Kenapa Kurang Tidur Bisa Bikin Tubuh Lebih Gemuk?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/12/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tidur adalah satu-satunya cara agar tubuh dapat beristirahat total dan memulihkan tenaga. Penurunan kemampuan otak dalam berpikir adalah dampak utama saat seseorang kekurangan waktu tidur, namun di sisi lain juga terjadi berbagai gangguan metabolisme tubuh. Meskipun terjadi secara perlahan, namun hal ini dapat berdampak serius bagi kesehatan dan lebih sulit dihilangkan.

Apa itu metabolisme?

Metabolisme adalah proses tubuh dalam menggunakan energi, untuk menjalankan berbagai fungsi pada tubuh. Tingkat metabolisme setiap orang berbeda, dapat dipengaruhi tenaga fisik yang digunakan, kerja otak dalam berpikir dan konsentrasi, atau aktivitas kelenjar tiroid. Semakin tinggi tingkat metabolisme yang digunakan saat beraktivitas, makin lama waktu yang diperlukan tubuh untuk beristirahat dengan cara tertidur. Biasanya, kecukupan tidur pada orang dewasa normal sekitar 7 hingga 8 jam setiap malam.

Saat kekurangan waktu tidur, tubuh akan menyesuaikan tingkat metabolisme, namun perubahan ini justru akan berdampak terhadap aktivitas metabolik baik dari segi sekresi hormon maupun cara tubuh dalam membakar kalori. Meskipun terjadi secara perlahan, perubahan metabolisme akibat kekurangan waktu tidur yang konsisten akan dapat menurunkan fungsi fisiologis tubuh dan kualitas kesehatan seseorang.

Apa saja perubahan metabolisme yang terjadi akibat kurang tidur?

Berikut beberapa perubahan metabolisme saat seseorang kekurangan waktu tidur:

1. Gangguan metabolisme glukosa, memicu diabetes

Kekurangan waktu tidur dapat mengurangi tingkat toleransi glukosa atau ketersediaan glukosa dalam darah, dan meningkatkan konsentrasi hormon stress kortisol di dalam darah. Meskipun demikian, kekurangan waktu tidur juga dapat mempengaruhi toleransi glukosa pada otak dan jaringan tubuh lainnya. Dalam waktu yang lama, tidur kurang dari enam jam dapat memicu penurunan toleransi glukosa hingga 40% dan hal ini dapat memicu perkembangan penyakit diabetes mellitus.

2. Membuat nafsu makan berlebih

Hal ini merupakan salah satu pemicu obesitas pada individu yang tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup. Kurang tidur diketahui dapat meningkatkan hormon rasa lapar (ghrelin) dan menurunkan hormon rasa kenyang (leptin) hingga setengah dari keadaan normal dibandingkan dengan saat mendapatkan waktu tidur yang cukup.

Perubahan hormon tersebut dapat mulai terjadi ketika waktu tidur orang dewasa kurang dari 8 jam. Kekurangan waktu tidur juga menurunkan kemampuan seseorang untuk menghadapi stress dan meningkatkan keinginan untuk memakan makanan dengan rasa manis, asin, dan tinggi karbohidrat. Selain itu, bertambah waktu terjaga dan berkurangnya waktu tertidur juga memberikan kesempatan seseorang untuk memakan makanan lebih banyak.

3. Menurunkan kemampuan tubuh untuk menjalani aktivitas fisik

Berkurangnya tingkat aktivitas fisik saat kekurangan waktu tidur adalah hal yang wajar, karena energi dan tingkat metabolisme mengalami penurunan. Penurunan aktivitas fisik juga tidak terlepas dari keseimbangan hormon leptin dan ghrelin. 

Penurunan intensitas aktivitas fisik juga menentukan kebutuhan kalori, sehingga kurang aktif bergerak dapat mempengaruhi keseimbangan kebutuhan asupan dan pengeluaran kalori. Selain itu, penurunan aktivitas fisik pada seseorang yang kekurangan waktu tidur sering kali tidak disertai pembatasan asupan kalori akibat nafsu makan, sehingga mudah memicu kegemukan.

4. Memicu obesitas dan gangguan tidur

Obesitas merupakan salah satu pemicu berkurangnya kualitas dan durasi waktu tidur. Terlebih lagi orang yang obesitas lebih berisiko untuk mengalami sleep apnea yang merupakan gangguan tidur yang menghentikan irama bernapas saat tertidur. Akibatnya, seseorang akan mengalami kelelahan dan rasa lemas pada siang hari.

Gangguan metabolisme seperti nafsu makan berlebih dan disertai kurangnya aktivitas fisik  saat kekurangan waktu tidur dapat memicu obesitas, kemudian kondisi ini dapat memicu gangguan tidur yang akan memperburuk kondisi obesitas dan kembali menimbulkan gangguan metabolisme. Oleh karena itu, mengatasi obesitas menjadi sangat tanpa perbaikan kualitas tidur.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Yang Perlu Anda Tahu Seputar Pangan Rekayasa Genetika

Sudah saatnya kita meluruskan isu-isu seputar pangan rekayasa genetika (PRG) atau genetically modified foods yang penuh kontroversi ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit

3 Resep Dessert Vegan yang Mudah dan Lezat

Kata siapa seorang vegan tak bisa menikmati berbagai pencuci mulut yang menggugah selera? Tiga dessert vegan yang mudah dibuat ini nikmatnya berani diadu!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Mimpi Buruk Saat Demam Tinggi? Inilah Penyebabnya

Waktu kecil atau bahkan saat dewasa, Anda mungkin pernah mengalami mimpi buruk saat demam atau sakit. Pasti sangat mengganggu, kan? Nah, ini dia alasannya!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Dua Resep Sorbet, Camilan Segar Sehat yang Mudah Dibuat

Doyan camilan dingin yang manis, tapi takut gemuk kalau keseringan makan es krim? Sudahkah Anda mencoba sorbet? Anda bisa membuatnya sendiri di rumah, lho!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

diet eliminasi

Mengenal Diet Eliminasi (Elimination Diet) untuk Tahu Intoleransi Makanan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 05/07/2020 . Waktu baca 5 menit
apa itu kolesterol

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 5 menit
tidak cepat lapar

10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . Waktu baca 5 menit
frozen yogurt vs es krim sehat mana

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit