Berbagai Jenis Pengobatan Pankreatitis, Sesuai Dengan Tingkat Keparahan Gejalanya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 11/06/2018 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Pankreatitis adalah peradangan pada pankreas yang biasanya disebabkan oleh kebiasaan minum miras dan pola hidup tidak sehat. Pankreatitis dibagi dua jenis, yaitu pankreatitis akut dan pankreatitis kronis. Karena karakteristik kedua pankreatitis ini berbeda, maka jenis pengobatannya pun berbeda. Lantas, apa saja pilihan pengobatan pankreatitis berdasarkan jenis penyakitnya? Berikut penjelasannya.

Apa saja pilihan pengobatan pankreatitis akut?

Pankreatitis Kronis adalah

Pankreatitis akut terjadi dalam waktu singkat atau timbul secara mendadak, kondisinya pun cepat memburuk dan dapat menyebabkan komplikasi. Karena perkembangan penyakitnya cepat, penderita pankreatitis akut perlu segera dirawat di rumah sakit.

Orang dengan pankreatitis akut biasanya mengalami muntah-muntah dan penurunan nafsu makan sehingga cairan tubuhnya berkurang drastis. Menurut American College of Gastroenterology, hal ini dapat diatasi dengan pemberian cairan intravena atau infus selama 12 hingga 24 jam pertama, seperti dilansir dari Everyday Health.

Biasanya, pankreatitis akut yang tergolong ringan akan hilang beberapa hari setelah perawatan. Namun, jika pankreatitis akut tergolong parah, maka dokter akan memastikan penyebab pankreatitis terlebih dahulu sebelum menentukan jenis pengobatannya.

1. Operasi kolesistektomi

Bila pankreatitis akut disebabkan oleh timbunan batu empedu, maka dokter mungkin akan menyarankan prosedur pengangkatan kantong empedu, atau disebut dengan kolesistektomi. Akan tetapi, dokter akan melihat sejauh mana kemungkinan komplikasinya. Jika pankreatitis sudah parah dan menuju komplikasi, dokter akan mengobati komplikasinya terlebih dahulu sebelum melakukan operasi.

2. Penyedotan cairan pada pankreas

Penyedotan cairan pada pankreas dilakukan jika pankreatitis disebabkan oleh abses atau infeksi pseudokista (kantung cairan pada pankreas). Setelah semua timbunan cairan berhasil diatasi, sisa-sisa jaringan pankreas yang rusak diambil untuk mengurangi perdarahan pasca operasi.

3. Endoscopic Cholangio-pancreatography (ERCP)

ERCP adalah prosedur menggabungkan endoskopi saluran pencernaan atas dan sinar-X untuk mengobati penyumbatan pada saluran empedu atau pankreas. Bila memungkinkan, prosedur ini dapat dilakukan untuk mengangkat kantung empedu yang sudah rusak akibat pankreatitis akut.

Idealnya, kantung empedu harus dikeluarkan dalam waktu dua minggu setelah gejala pankreatitis akut. Tanpa adanya kantung empedu, Anda tetap bisa menjalankan aktivitas seperti biasanya. Hanya saja, Anda mungkin akan mengalami kesulitan saat mencerna makanan berlemak atau pedas.

Apa saja pilihan pengobatan pankreatitis kronis?

pankreas buatan diabetes tipe 1 insulin suntik

Pankreatitis kronis adalah peradangan pankreas yang sudah berlangsung lama; bisa berminggu-minggu hingga tahunan; kondisinya menetap, bisa terus berkembang, dan tidak pernah benar-benar hilang. Pankreatitis kronis bisa disebabkan oleh kebiasaan minum miras dan pola hidup tak sehat yang sudah dijalani lama.

Akibatnya, fungsi pankreas mengalami penurunan dan mengganggu proses pencernaan sampai membuat berat badan turun drastis.

Tidak ada obat khusus yang dapat menyembuhkan pankreatitis kronis. Namun, tanda dan gejala pankreatitis kronis dapat dikendalikan dengan:

1. Obat-obatan dan vitamin

Karena penderita pankreatitis mengalami kesulitan makan dan minum, maka dokter biasanya akan memberikan obat-obatan dan vitamin yang dapat membantu pencernaan. Contoh vitamin tersebut adalah vitamin A, D, E, K, dan suntikan vitamin B-12 bila diperlukan. Sedangkan obat-obatan pankreatitis kronis dapat berupa paracetamol dan ibuprofen, opioid lemah seperti codeine dan tramadol.

2. Operasi

Operasi merupakan salah satu pengobatan pankreatitis kronis untuk mengurangi tekanan atau penyumbatan di saluran pankreas. Jika kondisi pankreas penderita sudah terlalu parah, maka dokter mungkin akan melakukan prosedur pengangkatan seluruh pankreas dan transplantasi islet autologus.

Islet adalah kelompok sel di pankreas yang berperan dalam memproduksi hormon, termasuk hormon insulin. Setelah mengambil pankreas, dokter akan mengambil beberapa sel pankreas untuk memindahkannya ke organ hati. Nantinya, sel islet tadi akan menghasilkan hormon di tempat yang baru dan mengalirkannya ke darah. Jadi, pasien tetap bisa menghasilkan insulin tanpa adanya pankreas.

3. Suntikan blok saraf

Ketika pankreas meradang, saraf pankreas akan menstimulasi ‘tombol’ rasa sakit pada tulang belakang sehingga menimbulkan rasa nyeri. Untuk mengatasinya, dokter kemungkinan akan melakukan suntikan blok saraf guna untuk mematikan rasa nyeri.

Lalu, bagaimana dengan pengobatan pankreatitis berat?

fakta seputar antibiotik

Sekitar 20 persen kasus pankreatitis tergolong parah atau berat. Ini artinya, organ pankreas sudah mengalami komplikasi dan rasa nyeri yang ditimbulkan terus bertahan hingga 48 jam lamanya.

Salah satu komplikasi paling umum pada pankreatitis berat adalah infeksi pada jaringan penyuplai darah, yang membuat penderitanya dapat mengalami hipovolemia atau penurunan volume darah dalam tubuh. Terlebih, penderita juga mengalami muntah, berkeringat, dan penurunan nafsu makan dan minum sehingga semakin memperparah hipovolemia.

Kabar baiknya, infeksi tersebut dapat diatasi dengan pemberian antibiotik. Namun, jaringan yang mati atau rusak tetap harus diangkat dengan endoskopi ERCP.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Momen anak disunat menjadi salah satu hal penting, khususnya di Indonesia. Tapi, dari sisi medis, kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Mimpi buruk bisa datang kapan saja di setiap malam Anda. Ini bisa sangat mengganggu Anda jika sering terjadi. Temukan cara mengatasi mimpi buruk di sini.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 02/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Banyak mitos membuat infeksi cacing menjadi hal sepele. Cek fakta seputar cacingan yang berbahaya jika dibiarkan, seperti menghambat pertumbuhan anak.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kode wadah plastik pada makanan atau minuman

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit