Perlukah Memakai Earplug (Sumbat Telinga) di Konser Musik?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan

Konser musik menawarkan pengalaman menikmati musik yang hidup dan gempar. Anda pun jadi merasa lebih berenergi dan bersemangat untuk mengikuti jalannya konser, meskipun Anda harus rela berdiri dan mendengarkan musik dengan suara yang sangat keras selama berjam-jam. Mendatangi konser musik memang seru, tapi akhir-akhir ini banyak musisi dan penyelenggara konser musik yang mulai aktif menyuarakan bahaya konser musik bagi pendengaran.

Data yang diterbitkan oleh World Health Organization (WHO) pada 2015 membuktikan bahwa di seluruh dunia, sejumlah 40% remaja dan dewasa muda rentan terserang masalah pendengaran akibat terlalu sering berada di tempat-tempat hiburan seperti konser musik, klub malam, kafe dengan live music, dan sejenisnya. Ini berarti gangguan pendengaran yang datang dari konser musik tidak boleh disepelekan. Namun, bukan berarti Anda harus menghindari tempat-tempat hiburan dengan musik kencang sama sekali. Untuk mengakali efek samping konser musik pada telinga dan pendengaran, sebaiknya Anda menyiapkan earplug atau sumbat telinga. Akan tetapi, banyak yang ragu menggunakan earplug karena dianggap tidak praktis dan akan mengurangi sensasi menonton konser musik yang hingar-bingar. Ada juga yang mempertanyakan keampuhan earplug dalam mencegah masalah pendengaran yang diakibatkan oleh musik yang terlalu kencang.

Supaya Anda lebih yakin, simak segala informasi soal earplug dan masalah pendengaran saat pergi ke konser musik berikut ini.

Bahaya mendatangi konser musik bagi telinga

Menurut WHO, batas aman suara yang diterima oleh telinga adalah 85 desibel (dB) selama paling lama delapan jam. WHO menganjurkan Anda untuk tidak berada di lingkungan dengan suara sebesar 100 dB selama lebih dari 15 menit. Anda juga sebaiknya tidak mendengar suara di atas 105 dB selama lebih tiga menit. Sementara itu, kebisingan di konser musik bisa mencapai 100 hingga 120 dB dan konser musik pasti berlangsung selama lebih dari satu jam. Jika Anda berdiri di dekat pengeras suara, kebisingannya bisa mencapai 140 dB dan hal ini sangat berisiko menyebabkan hilang pendengaran.

Kebisingan yang Anda dengar selama konser musik berlangsung biasanya akan mengakibatkan gangguan pendengaran yang bersifat sementara. Dampaknya pada setiap orang berbeda-beda, mulai dari telinga berdenging (secara medis dikenal sebagai tinnitus), rasa sakit pada telinga, hingga hilang pendengaran. Ini karena di dalam telinga Anda terdapat sel rambut yang akan menerima getaran dari gendang telinga. Getaran ini akan kemudian diubah oleh sel rambut menjadi sinyal elektrik yang akan dikirim oleh saraf menuju otak. Otak pun menerjemahkan sinyal elektrik tersebut sebagai bunyi. Sel-sel rambut dalam telinga ini sangat peka terhadap suara keras sehingga mudah rusak jika Anda berada di konser musik.

Sebuah studi yang dilakukan oleh University Medical Center Utrecht di Belanda telah menguji para partisipan penelitian yang berusia rata-rata 27 tahun untuk mendatangi sebuah festival musik di lahan terbuka. Rata-rata suara yang dihasilkan oleh konser yang berlangsung selama 4,5 jam tersebut adalah 100 dB. Hasil penelitian tersebut melaporkan bahwa hanya 8% dari mereka yang memakai earplug mengalami hilang pendengaran sementara. Pada kelompok yang tidak memakai earplug, jumlah partisipan yang mengalami hilang pendengaran sementara mencapai 42%. Maka, jika Anda ingin menghindari masalah pendengaran, sebaiknya pasang earplug di telinga sebelum pergi ke konser musik favorit Anda.

Earplug seperti apa yang direkomendasikan?

Saat ini sudah tersedia berbagai macam sumbat telinga atau earplug yang bisa Anda beli di apotek, supermarket, dan toko perkakas. Ada yang terbuat dari busa, silikon, termoplastik, atau lilin. Kemampuan earplug untuk mengurangi suara juga berbeda-beda, mulai dari 10 sampai 30 dB.

Anda perlu menyesuaikan kebutuhan dengan earplug yang Anda pilih. Jika Anda adalah seorang musisi, teknisi suara, atau Anda sering mendatangi konser-konser musik atau kafe yang menawarkan musik live, sebaiknya Anda membeli earplug yang terbuat dari termoplastik atau silikon. Earplug jenis ini lebih pas di telinga dan tidak akan mengurangi kualitas suara seperti halnya earplug yang berbahan dasar busa. Anda juga harus mempertimbangkan apabila konser yang Anda datangi adalah konser musik rock, Anda perlu memilih earplug dengan kemampuan mengurangi suara sekitar 20 dB. Sementara kalau Anda datang ke acara musik akustik di sebuah kafe, earplug yang mengurangi suara sebesar 12 dB sudah cukup untuk mencegah masalah pendengaran.

Mencegah masalah pendengaran di konser musik

Selain menggunakan earplug, Anda bisa melakukan langkah-langkah pencegahan masalah pendengaran ketika berada di sebuah konser musik. Berikut adalah hal-hal yang perlu Anda lakukan.

  • Jangan berdiri atau duduk terlalu dekat dengan pengeras suara. Jarak yang aman adalah di atas tiga meter.
  • Ambil jeda di sela-sela lagu dan menyingkirlah menuju tempat yang lebih sepi untuk mengistirahatkan telinga.
  • Hindari saling berteriak di samping telinga dengan orang lain. Biasanya Anda dan teman yang datang ke konser akan melakukan ini agar percakapan bisa terdengar lebih jelas. Namun, hal ini justru akan semakin membahayakan pendengaran Anda.
  • Hindari minuman beralkohol karena bisa membuat Anda tidak peka terhadap rasa sakit di telinga.   

Kapan harus periksa ke dokter?

Apabila Anda mengalami gangguan pendengaran setelah mendatangi konser musik, biasanya pendengaran akan kembali normal setelah beberapa saat. Namun, jika sudah lebih dari 24 jam dan Anda masih mengalami telinga berdenging atau hilang pendengaran, segera periksakan diri ke dokter spesialis telinga. Umumnya keluhan yang dilaporkan adalah suara yang terdengar menjadi tidak jelas, terutama suara dengan nada tinggi.

BACA JUGA:

Share now :

Direview tanggal: Oktober 21, 2016 | Terakhir Diedit: September 22, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca