sel darah merah menurun hingga pasien mengalami anemia. Hal ini menyebabkan jaringan tubuh Anda tidak mendapatkan oksigen dan makanan sehingga timbul rasa lelah. Biasanya untuk mengatasi anemia yang berat, dokter akan menyarankan pasien untuk ditransfusi. Namun beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk meringankan gejala tersebut adalah:

  • Istirahat yang banyak, seperti tidur siang setidaknya 15 menit saja dapat membantu tubuh Anda pulih kembali. Kenali diri Anda dan istirahat lah sebelum merasa lelah.
  • Melakukan olahraga yang ringan. Tentu hal ini dapat dilakukan jika dokter mengizinkan.
  • Kelola stres dengan baik. Anda bisa menggunakan waktu luang Anda untuk melakukan hobi atau hal-hal yang Anda sukai sehingga, stres akan terkelola dengan baik.

4. Sariawan pada mulut

Kemoterapi menyebabkan sistem kekebalan tubuh Anda menurun, sehingga sangat mudah terserang infeksi bakteri atau virus. Infeksi yang sering terjadi pada pasien kanker adalah infeksi mulut. Infeksi ini ditandai dengan timbulnya sariawan pada bagian mulut, tak hanya satu luka bahkan bisa saja semua bagian mulut dipenuhi dengan luka. Tentu hal ini akan membuat pasien menjadi susah untuk mengonsumsi makanannya, padahal makanan dapat membuatnya pulih kembali.

Berikut adalah cara untuk mengatasi luka pada mulut:

  • Pastikan untuk menyikat gigi setidaknya 90 detik setiap dua kali dalam satu hari. Usahakan untuk menggunakan sikat gigi yang halus.
  • Hindari mengonsumsi alkohol, makanan pedas, serta makanan asam.
  • Gunakan obat kumur untuk menghilangkan bakteri yang mungkin masih tertinggal di dalam mulut.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

Kurma bukan satu-satunya buah yang baik dimakan saat berbuka puasa. Lihat berbagai pilihan lainnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Monika Nanda
Hari Raya, Ramadan 14/05/2020

7 Cara Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Puasa

Jangan sampai karena puasa Anda jadi lemas, lesu, dan mudah sakit. Simak rutinitas yang bisa dilakukan agar tetap fit saat puasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hari Raya, Ramadan 09/05/2020

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Pernahkah Anda sakit perut setelah buka puasa? Bisa jadi ini karena pengaruh makanan yang Anda konsumsi saat berbuka. Apa lagi sebab lainnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
panduan diet sehat untuk menurunkan berat badan, cara diet sehat, menu diet sehat, makanan diet sehat, diet sehat alami

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
diagnosis hiv

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020