Informasi Dasar Seputar HPV Pada Laki-laki (Penyebab, Pencegahan, dan Vaksin HPV)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 7 November 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Infeksi Human papillomavirus (HPV) lebih diketahui masyarakat sebagai penyebab kanker serviks. Karena itu, imunisasi (vaksin) untuk mencegah HPV lebih gencar disosialisasikan pada perempuan. Padahal HPV juga dapat menyerang kaum laki-laki dan menyebabkan kanker penis. Selain kedua jenis kanker tersebut, beberapa jenis HPV juga dapat menyebabkan kutil kelamin, kanker mulut atau tenggorokan, serta kanker anus. Selengkapnya soal HPV pada laki-laki, simak di bawah ini. 

Bagaimana laki-laki bisa kena infeksi HPV?

HPV pada laki-laki bisa ditularkan melalui kontak seksual dengan orang yang sudah terinfeksi dengan HPV. Penularan sangat mudah dan paling sering terjadi melalui seks anal, vaginal, atau oral.

Perlu diingat, HPV dapat ditularkan meskipun orang yang terinfeksi tidak menunjukkan tanda dan gejala apa pun.

Apakah ada pemeriksaan untuk HPV pada laki-laki?

Untuk sampai saat ini belum ada pemeriksaan skrining HPV selain untuk kanker serviks pada perempuan. Oleh sebab itu, kebanyakan kasus HPV pada laki-laki baru diketahui saat sudah mencapai kondisi serius sehingga sulit untuk ditangani.

Mencegah HPV pada pria

Cara yang paling efektif adalah dengan pemberian vaksin HPV. Vaksin ini membentuk kekebalan tubuh sehingga sifatnya adalah mencegah infeksi, bukan menyembuhkan.

Di Indonesia, terdapat dua jenis vaksin HPV yang beredar yaitu bivalen (dua jenis virus HPV) dan tetravalen (empat jenis virus HPV). Vaksin HPV bivalen untuk mencegah kanker serviks, sedangkan tetravalen selain untuk kanker serviks juga untuk kutil kelamin.

Apakah seks dengan kondom bisa mencegah HPV?

Kondom memang dapat mencegah infeksi HPV. Namun, cara ini tidak dapat menjamin 100 persen Anda bebas dari virus.

Pasalnya, HPV masih mungkin menginfeksi area yang tidak terlindung oleh kondom dan penularan juga dapat terjadi melalui kontak antar kulit yang terinfeksi. Misalnya saat melakukan seks oral atau anal. Jadi belum tentu lewat alat kelamin saja.

Bagaimana cara pemberian vaksin HPV pada laki-laki?

Sama seperti perempuan, vaksin HPV diberikan sebanyak tiga kali pada lengan bagian atas dengan jarak antar vaksin yaitu enam bulan.

Menurut CDC di Amerika Serikat, vaksin HPV dapat diberikan lebih cepat, yaitu saat usia sembilan tahun dan harus diselesaikan sebelum usia 13 tahun. Apabila diberikan dalam rentang usia tersebut, vaksin hanya perlu diberikan dua kali. Jaraknya mulai dari enam hingga dua belas bulan antar vaksin.

Jangan tunggu sampai usia dewasa atau setelah menikah

Vaksin HPV lebih efektif jika diberikan pada usia muda, yaitu sebelum aktif secara seksual (sebelum menikah). Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) menyarankan orangtua untuk memberikan vaksin HPV pada anak laki-laki pada usia 10 hingga 12 tahun.

Pria dengan risiko tinggi terinfeksi HPV (homoseksual atau yang suka berganti pasangan seksual baik laki-laki maupun perempuan), dan laki-laki yang mengidap HIV atau sistem kekebalan tubuh lemah sampai usia 26 tahun juga sebaiknya segera mendapatkan vaksin HPV pada pria.

Amankah bila laki-laki mendapat vaksin HPV?

Sejak vaksin HPV mendapat izin edar pertama kali pada tahun 2006, vaksin ini dinilai sangat aman, efektif, dan sangat minim efek samping yang serius baik untuk perempuan atau laki-laki. Efek samping yang umum yaitu rasa sakit dan kemerahan bekas suntikan. Beberapa studi juga sudah menunjukkan vaksin ini terbukti dapat melindungi laki-laki dari kutil kelamin dan kanker anus.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

    Ketika Ada mengalami cedera kaki, mungkin Anda akan diminta untuk menggunakan tongkat penyangga (kruk) untuk berjalan. Lalu bagaimana cara menggunakannya?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Hidup Sehat, Tips Sehat 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

    Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

    Semua bagian tubuh bisa saja terserang psoriasis, termasuk kuku Anda. Simak ulasan lengkap tentang gejala dan perawatan psoriasis kuku dalam artikel ini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Penyakit Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit

    Kanker Esofagus

    Kanker esofagus adalah kanker yang menyerang kerongkongan. Yuk, pahami gejala, penyebab, dan cara mengobatinya pada ulasan berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 28 September 2020 . Waktu baca 10 menit

    Sederet Bahan Herbal yang Berpotensi Sebagai Obat untuk Psoriasis

    Lidah buaya dan cuka apel adalah dua obat alami yang sering digunakan untuk penyakit psoriasis. Seberapa efektif kerja obat herbal psoriasis ini?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Penyakit Kulit, Psoriasis 25 September 2020 . Waktu baca 9 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    Seks dengan Lampu Menyala

    6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
    perut panas setelah makan; perut perih setelah makan; perut mulas

    Perut Panas dan Ulu Hati Sakit Setelah Makan? Begini Mengatasinya

    Ditulis oleh: Priscila Stevanni
    Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
    kebugaran jantung

    Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
    Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
    pasangan malu berhubungan intim

    6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit