Waspada 3 Gejala Hipoalbuminemia, Ketika Tubuh Kekurangan Albumin

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 05/03/2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Darah yang mengalir dalam tubuh Anda mengandung berbagai zat protein yang masing-masing memiliki fungsi berbeda. Salah satu protein tersebut adalah albumin. Bila tubuh kekurangan albumin atau biasa disebut dengan hipoalbuminemia, efeknya buruk bagi kesehatan. Seperti apa bahaya yang ditimbulkan? Berikut ulasannya.

Apa itu hipoalbuminemia?

Sebelum membahas hipoalbuminemia, baiknya Anda ketahui dulu apa itu albumin. Albumin merupakan protein yang membentuk sebagian besar plasma darah dan memiliki fungsi yang sangat penting bagi tubuh. Sekitar 60 persen plasma darah terdiri dari albumin.

Albumin dalam tubuh diproduksi oleh hati (liver). Kadar normal albumin dalam darah berkisar antara 3,5 sampai 4,5 mg/dL. Ketika kadar albumin lebih rendah dari seharusnya, kondisi ini disebut hipoalbuminemia (kekurangan albumin). Anda harus menjalani beberapa penanganan untuk mengembalikan kadar albumin jadi normal.

Apa bahayanya kekurangan albumin?

Waspadai jika Anda mengalami hal-hal berikut ini, yang bisa menandakan tubuh kekurangan albumin:

  • Luka bakar yang sulit sembuh
  • Kekurangan vitamin
  • Malnutrisi atau tidak mendapatkan cukup zat gizi
  • Disfungsi ginjal
  • Diabetes 
  • Penyakit hati
  • Hipertiroidisme
  • Gagal jantung
  • Sindrom nefrotik
  • Sirosis
  • Lupus

Apa tanda dan gejala kekurangan albumin?

Albumin memiliki banyak peran penting dalam tubuh, seperti menjaga keseimbangan cairan tubuh serta mengangkut berbagai macam zat dan nutrisi penting bagi tubuh.

Hipoalbuminemia bisa menyebabkan:

1. Asites

Asites adalah kondisi penumpukan cairan pada rongga perut. Jika Anda sebelumnya pernah didiagnosis mengalami penyakit hati, risiko asites muncul akan lebih besar. Bila Anda mengalami gejala dengan melihat pembengkakan yang tidak normal di daerah perut, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

2. Otot pegal linu

Kadar albumin yang rendah dapat berdampak buruk pada otot-otot tubuh Anda. Pasalnya, rendahnya kadar protein dalam tubuh akan memudahkan Anda untuk mengalami kelemahan dan kelelahan otot, hingga kram pada otot.

3. Pembengkakan tubuh

Hipoalbuminemia dapat menyebabkan penurunan tekanan onkotik tubuh. Tekanan onkotik sendiri merupakan tekanan yang berfungsi untuk membawa cairan ke dalam sistem peredaran darah. Dilansir dari laman Livestrong, tekanan onkotik yang menurun dapat menyebabkan pembengkakan di seluruh bagian tubuh atau hanya pada lokasi tertentu.

Jika albumin rendah, apa yang harus dilakukan?

Hipoalbuminemia dapat dideteksi lewat tes  serum albumin dengan menggunakan sampel darah. Diagnosis kekurangan albumin juga bisa dilakukan lewat tes darah c-reactive protein dan tes urin.

Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan di atas, jika Anda benar dinyatakan memiliki kadar albumin rendah maka dapat dilakukan pengobatan oleh dokter sesuai kondisi kesehatan Anda. Beberapa pilihan pengobatan untuk masalah albumin rendah, meliputi:

  • Transfusi albumin
  • Memperbaiki pola makan dengan lebih banyak mengonsumsi protein seperti kacang-kacangan, telur, ikan, produk susu.
  • Hindari/berhenti minum minuman beralkohol. Alkohol dapat menurunkan kadar protein dalam darah yang akan memperburuk kondisi Anda.
  • Bila Anda menderita penyakit ginjal, cara yang tepat dengan minum obat tekanan darah yang membantu mengurangi pelepasan albumin melalui urin.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ada Bercak Darah Saat Tidak Sedang Haid? Ini Penyebabnya

Para perempuan tentu akan panik saat melihat adanya bercak darah padahal ia tidak sedang haid. Berikut arti dari bercak darah saat tidak sedang haid ini.

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Hidup Sehat, Tips Sehat 14/07/2020 . Waktu baca 3 menit

3 Resep Pasta Gandum Rendah Kalori yang Mudah Dimasak

Menu diet tidak harus itu-itu melulu sajiannya. Anda masih bisa makan pasta nikmat dan pastinya rendah kalori. Simak 3 resep pasta gandum pada artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Nutrisi, Hidup Sehat 14/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Tips Jaga Diri Saat Merawat Orang Sakit Kronis di Masa Pandemi

Ketika sibuk meluangkan waktu untuk mengasuh anggota keluarga, jangan lupa untuk tetap jaga diri saat merawat orang sakit kronis. Simak caranya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
foto orang yang merawat anggota keluarga yang terkena penyakit kronis; saat mengasuh, penting untuk tetap jaga diri saat merawat orang sakit kronis
Hidup Sehat, Tips Sehat 13/07/2020 . Waktu baca 5 menit

3 Bahan Alami yang Bisa Mengusir Biang Keringat

Tidak menggunakan krim yang menyumbat saluran keringat, mungkin bisa jadi solusi. Namun tahukah Anda, ada bahan alami yang bisa mengusir biang keringat?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Hidup Sehat, Tips Sehat 13/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hubungan baru setelah bercerai

Kapan Waktu Tepat Memulai Hubungan Baru Setelah Bercerai?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16/07/2020 . Waktu baca 4 menit
orgasme tanpa disentuh

3 Hal yang Bisa Membuat Anda Orgasme Tanpa Disentuh

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/07/2020 . Waktu baca 4 menit
pasien koma masih sadar atau tidak

Ini yang Terjadi Pada Tubuh dan Pikiran Saat Kita Sedang Koma

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/07/2020 . Waktu baca 4 menit
tidak puas dengan pekerjaan berbahaya bagi kesehatan

Tidak Menikmati Pekerjaan di Masa Muda, Bisa Membahayakan Kesehatan di Masa Depan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 14/07/2020 . Waktu baca 4 menit