Hati-hati, Kebanyakan Makan Makanan Manis Bisa Bikin Badan Berbulu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16 September 2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Bagi kebanyakan orang, khususnya pria, tumbuh bulu lebat di badan merupakan sebuah simbol kejantanan. Tapi bagi wanita, badan berbulu mungkin menandakan suatu kelainan yang disebut hirsutisme. Menurut University of Maryland Medical Center, 8 persen wanita memiliki badan berbulu lebat seperti pria termasuk di paha dan bokong. Bahkan juga kumis dan bulu-bulu halus di wajah. Nah katanya, pertumbuhan rambut berlebih ini bisa disebabkan oleh kebanyakan makan makanan manis. Benarkah demikian? Simak penjelasannya di bawah ini.

Wanita dengan badan berbulu lebat tanda kelebihan testosteron

Ghasak Amer Mahmood, MD, seorang ahli endokrinologi di Whittier, California menyatakan bahwa kasus badan berbulu yang dialami oleh wanita ini disebabkan oleh tingginya kadar testosteron, hormon seks pria. Hal ini bisa menjadi sebuah gejala dari sindrom ovarium polikistik (PCOS).

Wanita yang memiliki sindrom ovarium polikistik biasanya memiliki pertumbuhan rambut wajah atau tubuh yang berlebihan karena tubuhnya menghasilkan jumlah androgen yang berlebihan. Nah, jika ditelisik lebih lanjut, kondisi sindrom ovarium polikistik ini juga berhubungan dengan masalah kelebihan insulin, yang mana juga dipengaruhi oleh kadar gula dalam darah yang terlalu tinggi.

Pada dasarnya, jika tubuh banyak menerima kandungan gula dari asupan seperti kue atau permen, makanan yang mengandung glikemik tinggi tersebut akan mampu melepaskan energi dengan cepat. Alhasil, ini akan menghambat produksi hormon insulin untuk mengontrol tingkat gula darah.

Ketika insulin terhambat, berarti hormon tersebut menjadi kurang efektif dalam menurunkan kadar gula darah, sehingga tubuh harus menghasilkan lebih dari yang seharusnya. Masalahnya adalah,tingkat insulin yang tinggi dapat memicu ovarium menghasilkan hormon testosteron. Maka tak jarang, hasilnya dapat menyebabkan pertumbuhan rambut atau bulu berlebih pada tubuh Anda.

Berbagai hal lain bisa bikin badan wanita berbulu lebih lebat, selain makanan bergula

1. Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu

Munculnya rambut berlebih pada tubuh juga bisa dipengaruhi jika Anda sedang memakai obat steroid, seperti prednisone atau danazol, yang berguna mengobati endometriosis. Hal ini disebabkan karena obat-obatan ini berasal dari  hormon androgen.

Ketika Anda menggunakan obat tersebut untuk menghentikan atau memperlambat rambut rontok. Obat tersebut pun juga dapat menimbulkan efek samping seperti meningkatkan pertumbuhan rambut di daerah tubuh yang tidak diinginkan.

2. Suka mencabut bulu

Sandy S. Tsao, MD, seorang dermatolog dari  Massachusetts General Hospital di Boston menyatakan, kalau Anda hobi menarik atau mencabut bulu keluar dari folikel, hal tersebut bisa membuat bulu tubuh jadi lebih lambat. Selain itu, rambut atau bulu halus yang dicabut pun dapat merangsang pertumbuhan rambut. Selain itu, mencabut bulu bisa membuat adanya luka atau iritasi pada permukaan kulit. Dr. Tsao menyarankan untuk mencukur atau menggunakan krim penghilang bulu untuk menghilangkannya dari tubuh Anda.

3. Anda sedang hamil

Seperti perubahan hormonal normal lainnya, kehamilan bisa menyebabkan adanya perrubuhan rambut berlebih pada tubuh wanita. Biasanya, pertumbuhan rambut-rambut halus ini akan muncul pada bagian perut, payudara dan paha. American Pregnancy Association mengatakan, demi keamanan ibu dan janin, disarankan untuk lebih memilih mencukur dibanding menggunakan krim penghilang bulu.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Makanan Pedas Bisa Mengatasi Sakit Kepala Migrain?

Makanan pedas sering kali diandalkan untuk mengatasi rasa sakit kepala atau migrain. Tapi benarkah makanan itu dapat menyembuhkan sakit kepala Anda?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat, Fakta Unik 26 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Warna Dahak Merah, Hijau, Atau Hitam? Cari Tahu Artinya di Sini

Warna dahak yang normal adalah bening. Jika Anda mengeluarkan dahak yang berwarna, maka hal itu adalah tanda dari kondisi medis. Apa arti dari warna dahak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Batuk, Kesehatan Pernapasan 26 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Pertolongan Pertama untuk Mengobati Sengatan Lebah

Katanya, sengatan lebah bisa bikin seseorang meriang dan panas dingin. Lalu bagaimana cara pertolongan pertama dalam mengobati sengatan lebah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Bagi korban KDRT, meninggalkan pasangan yang abusive tak semudah itu. Ini dia alasan korban KDRT bertahan meski hubungannya sarat kekerasan dan kekejaman.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
keluarga sehat karena melakukan perilaku hidup bersih dan sehat

4 Tips Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk Lindungi Diri dan Keluarga di Era New Normal

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
proses inflamasi

Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
memanaskan makanan

Bolehkah Memanaskan Makanan Dalam Wadah Plastik di Microwave?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Penyebab sakit pinggang

Cari Tahu Gejala, Penyebab dan Pengobatan untuk Sakit Pinggang

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit