Kenapa Penderita Penyakit Liver Harus Menghindari Kayu Manis (Cinnamon)?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kayu manis atau cinnamon merupakan salah satu rempah-rempah yang banyak dimanfaatkan dalam pembuatan hidangan makanan atau minuman. Rempah ini juga biasa dimanfaatkan sebagai pengganti gula dalam makanan. Tak hanya itu, ternyata kayu manis juga menyimpan manfaat bagi kesehatan.

Namun, sebaiknya jangan terlalu banyak konsumsi kayu manis karena salah satu kandungannya bisa membahayakan liver (hati) Anda.

Manfaat kayu manis

Kayu manis menyimpan berbagai bahan aktif yang bisa dimanfaatkan untuk kesehatan Anda. Salah satunya, yaitu flavonoid yang dapat bekerja sebagai antioksidan. Hal ini membantu tubuh Anda dalam melawan kerusakan sel akibat radikal bebas. Selain itu, cinnamon juga memiliki kandungan minyak esensial yang memberi aroma serta memiliki sifat antiperadangan, antivirus, dan antibakteri.

Kandungan tersebut membuat kayu manis dapat dimanfaatkan untuk membantu menurunkan risiko berbagai penyakit. Hal ini telah dibuktikan dalam beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa cinnamon dapat menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes, kanker, dan penyakit neurodegeneratif.

Namun, konsumsi kayu manis berbahaya bagi beberapa orang

Walaupun cinnamon memiliki banyak manfaat, namun juga memiliki risiko kesehatan jika dikonsumsi terlalu banyak. Konsumsi dalam jumlah banyak dapat menyebabkan iritasi pada mulut dan bibir. Kayu manis juga dapat menyebabkan reaksi alergi pada beberapa orang. Selain itu, minyak kayu manis yang dioleskan ke kulit bisa menyebabkan kulit menjadi kemerahan dan iritasi.

Tak hanya itu, konsumsi cinnamon dalam jumlah tinggi juga dapat membahayakan orang dengan masalah liver. Hal ini karena kandungan kumarin dalam kayu manis. Kumarin merupakan agen antikoagulan yang dapat memengaruhi kemampuan darah untuk menggumpal.

Bagi orang yang sensitif terhadap kumarin, konsumsi cinnamon dalam jumlah tinggi dapat meningkatkan risikonya mengalami kerusakan liver (hati), menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Agriculture and Food Chemistry. Sehingga, konsumsi kayu manis dalam jumlah tinggi tidak disarankan pada orang yang memiliki gangguan liver.

Terdapat dua jenis kayu manis yang bisa Anda temui, yaitu kayu manis cassia dan ceylon. Kedua jenis kayu manis ini mengandung senyawa kumarin dalam jumlah yang berbeda. Kayu manis cassia (yang dikenal sebagai kayu manis biasa) mengandung kumarin dalam jumlah lebih banyak dibandingkan kayu manis ceylon. Sayangnya, kedua jenis ini tidak bisa dibedakan jika sudah dalam bentuk bubuk.

Berapa banyak konsumsi cinnamon yang aman?

Cinnamon yang Anda dapatkan dari makanan atau minuman biasanya masih dalam jumlah kecil sehingga tidak sampai bisa membahayakan kesehatan Anda. Jadi, Anda mungkin tidak perlu khawatir jika mengonsumsi kayu manis yang terdapat dalam makanan atau minuman.

Namun begitu, Anda harus tahu berapa banyak kayu manis yang aman untuk Anda konsumsi, terutama jika Anda mengonsumsi suplemen kayu manis. Konsumsi yang disarankan adalah tidak lebih dari 2-4 gram setiap hari. Ini tergantung dari kandungan kumarin dalam cinnamon tersebut.

Kayu manis jenis cassia yang mengandung kumarin lebih banyak disarankan agar tidak dikonsumsi lebih dari 2 gram per hari. Sedangkan, kayu manis ceylon bisa Anda konsumsi sampai 4 gram per hari.

Asupan kumarin yang masih dapat ditoleransi tubuh adalah sebesar 0,1 mg per kg berat badan per hari. Asupan kumarin yang lebih dari ini dapat menyebabkan keracunan hati dan kanker, menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Molecular Nutrition & Food Research tahun 2010.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pilihan Beras dan Sumber Karbohidrat Sehat Pengganti Nasi untuk Diabetes

Mengonsumsi sumber karbohidrat seperti beras dapat memengaruhi kadar gula darah diabetes. Lantas, pengganti beras untuk diabetes apa yang sehat?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Pentingnya Mengetahui Indeks Glikemik untuk Mengedalikan Gula Darah

Indeks glikemik adalah skor angka untuk menentukan seberapa cepat makanan diubah menjadi gula darah. Semakin tinggi skornya, semakin tinggi gula darah Anda.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 6 menit

11 Cara Mencegah Diabetes yang Bisa Dilakukan Mulai Hari Ini

Meski tak bisa disembuhkan, ada berbagai macam cara mencegah diabetes. Tindakan pencegahan diabetes ini pun sangat sederhana. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Mengenal Efek Samping Metformin, Obat yang Umum Diresepkan untuk Diabetes

Seperti semua obat lainnya, obat diabetes metformin juga bisa menimbulkan efek samping. Apa saja efek samping metformin? Ketahui di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

apakah diabetesi boleh makan mi instan

Efek Makan Mi untuk Penderita Diabetes dan Tips Aman Mengonsumsinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
sel epitel dalam urin

Apa Artinya Jika Terdapat Sel Epitel dalam Urine?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kaki diabetes diabetik

Kaki Diabetik, Salah Satu Komplikasi Diabetes yang Bisa Berujung Amputasi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 8 September 2020 . Waktu baca 8 menit
membersihkan luka diabetes dengan sabun

Penyebab Luka Diabetes Sulit Sembuh dan Cara Perawatannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit