Sering Menyerang Anak, Ortu Wajib Kenali Kanker Darah Leukimia

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: Hello Sehat Medical Review Team

Kanker dapat menyerang organ tubuh manapun. Darah salah satunya. Kanker darah adalah kanker yang paling banyak menyerang anak-anak dan remaja. Apa itu kanker darah? Apa saja jenis kanker darah pada anak? Simak penjelasannya berikut ini.

Apa itu kanker darah?

jenis kanker darah pada anak

Sel darah putih adalah salah satu jenis darah yang diproduksi dalam sumsum tulang belakang tubuh manusia. Sel darah putih memegang peranan sangat penting, karena mampu melindungi tubuh dari infeksi hingga kondisi medis lain yang mungkin tak terdeteksi, bila masih dalam jumlah yang wajar.

Namun, terdapat kondisi di mana sumsum tulang belakang memproduksi sel darah putih yang abnormal, atau biasa dikenal dengan kanker darah (leukemia). Sel-sel leukemia ini berkembang dan bertumbuh dengan sangat cepat, hingga melebihi jumlah yang dianjurkan. Kondisi ini membahayakan tubuh karena meningkatkan risiko tubuh terpapar selain infeksi, juga anemia hingga pendarahan.

Apa saja jenis-jenis leukemia?

protein untuk obat kanker

Berdasarkan seberapa cepat perkembangannya serta jenis sel darah putih yang diserang, leukemia ini dibedakan jadi beberapa jenis, di antaranya:

  • Leukemia akut. Sel-selnya berkembang dengan sangat cepat hingga gejala-gejalanya bisa segera Anda rasakan. Biasanya dialami anak dengan usia 3 hingga 5 tahun.
  • Leukemia kronis. Bila sel-selnya berkembang dengan lambat dan gejala-gejalanya tidak langsung Anda rasakan. Namun karena sulitnya dideteksi, perlahan namun pasti, keadaan penderita bisa saja tiba-tiba memburuk. Hal ini dikarenakan, leukemia ini baru memunculkan gejala, saat jumlah selnya telah meningkat dalam darah.
  • Leukemia limfositik atau limfoblastik. Bila jenis sel darah putih yang diserang adalah jenis lymphocytes.
  • Leukemia myelogenous. Bila jenis sel darah putih yang diserang adalah jenis myelosit.

Leukimia yang sering terjadi pada anak

kanker anak sembuh

Sayangnya, leukemia ini rentan terjadi pada usia anak-anak. Beberapa jenis leukemia (kanker darah) pada anak, antara lain:

  • Leukemia lympoblastic akut (ALL). Tiga dari 4 kasus leukemia pada anak adalah leukemia jenis ini. Jenis ini biasanya menyerang sel darah putih limfosit. Berdasarkan data American Cancer Society, lebih dari 85 persen anak pengidap leukemia, telah berhasil hidup selama 5 tahun setelah dirawat.
  • Leukemia myelogenous akut (AML). Selain ALL, leukemia jenis ini juga sering dijumpai dan biasanya menyerang sel darah putih myelosit.
  • Hybrid atau lineage leukemia adalah leukemia dengan gejala menyerupai ALL dan AML.
  • Leukemia kronis
  • Leukemia myelomonocytic juvenile

Apa penyebab kanker darah pada anak?

Hal ini diperparah dengan belum diketahui secara pasti oleh paramedis, apa penyebab leukemia pada anak ini. Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan potensi seorang anak terpapar leukemia antara lain:

  • Adanya penyakit keturunan seperti Down syndrome.
  • Adanya penyakit keturunan gangguan pada imun tubuh.
  • Memiliki seorang saudara kandung atau kembaran dengan leukemia.
  • Riwayat paparan radiasi, kemoterapi, benzena dengan takaran yang tinggi.
  • Riwayat pada sistem imun seperti transplantasi organ.

Apa saja gejala kanker darah pada anak?

Deteksi dini tentu lebih mampu meningkatkan keberhasilan pengobatan. Sebagian besar gejala leukemia pada anak sering kali muncul saat jumlah sel darah putih mulai meggangu sel yang normal lain. Gejala yang biasa terjadi antara lain:

  • Lemas, pucat
  • Infeksi dan demam
  • Mudah berdarah atau terluka
  • Muncul lebam atau memar
  • Nyeri pada otot, batuk
  • Mual, muntah
  • Hilang selera makan
  • Sakit kepala
  • Napas tersengal-sengal

Bagaimana mengobati kanker darah pada anak?

Penanganan medis baru diberikan bila paramedis telah mengetahui jenis leukemia yang menyerang si anak. Umumnya, pengobatan medis yang diberikan pada anak dengan leukemia adalah kemoterapi dengan menerima obat-obatan anti-kanker dan terapi radiasi untuk membunuh sel kanker dengan radiasi berkekuatan tinggi. Transplantasi sumsum tulang belakang baru dilakukan bila kemoterapi atau terapi radiasi ternyata kurang memberi hasil yang efektif.

Baca Juga:

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca