Kenapa Penderita Penyakit Liver Harus Menghindari Kayu Manis (Cinnamon)?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 05/09/2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kayu manis atau cinnamon merupakan salah satu rempah-rempah yang banyak dimanfaatkan dalam pembuatan hidangan makanan atau minuman. Rempah ini juga biasa dimanfaatkan sebagai pengganti gula dalam makanan. Tak hanya itu, ternyata kayu manis juga menyimpan manfaat bagi kesehatan.

Namun, sebaiknya jangan terlalu banyak konsumsi kayu manis karena salah satu kandungannya bisa membahayakan liver (hati) Anda.

Manfaat kayu manis

Kayu manis menyimpan berbagai bahan aktif yang bisa dimanfaatkan untuk kesehatan Anda. Salah satunya, yaitu flavonoid yang dapat bekerja sebagai antioksidan. Hal ini membantu tubuh Anda dalam melawan kerusakan sel akibat radikal bebas. Selain itu, cinnamon juga memiliki kandungan minyak esensial yang memberi aroma serta memiliki sifat antiperadangan, antivirus, dan antibakteri.

Kandungan tersebut membuat kayu manis dapat dimanfaatkan untuk membantu menurunkan risiko berbagai penyakit. Hal ini telah dibuktikan dalam beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa cinnamon dapat menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes, kanker, dan penyakit neurodegeneratif.

Namun, konsumsi kayu manis berbahaya bagi beberapa orang

Walaupun cinnamon memiliki banyak manfaat, namun juga memiliki risiko kesehatan jika dikonsumsi terlalu banyak. Konsumsi dalam jumlah banyak dapat menyebabkan iritasi pada mulut dan bibir. Kayu manis juga dapat menyebabkan reaksi alergi pada beberapa orang. Selain itu, minyak kayu manis yang dioleskan ke kulit bisa menyebabkan kulit menjadi kemerahan dan iritasi.

Tak hanya itu, konsumsi cinnamon dalam jumlah tinggi juga dapat membahayakan orang dengan masalah liver. Hal ini karena kandungan kumarin dalam kayu manis. Kumarin merupakan agen antikoagulan yang dapat memengaruhi kemampuan darah untuk menggumpal.

Bagi orang yang sensitif terhadap kumarin, konsumsi cinnamon dalam jumlah tinggi dapat meningkatkan risikonya mengalami kerusakan liver (hati), menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Agriculture and Food Chemistry. Sehingga, konsumsi kayu manis dalam jumlah tinggi tidak disarankan pada orang yang memiliki gangguan liver.

Terdapat dua jenis kayu manis yang bisa Anda temui, yaitu kayu manis cassia dan ceylon. Kedua jenis kayu manis ini mengandung senyawa kumarin dalam jumlah yang berbeda. Kayu manis cassia (yang dikenal sebagai kayu manis biasa) mengandung kumarin dalam jumlah lebih banyak dibandingkan kayu manis ceylon. Sayangnya, kedua jenis ini tidak bisa dibedakan jika sudah dalam bentuk bubuk.

Berapa banyak konsumsi cinnamon yang aman?

Cinnamon yang Anda dapatkan dari makanan atau minuman biasanya masih dalam jumlah kecil sehingga tidak sampai bisa membahayakan kesehatan Anda. Jadi, Anda mungkin tidak perlu khawatir jika mengonsumsi kayu manis yang terdapat dalam makanan atau minuman.

Namun begitu, Anda harus tahu berapa banyak kayu manis yang aman untuk Anda konsumsi, terutama jika Anda mengonsumsi suplemen kayu manis. Konsumsi yang disarankan adalah tidak lebih dari 2-4 gram setiap hari. Ini tergantung dari kandungan kumarin dalam cinnamon tersebut.

Kayu manis jenis cassia yang mengandung kumarin lebih banyak disarankan agar tidak dikonsumsi lebih dari 2 gram per hari. Sedangkan, kayu manis ceylon bisa Anda konsumsi sampai 4 gram per hari.

Asupan kumarin yang masih dapat ditoleransi tubuh adalah sebesar 0,1 mg per kg berat badan per hari. Asupan kumarin yang lebih dari ini dapat menyebabkan keracunan hati dan kanker, menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Molecular Nutrition & Food Research tahun 2010.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Makanan Sehat yang Dianjurkan untuk Pasien Hepatitis

Berbagai jenis makanan ini dapat membantu meringankan kerja organ hati untuk pasien yang memiliki kondisi hepatitis. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Gangguan Pencernaan, Health Centers 18/02/2020 . Waktu baca 5 menit

5 Cara Mudah dan Efektif untuk Membersihkan Paru-Paru Perokok

Asap rokok yang dihirup penuh dengan racun yang bisa merusak paru. Oleh karena itu, yuk cari tahu berbagai cara untuk membersihkan paru-paru perokok.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Tips Sehat 24/01/2020 . Waktu baca 5 menit

Manfaat Minyak Bunga Kamboja, Minyak Esensial dengan Wangi yang Menenangkan

Minyak bunga kamboja mungkin tidak sepopuler minyak esensial lainnya. Padahal, minyak bunga kamboja memiliki beragam manfaat. Berikut contohnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 06/01/2020 . Waktu baca 3 menit

3 Cara Mudah Membuat Teh Kayu Manis di Rumah

Kayu manis yang harum dan manis bisa Anda jadikan sebagai teh. Namun, bagaimana cara membuat teh kayu manis? Lihat langkah pembuatannya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Tips Sehat 16/11/2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

jamur cordyceps

4 Manfaat Cordyceps Militaris, Jamur yang Berkhasiat bagi Kesehatan Terutama untuk Pernapasan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit
diabetes dan kanker hati

Diabetes Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Hati, Ini Tips Mencegahnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 16/05/2020 . Waktu baca 4 menit
kopi filter mengurangi risiko diabetes

Kopi Filter Berpotensi Mengurangi Risiko Diabetes Tipe 2

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 29/04/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat labu air

Tak Hanya Kaya Vitamin, Ini 5 Manfaat Labu Air Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 21/02/2020 . Waktu baca 4 menit