Liburan Ternyata Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Oleh

Kegiatan yang padat rasanya membuat kita ingin melarikan diri sejenak dari rutinitas harian. Saat ini sudah tidak asing lagi istilah travelling, trip, atau backpacking, semua istilah tersebut mengacu pada kata liburan. Sudah banyak jasa yang menawarkan paket murah untuk berlibur sendiri atau bersama teman. Setelah kembali dari berlibur, apa yang Anda rasakan? Apakah Anda merasa segar kembali? Seringnya, kita enggan kembali ke rutinitas setelah liburan selesai.Namun apa daya, hidup harus terus berjalan, bukan? Selain membuat pikiran kita kembali jernih, apa saja manfaat liburan?

Dari mana klaim ‘liburan dapat meningkatkan kekebalan tubuh’ berasal?

Ada kabar bahwa liburan dapat membantu tubuh Anda dalam melawan infeksi. Bukan tanpa dasar cerita tersebut diberitakan. Bedasarkan NHS, penelitian tersebut berasal dari para peneliti Barts and The London School of Medicine and Dentistry at Queen Mary University of London, and Imperial College of Science, Technology and Medicine at the University of London. Jika harus melihat latar belakangnya, penelitian ini tidak menerima dana hibah apa pun. Penelitian tersebut kemudian dipublikasikan dalam peer-reviewed jurnal Frontiers in Immunology.

Objek penelitian tersebut adalah tikus. Terdapat dua grup tikus yang dikurung dalam dua minggu. Kurungan atau kandang ini dibedakan, yang satu dengan tipe kandang yang diberi serbuk-serbuk saja dan yang lain dengan material yang biasa dipakai menghiasi kandang. Pada kandang dengan material tertentu ditambahkan roda, mainan, dan lorong untuk aktivitasnya. Peneliti mendekorasi kandang tersebut seperti resort untuk berlibur. Pengamatan ini melibatkan perubahan tingkah laku dan komposisi sel darah putih (sel ini untuk melawan infeksi). Hasilnya yang ditemukan adalah tidak ada perubahan perilaku pada kedua tikus tersebut dan pada sel darah putihnya.

Namun, analisis yang mendalam menunjukkan perbedaan pada molekul inflamasi atau peradangan tertentu, adanya efek yang mungkin saja bisa membantu sel-sel kekebalan lainnya, yaitu perubahan T-cells pada tikus yang diam di kandang ‘seperti resort’. T-cells dapat menstimulasi antibodi. Perlu digarisbawahi bahwa kita berbeda dengan tikus secara biologis, meskipun ada argumen lain bahwa imunitas pada tikus sama dengan manusia. Kesimpulan yang ditarik adalah peneliti tidak dapat mengatakan bahwa penelitian tikus ‘yang sedang berlibur’ dapat meningkatkan kekebalan tubuhnya.

Namun, peneliti mengatakan bukti perubahan T-cells dapat dikaitkan dengan perubahan pada ekspresi gen. Mereka juga mengklaim bahwa penelitian tersebut membawa kemungkinan mekanisme baru dalam meningkatkan sistem imun tubuh, dan membantu meredakan peradangan dengan mengandalkan faktor perubahan lingkungan.

Jadi, apakah benar liburan dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh?

Pendapat lain mengungkapkan bahwa berlibur membawa manfaat yang sama seperti ketika Anda meditasi. Sebuah penelitian melibatkan 94 perempuan sehat pada umur 30 hingga 60 tahun yang direkrut untuk melakukan meditasi di California selama enam hari, yang dikutip The Telegraph. Lalu mereka memberi pendapat bahwa sebagian dari mereka merasa tenang saat liburan, sebagian lainnya mengungkapkan merasa ketenangan saat mengikuti latihan meditasi.

Berdasarkan dr. Rudolph Tanzi, dosen Neurology di Harvard University, menyebutkan bahwa meditasi merupakan salah satu cara yang menawarkan kegiatan untuk membantu sistem kekebalan tubuh dan mengurangi stres.

Ada lagi, penelitian baru-baru ini yang dipublikasikan pada jurnal Emotion, peneliti dari UC Berkley menemukan bahwa melihat sesuatu yang indah dan menginspirasi dapat meningkatkan imunitas. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Para peneliti mengaitkan emosi positif yang terbentuk pada orang-orang ketika melihat pemandangan seperti air terjun Niagara, dengan  sistem kekebalan tubuh. Mereka menemukan penurunan produksi sel pro-peradangan (sitokin; bertindak sebagai mediator) ketika melihat pemandangan atau seni yang indah. Sel sitokin diperlukan oleh tubuh, tetapi ketika tingkatnya tinggi maka akan berpengaruh pada beberapa kondisi kesehatan kronis.

Meskipun masih kurang bukti bahwa liburan dapat meningkatkan kekebalan tubuh, ketika liburan, Anda dapat menjernihkan pikiran Anda dan menikmati kehidupan lain. Setidaknya Anda mendapat manfaat mengalami hal baru, menemukan teman baru, atau mempererat hubungan dengan keluarga. Rasa senang tersebut dapat mengurangi produksi hormon stres. Penurunan hormon stres baik untuk kesehatan tubuh.

BACA JUGA:

Share now :

Direview tanggal: November 23, 2016 | Terakhir Diedit: Januari 20, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca