Apakah Susu Rendah Laktosa Aman Buat Orang yang Tidak Bisa Minum Susu?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 13/11/2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Orang-orang yang memiliki intoleransi laktosa tidak bisa mengonsumsi susu hewani karena tubuh mereka tidak bisa mencerna gula laktosa yang ada dalam susu. Maka itu, mengonsumsi susu maupun produk olahannya justru akan memicu berbagai gejala intoleransi, seperti sakit perut, kembung, diare, hingga mual dan muntah. Meski begitu, tidak dapat dipungkiri cukup sulit untuk benar-benar menghindari susu karena sangat umum diolah menjadi banyak macam hidangan. Lantas, apa bisa mengganti susu biasa dengan susu rendah laktosa?

Apa itu susu rendah laktosa (low lactose milk)?

Susu rendah laktosa adalah susu sapi yang kadar laktosanya lebih sedikit dari seharusnya. Susu ini diolah menggunakan proses hidrolisis untuk memecah sebagian besar molekul laktosa.

Kemudian susu akan ditambahkan enzim laktase dan dipasteurisasi. Enzim laktase tambahan itu nantinya akan memecah lebih banyak laktosa yang masih tersisa. Setelah proses ini selesai, susu akan disimpan selama dua puluh empat jam. Ketika laktosanya sudah berkurang cukup banyak, susu akan kembali melewati proses pasteurisasi untuk menghentikan aktivitas enzim laktase.

Hasil akhir dari susu ini setidaknya hanya mengandung 30% laktosa. Sementara itu versi lactose free milk 99% bebas laktosa. Susu bebas laktosa (lactose-free) diolah dengan prosedur yang sama, namun ditambahkan enzim laktase yang lebih banyak dan dipasteurisasi lebih lama sampai kandungan laktosanya habis.

Apakah susu rendah laktosa aman untuk orang intoleransi laktosa?

Tubuh orang yang memiliki intoleransi laktosa tidak bisa memproduksi cukup enzim laktase. Padahal, laktase diperlukan untuk mencerna keseluruhan laktosa dalam susu. Namun karena jumlah enzim dalam tubuhnya sedikit, konsumsi susu malah akan menimbulkan gangguan pencernaan.

Sejatinya, orang dengan intoleransi laktosa disarankan untuk membatasi dan bukan sama sekali menghindari susu atau produk olahannya. Pasalnya, nutrisi dalam susu tetap penting dan dibutuhkan oleh tubuh. 

Menurut penelitian dari jurnal Nutrients tahun 2018, orang yang intoleran dapat mengonsumsi susu rendah laktosa sebagai cara menyiasati masalah ini. Umumnya dokter pun akan menganjurkan Anda minum susu rendah laktosa.

Kadar laktosa dalam susu low lactose jauh lebih rendah dari susu sapi biasa sehingga akan lebih mudah dicerna tubuh. Orang dengan intoleransi laktosa rata-rata dapat mencerna 12-15 gram laktosa per hari. Ini adalah takaran laktosa dalam jumlah yang sangat sedikit.

Kandungan nutrisi dan vitamin dalam susu sapi biasa, susu rendah laktosa, maupun susu bebas laktosa pun sebetulnya tetap sama sehingga Anda tidak perlu khawatir kekurangan.

Selain susu rendah laktosa, susu apa lagi yang bisa dikonsumsi?

Jika Anda kesulitan menemukan susu rendah laktosa di area tempat tinggal Anda, susu olahan dari bahan nabati dapat menjadi alternatif pemenuhan gizi yang sama baiknya.

1. Susu almond

Susu almond adalah susu nabati rendah laktosa. Susu ini terbuat dari olahan kacang almond utuh, mentega almond, dan air.

Tekstur susunya lebih cair daripada susu sapi biasa, dan rasanya agak manis. Itu kenapa susu almond juga sering ditambahkan sebagai pemanis kopi atau teh, sebagai campuran smoothie.

Susu almond tergolong rendah kalori, protein, dan karbohidrat dibanding susu sapi. Satu cangkir susu almond seukuran 240 ml tanpa pemanis mengandung 30-35 kalori, 2,5 gram lemak, 1 gram protein dan 1-2 gram karbohidrat. Namun susu almond tinggi kandungan vitamin E yang dikenal sebagai penangkal radikal bebas.

Agar manfaatnya terasa lebih optimal, pilihlah susu yang terbuat dari 7-15% kacang almond murni.

2. Susu kedelai

Susu kedelai juga dapat menggantikan susu sapi yang rendah laktosa. Kandungan protein dalam susu kedelai dinilai setara dengan susu sapi. Kandungan kalsiumnya juga cukup tinggi, sekitar 500 mg kalsium per satu gelas sajian.

Menurut National Center for Complementary and Integrative Health, mengonsumsi protein kedelai setiap hari dapat menurunkan kolesterol jahat LDL sehingga baik dikonsumsi oleh orang yang punya kolesterol tinggi dan penyakit jantung.

Uniknya lagi, susu kedelai mengandung antioksidan jenis isoflavon yang dapat mengurangi peradangan dalam tubuh dan berpotensi membantu mencegah kanker. 

3.  Susu oat (gandum)

Susu oat alias susu gandum dapat menjadi alternatif dari susu rendah laktosa. Rasa susu oat rata-rata lebih manis dan ringan di lidah. Sama seperti susu lainnya, Anda bisa memakai susu ini untuk campuran sereal atau smoothie.

Susu ini pada dasarnya terbuat dari campuran gandum dan air. Namun, beberapa produsen susu oat mungkin menambahkan minyak, garam, dan buah kurma untuk menghasilkan rasa dan tekstur susu yang diinginkan. 

Satu gelas susu oat yang setara 240 ml mengandung 140-170 kalori, 4,5–5 gram lemak, 2,5–5 gram protein dan 19–29 gram karbohidrat. Dilihat dari jumlahnya, kalori dalam susu gandum sama dengan susu sapi. Namun, kandungan karbohidratnya 2 kali lipat dari susu sapi. 

Ingat, selain dari susu rendah laktosa, Anda juga disarankan mengonsumsi makanan lainnya untuk mempermudah kerja pencernaan mencerna dan menyerap laktosa.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Resep Pasta Gandum Rendah Kalori yang Mudah Dimasak

Menu diet tidak harus itu-itu melulu sajiannya. Anda masih bisa makan pasta nikmat dan pastinya rendah kalori. Simak 3 resep pasta gandum pada artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Nutrisi, Hidup Sehat 14/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Tips Jaga Diri Saat Merawat Orang Sakit Kronis di Masa Pandemi

Ketika sibuk meluangkan waktu untuk mengasuh anggota keluarga, jangan lupa untuk tetap jaga diri saat merawat orang sakit kronis. Simak caranya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
foto orang yang merawat anggota keluarga yang terkena penyakit kronis; saat mengasuh, penting untuk tetap jaga diri saat merawat orang sakit kronis
Hidup Sehat, Tips Sehat 13/07/2020 . Waktu baca 5 menit

3 Bahan Alami yang Bisa Mengusir Biang Keringat

Tidak menggunakan krim yang menyumbat saluran keringat, mungkin bisa jadi solusi. Namun tahukah Anda, ada bahan alami yang bisa mengusir biang keringat?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Hidup Sehat, Tips Sehat 13/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Saat ini hampir semua tempat makanan atau minuman terbuat dari wadah plastik. Namun, sebelum menggunakannya, ketahui dulu kode dari masing-masing wadah.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

orgasme tanpa disentuh

3 Hal yang Bisa Membuat Anda Orgasme Tanpa Disentuh

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/07/2020 . Waktu baca 4 menit
pasien koma masih sadar atau tidak

Ini yang Terjadi Pada Tubuh dan Pikiran Saat Kita Sedang Koma

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/07/2020 . Waktu baca 4 menit
tidak puas dengan pekerjaan berbahaya bagi kesehatan

Tidak Menikmati Pekerjaan di Masa Muda, Bisa Membahayakan Kesehatan di Masa Depan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 14/07/2020 . Waktu baca 4 menit
bercak darah saat tidak sedang haid

Ada Bercak Darah Saat Tidak Sedang Haid? Ini Penyebabnya

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 14/07/2020 . Waktu baca 3 menit