Manfaat Kuning Telur untuk Kesehatan Jantung

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Selama ini banyak orang beranggapan bahwa kuning telur sangat jahat bagi jantung. Terlalu banyak dan sering mengonsumsi kuning telur dapat menyebabkan penyakit jantung. Bahkan, untuk menghindari hal ini banyak orang yang hanya mengonsumsi putih telurnya saja dan membuang kuning telurnya. Namun, apakah benar kuning telur sejahat itu pada kesehatan jantung Anda? Apakah ada efek baik dari kuning telur untuk jantung Anda?

Manfaat kandungan dalam kuning telur untuk jantung

Kuning telur memang dapat menyumbang kadar kolesterol dalam darah, jika kadarnya terlalu tinggi dalam darah maka dapat mengganggu kesehatan jantung Anda. Namun, dampak konsumsi kuning telur terhadap kadar kolesterol darah tidak seburuk jika Anda mengonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans.

Selain itu, kandungan nutrisi lain dalam kuning telur justru dapat melindungi kesehatan jantung. Salah satu nutrisi yang banyak dikandung kuning telur dan bermanfaat dalam melindungi jantung Anda adalah kolin.

Kolin merupakan nutrisi yang dikenal dapat membantu perkembangan otak dan sistem saraf. Tak hanya itu, kolin juga dapat membantu melindungi jantung Anda. Kolin berhubungan dengan kadar homosistein dalam darah, di mana jika kadar homosistein dalam darah meningkat maka risiko penyakit jantung juga akan meningkat. Kadar homosistein yang tinggi dalam darah dapat mendorong pengembangan aterosklerosis dan trombogenesis, yang mengarah pada penyakit jantung.

Nah, kolin ini membantu tubuh dalam menurunkan kadar homosistein dalam darah dengan cara mengubahnya menjadi asam amino yang dibutuhkan tubuh, yang disebut metionin. Secara khusus, kolin merupakan prekursor yang menyediakan kelompok metil untuk mengubah homosistein menjadi metionin. Dengan adanya kolin, maka kadar homosistein dalam darah bisa dikontrol dan tidak meningkat, sehingga menurunkan risiko penyakit jantung.

Selain kolin, kuning telur juga mengandung nutrisi lain yang berperan dalam meningkatkan kesehatan Anda. Seperti, kandungan lutein dan zeaxanthin yang baik untuk kesehatan mata, serta berbagai macam vitamin seperti vitamin A, B, dan D yang berperan dalam mengatur metabolisme tubuh.

Berapa banyak konsumsi kuning telur yang ideal?

Walaupun sudah banyak penelitian yang mengatakan bahwa kuning telur tidak berhubungan dengan penyakit jantung. Namun bagi Anda dengan kadar kolesterol tinggi, tetap harus berhati-hati dalam mengonsumsi kuning telur. Berbeda jika Anda mempunyai kadar kolesterol yang normal, konsumsi telur setiap hari tidak akan berdampak buruk pada jantung Anda.

Berdasarkan data Departemen Pertanian Amerika Serikat, satu butir telur besar mengandung sekitar 186 mg kolesterol, yang semuanya ditemukan dalam kuning telur. Bagi penderita penyakit jantung dan diabetes, Anda disarankan untuk membatasi konsumsi kuning telur paling banyak tiga kuning telur dalam seminggu.

Sedangkan, bagi Anda yang sehat, Anda bisa makan kuning telur sampai tujuh kali per minggu tanpa mengkhawatirkan risiko penyakit jantung.

Anda mungkin perlu mengetahui batasan harian asupan kolesterol yang direkomendasikan, sebagai pertimbangan sebelum Anda mengonsumsi makanan yang mengandung kolesterol, seperti kuning telur.

  • Jika Anda sehat, asupan kolesterol yang direkomendasikan adalah tidak lebih dari 300 mg per hari.
  • Jika Anda mempunyai kolesterol tinggi, penyakit jantung, atau diabetes, asupan kolesterol yang direkomendasikan adalah tidak lebih dari 200 mg per hari.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan memang bukan tugas mudah. Jangan khawatir, simak panduannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 1 Juli 2020 . Waktu baca 10 menit

Gagal Jantung Akut, Apa Bedanya dengan Gagal Jantung Kronis?

Gagal jantung terbagi dua berdasarkan progresnya, yaitu gagal jantung akut dan gagal jantung kronik. Apa yang dimaksud gagal jantung akut?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Jantung, Gagal Jantung 1 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit

Endokarditis

Endokarditis adalah infeksi bakteri yang menyerang endokardium, bagian dari organ jantung. Ketahui lebih lanjut gejala, penyebab, dan pengobatannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 30 Juni 2020 . Waktu baca 11 menit

Apakah Seseorang yang Mengalami Aritmia Jantung Bisa Sembuh?

Aritmia merupakan jenis penyakit kardiovaskuler yang mempengaruhi denyut jantung. Lantas, apakah aritmia jantung bisa sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung, Aritmia 24 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kebugaran jantung

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
makanan yang dilarang untuk pasien penyakit jantung

5 Jenis Pantangan Makanan untuk Pasien Penyakit Jantung

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 6 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit
manfaat virgin coconut oil minyak kelapa dara; virgin coconut oil

Manfaat Virgin Coconut Oil untuk Kesehatan

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 4 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
kelainan katup jantung bawaan pada bayi

Mengenal Kelainan Katup Jantung Bawaan dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 1 Juli 2020 . Waktu baca 7 menit